Kamis, 31 Maret 2016

Cerita Sex Pembantu Sexy Bikin Merangsang

Orisex web dewasa yang berisikan "Cerita Sex Pembantu Sexy Bikin Merangsang" cerita sex 2016, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa terbaru dan foto bugil tante bispak abg hot. 

Cerita Sex Pembantu, Cerita Sex, Cerita Dewasa
 Cerita Sex Pembantu Sexy Bikin Merangsang - Ist

Cerita Sex Terbaru | Kira-kira baru terjadi sekitar 4 bulan lalu saat aku pindah dari rumah kon-trakanku ke rumah yang aku beli. Rumah yang baru ini hanya beda dua blok dari rumah kontrakanku. Selain rumah aku pun mampu membeli sebuah apartemen yang juga masih di lingkungan aku tinggal, dari rumahku sekarang jaraknya 3 km. Selama aku tinggal di ru-mah kontrakan, aku mengenal seorang pembantu ru-mah tangga, sebut saja Ninik.

Dia juga pelayan di toko milik majikannya, jadi setiap aku atau istriku belanja, Niniklah yang melayani kami. Dia seorang gadis desa, kulit tubuhnya hitam manis namun bodinya sexy untuk ukuran seorang pembantu rumah tangga di daerah kami tinggal, jadi dia sering digoda oleh para supir dan pembantu laki-laki, tapi aku yang bisa mencicipi kehangatan tubuhnya.

Inilah yang kualami dari 3 bulan lalu sampai saat ini.
Cerita Sex Pembantu Sexy Bikin Merangsang
Suatu hari ketika aku mau ambil laundry di rumah majikan Ninik dan kebetulan dia sendiri yang mela-yaniku …..

“Ninik, bisa tolong saya cariin pembantu…”
“Untuk di rumah Bapak…?”
“Untuk di apartemen saya, nanti saya gaji 1 juta.”
“Wah gede banget tuh Pak, yach nanti Ninik cariin… kabarnya minggu depan ya Pak.”
“Ok deh, makasih yah ini uang untuk kamu, jasa cariin pembantu…”
“Wah.. banyak amat Pak, makasih deh..”

Kutinggal Ninik setelah kuberi 500 ribu untuk men-carikan pembantu untuk apartemenku, aku sangat perlu pembantu karena banyak tamu dan client-ku yang se-ring datang ke apartemenku dan aku juga tidak pernah memberitahukan apartemenku pada istriku sendiri, jadi sering kewalahan melayani tamu-tamuku. Dua hari kemudian, mobilku dicegat Ninik ketika melintas di depan rumah majikannya.
 Cerita Sex 2016 Pembantu Sexy Bikin Merangsang
“Malam Pak…”
“Gimana Nik, sudah dapat apa belum temen kamu?”
“Pak, saya aja deh.. habis gajinya lumayan untuk kirim-kirim ke kampung.”
“Loh, nanti Ibu Ina, marah kalau kamu ikut saya.”
“Nggak apa-apa deh Pak, nanti saya yang bilangin Ibu.”
“Ya, sudah kalau ini keputusanmu, besok pagi kamu saya jemput di ujung jalan sini lalu kita ke apartemen.”
“Ok… Pak.”

Keesokan pagi kujemput Ninik di ujung jalan dan aku antarkan ke apartemenku. Begitu sampai Ninik terlihat bingung karena istriku tidak mengetahui atas kebera-daan apartemenku.

“Tugas saya apa Pak…?”
“Kamu hanya jaga apartemen ini, ini kunci kamu pe-gang satu, saya satu dan ini uang, kamu belanja dan masak yang enak untuk lusa karena temen-temen saya mau main ke sini.”
“Baik Pak…”

Dengan perasaan agak tenang kutinggalkan Ninik, aku senang karena kalau ada tamu aku tidak akan capai lagi karena sudah ada Ninik yang membantuku di apar-temen. Keesokannya sepulang kantor, aku mampir ke apartemen untuk mengecek persiapan untuk acara besok, tapi aku jadi agak cemas ketika pintu apartemen kuketuk berkali-kali tidak ada jawaban dari dalam.

Pikiranku khawatir atas diri Ninik kalau ada apa-apa, tapi ketika kubuka pintu dan aku masuk ke dalam apar-temenku terdengar suara dari kamar mandiku yang pintunya terbuka sedikit. Kuintip dari sela pintu kamar mandi dan terlihatlah dengan jelas pemandangan yang membuat diriku terangsang.

Ninik sedang mengguyur badannya yang hitam manis di bawah shower, satu tangannya mengusap payudara-nya dengan busa sabun sedangkan satu kakinya diang-kat ke closet dimana tangan satunya sedang membersih-kan selangkangannya dengan sabun.
 Cerita Dewasa Pembantu Sexy Bikin Merangsang
Pemandangan luar biasa indah membuat nafsu birahiku meningkat dan aku intip lagi, kali ini Ninik menghadap ke arah pintu di mana tangannya sedang meremas-remas payudaranya yang ranum terbungkus kulit sawo matang dan putting-nya sesekali dipijatnya, sedangkan bulu-bulu halus me-nutupi liang vaginanya diusap oleh tangannya yang lain, hal ini membuat dia merem-melek.

Pemandangan seorang gadis kira-kira 19 tahun dengan lekuk tubuh yang montok nan seksi, payudara yang ra-num dihiasi puting coklat dan liang vagina yang menonjol ditutupi bulu halus sedang dibasahi air dan sabun membuat nafsu birahi makin meningkat dan tentu saja batangku mulai mendesak dari balik celana kantorku.

Melihat nafsuku mulai berontak dengan cepat aku tang-galkan seluruh pakaian kerjaku di atas sofa, dengan per-lahan kubuka pintu kamar mandiku, Ninik yang sudah kembali membelakangiku, perlahan aku dekati Ninik yang membasuh sabun di bawah shower. Secara tiba-tiba tubuhnya kupeluk dan kuciumi leher dan pung-gungnya. Ninik yang terkaget-kaget berusaha melepas-kan tanganku dari tubuhnya.

“Akh.. jangan Pak.. jangan.. tolong Pak…”

Karena tenaganya lemah sementara aku yang makin bernafsu, akhirnya Ninik melemaskan tenaganya sendi-ri karena kalah tenaga dariku.

Bibir tebal dan merekah sudah kulumatkan dengan bibirku, tanganku yang satu membekap tubuhnya sam-bil menggerayangi payudaranya, sedangkan tanganku yang satunya telah mendarat di pangkal pahanya, vagi-nanya pun sudah kuremas.

“Ahhh.. ahhh.. jja. jjangan.. Pak…” desahnya
“Tenang sayang…. nanti juga enak…” bujukku penuh nafsu…

Aku yang sudah makin buas menggerayangi tubuhnya bertubi-tubi membuat Ninik mengalah dan Ninik pun membalas dengan memasukkan lidahnya ke mulutku sehingga lidah kami bertautan, Ninik pun mulai meng-gelinjang di saat jariku kumasukan ke liang vaginanya.

“Arghh.. arghh… enak.. Pak.. argh…”

Tubuh Ninik kubalik ke arahku dan kutempelkan pada dinding di bawah shower yang membasahi tubuh kami. Setelah mulut dan lehernya, dengan makin ke bawah kujilati akhirnya payudaranya kutemukan juga, lang-sung aku hisap kukenyot, putingnya kugigit.
 Cerita Mesum Pembantu Sexy Bikin Merangsang
Payudaranya kenyal sekali seperti busa. Ninik makin menggelinjang karena tanganku masih merambah liang vaginanya.

“Argh.. akkkhh… akhh… terus.. Pak… enak… terus…”

Aku pun mulai turun ke bawah setelah payudara, aku menjilati seluruh tubuhnya, badan, perut dan sampailah ke selangkangannya dimana aku sudah jongkok sehingga bulu halus yang menutupi vaginanya persis di hadapanku, bau harum tercium dari vaginanya.

Aku pun kagum karena Ninik merawat vaginanya se-baik-baiknya. Bulu halus yang menutupi vaginanya aku bersihkan dan kumulai menjilati liang vaginanya.

“Ssshh.. sshh.. argh.. aghh… aw… sshhh.. trus… Pak.. sshh… aakkkhh…”

Aku makin kagum pada Ninik yang telah merawat vaginanya karena selain bau harum, vagina Ninik yang masih perawan karena liangnya masih rapat, rasanya pun sangat menyegarkan dan manis rasa vagina Ninik.
Jariku mulai kucoba dengan sesekali masuk liang vagina Ninik diselingi oleh lidahku.

Rasa manis vagina Ninik yang tiada habisnya membuatku makin menusukkan lidahku makin ke dalam sehingga menyentuh klitoris-nya yang dari sana rasa manis itu berasal. Ninik pun makin menggelinjang dan meronta-ronta keenakan tapi tangannya malah menekan kepalaku supaya tidak mele-paskan lidahku dari vaginanya.

“Auwwwhhh… aahhh… terus.. sedappp… Pakkkh…”
“Nik…sshh….ahhh vaginamu sedap sekali… kalau begi-ni… …setiap malam aku pingin begini terus…”
“Mmm.. yaaaah.. Pak.. terus.. Pak… oohhh…”

Ninik makin menjerit keenakan karena lidahku kupeli-ntir ke dalam vaginanya untuk menyedot klitorisnya.

Setelah hampir 30 menit vagina Ninik kusedot-sedot, keluarlah cairan putih kental dan manis serta menyegar-kan membanjiri vagina Ninik, dan dengan cepat kujilat habis cairan itu yang rasanya sangat sedap dan menye-garkan badan.

“Ooohhh… ough… arghhh… sshh.. Pak, Ninik… keluar.. nihhh… aahhh… sshh…”
“Nik… cairanmu… mmmhh… sedap.. sayang… boleh.. saya masukin sekarang… batang saya ke vagina kamu? mmhh.. gimana sayang…”
“Hmmm… boleh Pak.. asal.. Ibu nggak tahu…”

Ninik pun lemas tak berdaya setelah cairan yang keluar dari vaginanya banyak sekali tapi dia seakan siap untuk dimasuki vaginanya oleh batangku karena dia menyen-der dinding kamar mandi tapi kakinya direnggangkan. Aku pun langsung mendempetnya dan mengatur posisi batangku pada liang vaginanya.
 Cerita Ngentot Pembantu Sexy Bikin Merangsang
Setelah batangku tepat di liang vaginanya yang hangat, dengan jariku kubuka vaginanya dan mencoba menekan batangku untuk masuk vaginanya yang masih rapat.

“Ohhh… Ninik.. vaginamu rapat sekali, hangat deh rasanya… saya jadi makin suka nih…”
“Mmmmhh… mhhh.. Pak.. perih.. Pak… sakit…”
“Sabar.. sayang.. nanti juga enak kok, sabar ya…”

Berulang kali kucoba menekan batangku memasuki va-gina Ninik yang masih perawan dan Ninik pun hanya menjerit kesakitan, setelah hampir 15 kali aku tekan keluar-masuk batangku akhirnya masuk juga ke dalam vagina Ninik walaupun hanya masuk setengahnya saja.

Tapi rasa hangat dari dalam vagina Ninik sangat meng-asyikan dimana belum pernah aku merasakan vagina yang hangat melebihi kehangatan vagina Ninik mem-buatku makin cepat saja menggoyangkan batang kontol-ku maju-mundur di dalam vagina Ninik.

“Nik… vaginamu hangat sekali, batangku rasanya di-steam-up sama vaginamu…”
“Iya.. Pak, tapi masih perih Pak…”
“Sabar ya sayang…”

Kukecup bibirnya untuk menahan rasa perih vagina Ninik yang masih rapat alias perawan sedang dimasuki batangku yang besarnya 29 cm dan berdiameter 5 cm, wajar saja kalau Ninik menjerit kesakitan. Payudaranya pun sudah menjadi bulan-bulanan mulutku, kujilat, kukenyot, kusedot dan kugigit putingnya.

“Aaaaahh.. ahhh.. aaaah.. auuuww… Pak… iya Pak.. enak deh…. rasanya ada yang nyundul ke dalam memek Ninik.. ..aaaaahh…”

Ninik yang sudah merasakan kenikmatan ikut juga menggoyangkan pinggulnya maju-mundur mengikuti iramaku. Hal ini membuatku merasa menemukan kenik-matan tiada tara dan membuat makin masuk lagi ba-tangku ke dalam vaginanya yang sudah makin melebar. Kutekan batangku berkali-kali hingga rasanya menem-bus hingga ke perutnya dimana Ninik hanya bisa me-mejamkan mata saja menahan hujaman batangku berkali-kali.

Air pancuran masih membasahi tubuh kami membuat-ku makin giat menekan batangku lebih ke dalam lagi. Muka Ninik yang basah oleh air shower membuat tu-buh hitam manis itu makin mengkilat sehingga mem-buat nafsuku bertambah yaitu dengan menciumi pipi-nya dan bibirnya yang merekah. Lidahku kumasukan dalam mulutnya dan membuat lidah kami bertautan, Ninik pun membalas dengan menyedot lidahku mem-buat kami makin bernafsu.

“Mmmhh… mmmhhh… Pak.. batangnya nikmat sekali, Ninik jadi.. mmauu… tiap malam seperti ini.. aaakh… aakkhh.. Paaakkhh.. Ninik keeluuaarrr.. nniihh…”

Akhirnya bobol juga pertahanan Ninik setelah hampir satu jam dia menahan seranganku dimana dari dalam vaginanya mengeluarkan cairan kental yang membasahi batangku yang masih terbenam di dalam vaginanya, ta-pi rupanya selain cairan, ada darah segar yang menetes dari vaginanya dan membasahi pahanya dan terus me-ngalir terbawa air shower sampai ke lantai kamar mandi dan lemaslah tubuhnya, dengan cepat kutahan tubuh-nya supaya tidak jatuh.

Sementara aku yang masih segar bugar dan bersema-ngat tanpa melihat keadaan Ninik, dimana batangku yang masih tertancap di vaginanya. Kuputar tubuhnya sehingga posisinya doggy style, tangannya akutuntun untuk meraih kran shower, sekarang kusodok dari be-lakang. Pantatnya yang padat dan kenyal bergoyang-goyang mengikuti irama batangku yang keluar-masuk vaginanya dari belakang. Vagina Ninik makin terasa hangat setelah mengeluarkan cairan kental.

Hal itu membuatku merasakan nikmat yang sangat se-hingga aku pun memejamkan mata dan melenguh.

“Ohhh… ooohhh.. Nik.. vaginamu sedap sekali, baru kali ini aku merasakan nikmat yang sangat luar biasa… aakkh.. aakkhh… sshhh…”

Ninik tidak memberi komentar apa-apa karena tubuh-nya hanya bertahan saja menerima sodokan batangku ke vaginanya, dia hanya memegangi kran saja. Satu jam kemudian meledaklah pertahanan Ninik untuk kedua kalinya dimana dia mengerang, tubuhnya pun makin merosot ke bawah dan cairan kental dengan derasnya membasahi batangku yang masih terbenam di dalam vaginanya.

“Aaaaaakhhh… aaaaaaakkhh… Paaaaaaaaaak… Pakkhh… nikmattthhh…”

Setelah tubuhnya mengelepar dan selang 15 menit ke-mudian gantian tubuhku yang mengejang dan mele-daklah cairan kental dari batangku dan membasahi li-ang vagina Ninik dan muncrat ke rahim Ninik, yang disusul dengan lemasnya tubuhku ke arah Ninik yang hanya berpegang pada kran sehingga kami terpeleset dan hampir jatuh di bawah shower kamar mandi.

Batangku yang sudah lepas dari vagina Ninik dan ma-sih menetes cairan dari batangku, dengan sisa tenaga kugendong tubuh Ninik dan kami keluar dari kamar mandi menuju kamar tidur dan langsung ambruk ke tempat tidurku secara bersamaan.

Aku terbangun sekitar jam 10.30 malam, itupun karena batangku sedang dikecup oleh Ninik yang sedang membersihkan sisa-sisa cairan yang masih melekat pada batangku, Ninik layak anak kecil menjilati es loli. Aku usap kepalanya dengan lembut. Setelah agak kering Ninik bergeser sehingga muka kami berhadapan. Dia pun menciumi pipi dan bibirku.

“Pak.. Ninik puas deh……. batang Bapak nikmat sekali pada saat menyodok-nyodok memek Ninik, Ninik jadi kepingin tiap hari deh, apalagi di saat air hangat me-ngalir deras di rahim Ninik… kalau Bapak gimana? Puas nggak.. sama Ninik…?”
“Nik.. Bapak pun puas sekali.. Bapak senang bisa nge-bongkar vagina Ninik yang masih rapat.. terus terang… baru kali ini Bapak puas sekali bermain, sejak dulu sama istriku aku belum pernah puas seperti sekarang… ma-kanya saya mau Ninik siap kalau saya datang dan siap jadi istri kedua saya… gimana..?”
“Saya mah terserah Bapak aja.”
“Sekarang saya pulang dulu yach.. Ninik… besok aku ke sini lagi…”
“Oke… Pak.. janji yach… vagina Ninik maunya tiap hari nich disodok punya Bapak…”
“Oke.. sayang…”

Kukecup pipi dan bibir Ninik, aku mandi dan setelah itu kutinggal dia di apartemenku.

Sejak itu setiap sore aku pasti pulang ke tempat Ninik terlebih dahulu baru ke istriku, sering juga aku beralasan pergi bisnis keluar kota pada istriku, padahal aku menikmati tubuh Ninik pembantuku yang juga istri keduaku, hal ini sudah kunikmati dari 3 bulan yang lalu dan aku tidak tahu akan berakhir sampai kapan, tapi aku lebih senang kalau pulang ke pangkuan Ninik.

Ohhhh.. Ninik, pembantuku dan juga istri keduaku.

***

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa, tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru Foto Hot 2016 

Cerita Sex Lita, Mahasiswi PTS

Orisex web dewasa yang berisikan "Cerita Sex Lita, Mahasiswi PTS " cerita sex 2016, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa terbaru dan foto bugil tante bispak abg hot. 

 Cerita Sex Lita, Mahasiswi PTS - Ist

Cerita Sex Terbaru | Keluar dari SMU saya ingin sekali kuliah di Ibu Kota Propinsi Jawa Tengah, dan akhirnya saya pun diterima di PTS yang sangat ternama di kota itu, maklum sudah dua kali ikut ujian PTN ga lolos trus.

Waktu perkuliahan pun terus berjalan, dan setelah 3 bulan lebih saya mulai akrab dengan Lita ini dan mulai sering ngobrol (sebelumnya hanya kenal senyum saja, ataupun hanya menanyakan tugas mata kuliah). Dan ternyata Dia ini lagi cuti kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta hukum terkenal di Ibu Kota Propinsi Jawa Tengah, tapi saya lupa waktu itu dia semester berapa, yang saya ingat waktu itu saya berumur 19 tahun dan dia berumur 22 tahun. Dan ternyata dia sudah punya pacar. Waduh hatiku lemas, walaupun sudah jarang ketemu tetapi statusnya masih resmi pacaran.

Saat kami berdua ngobrol, dia suka curhat tetapi saya suka mencuri pandangan ke arah buah dadanya yang indah menawan itu. Waduh pokoknya bulat tegap dan sedikit runcing, begitu juga kulitnya tidak satupun bekas goresan luka, hanya putih mulus dan pantatnya bulat menantang. Kalau dilihat dari belakang, waduh.. membuat kemaluan saya berdiri tegap dan ingin kuremas-remas dan ditancap dari belakang. Bayangkan kalau berjalan dia berlenggang-lenggok. Dia memiliki rambut yang indah, hitam dan panjang, berhidung mancung, berbibir tipis, alis dan bulu mata yang lentik (tapi seperti cewek bule). Dan memang cewek ini anak seorang yang kaya raya.
Cerita Sex Lita, Mahasiswi PTS
Dan kami pun menjadi dekat dan akrab, tapi tidak tahu dia itu sukanya bareng dan jalan sama saya saja. Padahal kan banyak teman cewek di kampus itu ataupun cowok yang lain. Yaa.. tapi saya pun sangat senang sekali bisa jalan bareng sama Lita, Dia pun sering mengajak saya main ke rumahnya. Namun itu tidak pernah terjadi, mungkin saya tidak biasa main ke rumah cewek. Dan akhirnya dia ingin main ke rumah saya, waduh saya juga bingung karena saya juga belum pernah kedatangan teman cewek apalagi seperti dia, tapi dia terus memaksa saya.

Suatu hari di kampus, mata kuliah satu sudah selesai dan harus masuk lagi untuk mata kuliah yang kedua, tapi waktunya sore hari, dan ketika sudah selesai mata kuliah satu, kami pun merasa BT kalau di kampus saja, dan Lita memaksa saya untuk main ke rumah saya, katanya ingin tahu tempat tinggal saya dan sekaligus ingin curhat. Ya untungnya rumah saya itu hanya ada saudara saya (karena saya tidak tinggal bersama orang tua) dan rumah itu milik nenek saya. Oleh karena itu kehidupan saya bebas dan saling cuek sama anggota keluarga lainnya di rumah itu. Tidak ada saling curiga atau hal apapun, yang penting tidak saling merugikan satu sama lain.

Kami pun berdua pergi ke rumah saya. Siang bolong, ketika sudah sampai di rumah, Lita saya persilakan masuk ke kamar saya dan ternyata saya tidak grogi atas kedatangan cewek cantik ini. Dan ketika baru mengobrol sebentar lalu dia bicara, “Bimo tambah panas ajah yaah hawa di Semarang sekarang ini.”

“Iya nih!” sambil kubawakan minuman dingin yang sangat sejuk sekali.
“Bim… boleh nggak saya buka baju, kamu jangan malu Bim, saya masih pake pakaian dalam kok, habis panasss siiihh…”

Waduh memang saya merasa malu waktu itu dan sedikit deg-degan jantungku.

“Aduuh gimana kamu ini, emang kamu nggak malu sama aku?” bantahku.

Tapi kan dia sudah ngomong kalau dia masih memakai pakaian dalam. Kemudian saya keluar kamar sebentar untuk mengambil makanan ringan di lemari es, dan ketika saya memasuki kamar lagi, ya ampun.. pakaian dalam sih pakaian dalam tapi kalau ternyata kalau itu BH yang super tipis dan kelihatan puting susunya. Waduh, saya sangat grogi waktu itu dan saya pun sering memalingkan wajah, tapi tidak dapat dipungkiri, kemaluan saya pun berereksi dan aliran darah saya pun mengalir tidak karuan, apalagi hawa sedang panas-panasnya.

“Ayo sekarang kamu mau curhat lagi?” kataku.
“Nggak sih Bim, saya udah minta putus sama dia (pacarnya-red) dan dia setuju untuk resmi putus.”
“Ya udah… abis gimana lagi”, katanya.
Cerita Sex 2016 Lita, Mahasiswi PTS
Dalam hatiku, asyik dia sudah putus, dan saya pun berpura-pura bersedih, karena memang kasihan melihat wajahnya sedikit pucat dan sedikit menangis. Dia memelukku sambil sedikit bicara kepadaku, tapi itu lho anuku tidak bisa diam dan semakin panas saja suhu tubuhku. Ketika kuelus rambut dan punggungnya, eh dia menciumku dan kubalas ciumannya dan dia membalas lagi, semakin lama kami berciuman dan dia memasukkan lidahnya ke mulutku. Waduh, ini benar-benar mengasyikan dan terus terang ini adalah pertama kali bagiku.

Dan dia pun mengeluarkan suara desahan yang sangat lembut dan sensual, dan dituntunnya tanganku ke buah dadanya, langsung saja kuremas-remas dan BH-nya pun kubuka. Wow, buah dada yang sangat indah, putih, bulat berisi dan mancung serta puting yang bagus, sedikit warna merah di seputar putingnya dan berwarna coklat di puncaknya, sekali-kali kupelentir putingnya dan dia pun mendesah kuat,

“Ssstthhh ha.. hah.. aahh.. okhs Bim, bagus Bim, eeenakk”, suaranya yang kecil dan merdu.

Dia membuka bajuku dan aku kini dibuatnya telanjang, tapi aku hanya pasrah saja, tidak ada rasa malu lagi.

“Apa kamu sering melakukan ini sama pacar kamu?” kataku.
“Iya Bim, tapi nggak sering.. aaksshhh…” kata dia sambil mendesah, tanganku diarahkannya ke liang kemaluannya, dan langsung kuelus-elus sambil lidahku menjilat putingnya yang indah itu.

Sedikit-sedikit kuselingi dengan gigitan ringan tepat di puncaknya, dan dia menggeliat keenakan. Dan kemaluannya pun basah. Kubuka celananya dan celana dalamnya secara perlahan.

Oh iya, kami melakukannya di sofa kamarku tepat di depan TV dan stereo-set. Dan kami lagi sedang mendengarkan lagu-lagu rock barat tahun 70-an, ketika kubuka CD-nya, yes.. dia memiliki kemaluan yang bagus, bulu sedikit, dan memang dia masih perawan, dengan pacarnya juga hanya melakukan oral sex. Tetapi saya belum berani untuk menjilat kemaluannya, saya hanya mengesekkan tangan saya ke bibir kemaluannya. Eh ternyata dia turun dari sofa dan menghisap batang kemaluanku,

“Aaakshh… hsstt oks!” dia menjilati biji pelerku dan dia mengisap kemaluanku lagi sambil dipegang dan dikocoknya.
“Waduuhhh… enak sekalii akkhhss…” aliran-aliran darahku mengalir dengan serentak dan ingin kumasukkan kemaluanku ke liang kemaluannya, tapi apa dia mau?

Beberapa menit kemudian..

“Bim, kamu punya barang gede enggak, kecil enggak, panjang enggak and pendek enggak, tapi bener Bim, saya sangat suka kamu punya barang”, katanya sambil berdiri dan lubang kemaluannya dihadapkannya ke wajahku aku semakin tidak kuat saja.
Cerita Dewasa Lita, Mahasiswi PTS
Langsung saja kujilat liang kemaluannya. Wah agak bau juga nih, tapi bau yang enak. Semakin lama semakin asyik dan sangat enak, dan dia pun merintih-rintih kecil, “Uwuuhh ooo… sstt akhs… akhs… akhs… ooohhh aahh… sstth”, sambil tubuhnya agak bergerak nggak karuan, mungkin jilatanku belum pintar tapi kulihat dia sedang keasyikan menikmati jilatanku.

Lalu dia berdiri dan menarik tubuhku ke lantai. Di situ kami berciuman lagi, entah kenapa aku merasakan sesuatu yang hangat di sekitar liang kemaluannya, kuingin batang kemaluanku dimasukkannya ke lubang kemaluannya. Soalnya aku masih ragu. Tapi saya memberanikan untuk bicara.

“An, kamu masih perawan nggak?”
“Iya… aksshhh… ssstt… ssstt aakhs”, katanya. Ternyata dugaanku benar.
“Tapi sama pacar kamu itu?”
“Iya tapi kalau aku sama dia hanya oral aja”, kata Ani.
“Tapi Bim, gimana kalau kita ini sekarang…” dia tidak melanjutkan pembicaraannya.

“Okh… ookh… okh… ssstt…” dia mencoba untuk memasukan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya dengan bantuan tangannya.

Dengan begitu, aku pun berusaha untuk memasukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya, dan secara perlahan kugesekkan batang kemaluanku ke liang kemaluannya dan sedikit demi sedikit kumasukkan kemaluanku, tapi ini hanya sampai kepala aja, dan… “Ooohh aaakksshh.. ahh.. ah.. aahh.. oohh… sset”, dia merintih- rintih. Aku terus menggenjot dia.

“Bim, ternyata pedih juga, aahhh!” katanya.
“Tapi teruskan saja Bim…”.

Kulihat wajahnya memang mengkhawatirkan juga, tapi yang kurasakan adalah kenikmatan, meskipun itu masih tersendat-sendat dan sedikit kehangatan,

“Ookkhhss… sstt, aduh nikmatnya”, kataku.

Dan memang ada sedikit darah di batang kemaluanku dan yes.. semua batang kemaluanku masuk, dan benar-benar nikmat tiada tara, dan hilanglah perawannya dan perjakaku.
Cerita Sex Mesum, Mahasiswi PTS
“Sssttt.. sssttt..” desahannya yang merdu dan menggairahkan apalagi didukung oleh kecantikannya dan mulus kulitnya.

Dan kami masih melakukan gaya konvensional dan terus kugenjot naik turun, naik turun dan tumben, aku masih kuat dan menahan kenikmatan ini, karena kalau aku sedang onani, tidak selama ini. Di lantai itu kami melakukannya serasa di surga. “Assh.. asshh.. aakss.. ooohh.. aksh.. sstt”, dia menjerit-jerit tapi biarlah kedengaran oleh saudaraku, yang lagi nonton TV di ruang keluarga.

Karena pasti suara jeritan Lita ini kedengaran.

“Terus Bim, aduhh Bim kok enak sih… aaksss ssttss…” katanya sambil merem melek matanya dan bibirnya yang aduhai melongo ke langit dan langsung kujilat lidahnya.
“Duuhhh aaahss sstt duh An, aku mau keluar nih!” kataku.
“Uuhhsss ssttt jangan dulu dong Bim… bentar lagi aja”, katanya.

Tapi memang saya waktu itu sudah nggak kuat, ehh ternyata…

“Sss ooohh akkhhss… ooohh, duh Bim boleh deh sekarang, kamu dikeluarinnya di sini aja”, sambil ditunjukanya ke arah payudaranya. Dan…
“Creett… cret… cret… crret” dan air maniku yang banyak itu menyemprot ke payudaranya dan sekitar lehernya.

Selesailah main-main sama Lita, dan waktu pun menunjukan arah jam 5 lebih dan memang kami sudah telat untuk pergi lagi ke kampus memasuki pelajaran Mata Kuliah kedua.

Kami berdua terkulai dan ketiduran di lantai itu dalam keadaan masih telanjang, dan lagu di stereo tape-ku pun sudah lama habis. Bangun-bangun sudah hampir jam 19.00, kami pun bergegas berpakaian dan aku pergi ke kamar mandi untuk mandi, sesudah saya selesai mandi dia juga mandi, dan akhirnya kami pergi jalan-jalan sekalian mencari makan. Kami pergi ke daerah Merdeka dan makan.
 Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
Sesudah itu kami nonton di Bioskop. Di E-Plaza (EP), lupa lagi waktu itu kami nonton apa. Sesudah selesai nonton Lita tidak mau pulang dia ingin menginap di rumah saya. Waduh celaka juga nih anak, ketagihan atau dia lagi ada masalah dengan keluarga di rumahnya.

Setelah kami berbincang-bincang, ternyata dia tinggal tidak bersama orang tuanya, sama seperti saya. Dia tinggal bersama bibinya, dan memang tidak ada perhatian bibinya kepada Lita. Dan kami berdua pulang ke rumah saya dengan membawa makanan ringan, minuman (beer dan Fanta). Sesampainya di rumahku, kami berdua mengobrol lagi sambil menonton TV, dan kusuruh dia tidur duluan, kamipun tidur sambil berpelukan terbuai terbawa oleh mimpi indah kami berdua.

Sejak saat itulah kami resmi berpacaran, dengan begitu makin sering juga kami melakukan perbuatan “nikmat” seperti yang telah kami lakukan sebelumnya.

***

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa, tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru Foto Hot 2016 

Cerita Sex Cinta Ana

Orisex web dewasa yang berisikan "Cerita Sex Cinta Ana" cerita sex 2016, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa terbaru dan foto bugil tante bispak abg hot. 


Cerita Sex Cinta Ana, cerita sex, cerita dewasa
Cerita Sex Cinta Ana - Ist

Cerita Sex Terbaru | Pada suatu hari di kantorku, ketika aku sedang tidak begitu ada kerjaan, tiba-tiba aku teringat kalau 3 hari lagi adalah ultahnya Ana. Wah, kayaknya perlu diberi kejutan nih selama 2 hari 2 malam di hari jadinya. Di otakku langsung saja terbayang hal-hal yang berbau seksual. Kupikir aku perlu ambil cuti 2 hari nanti, begitu juga Ana. Lebih baik kutelpon dia sekarang.

“Halo, selamat siang, bisa bicara dengan Ana”

Tak lama kemudian,

“Halo Faris sayang, ada apa nih”, Ana bermanja-manja padaku.
"Ndak ada apa-apa, cuma pengen ngajak kamu keluar makan siang nanti, bisa enggak nih”, tanyaku.
“Oh kalau itu sih pasti bisa, kemana nih”
“bagaimana kalau di kantin deket kantor kamu, oke??”
“Oke boss, saya tunggu yah, awas, jangan sampe telat!”, sambil ketawa-ketawa.
“Bye” lalu Ana menutup teleponnya.
Cerita Sex Cinta Ana
Lalu aku pun kembali bekerja, tapi di kepalaku sedang terbayangkan kira-kira apa yang bakal aku belikan buat dia nanti. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11.35. Wah, aku harus cabut nih, tak boleh telat. Untung boss sedang keluar kantor, jadi aku tak perlu minta ijin dulu.

Akhirnya sampailah aku di kawasan perkantoran di daerah Sudirman. Setelah parkir, buru buru aku pergi ke kantin yang sudah dijanjikan. Kulihat Ana melambaikan tangannya dari jauh.

“Hai Ris!” Kami lalu mencari tempat makan yang sepi, namanya juga berduaan, mana enak makan di tempat yang rame banget. Setelah memesan makanan dan duduk di pojokan, lalu akupun berkata
“Eh, Na, di kantor kamu lagi banyak kerjaan nggak?”.
“Emangnya kenapa” Ana terlihat penasaran
“Kalau enggak sibuk, bagaimana kalau kamu minta cuti sama boss kamu selama 2 hari mulai tgl 12″.
“Buat apa Ris, apa kamu sedang merencanakan sesuatu?”
“Sesuatu yang akan membuat kamu tergila-gila”
“Apa tuhhh”
“Tunggu aja tanggal mainnya sayang” sambil kucubit lembut pipinya.

Selesai makan, kuantar Ana ke kantornya, lalu akupun balik ke kantorku dan menyelesaikan pekerjaanku. Kira-kira 2 jam kemudian, Ana menelepon.
Cerita Dewasa Cinta Ana
“Halo Ris, saya udah ngomong sama bossa” katanya dengan suara lemas.
“Lalu apa katanya” tanyaku penasaran.
“Saya tidak dapet cuti 2 hari”
“Yah payah boss kamu, Na. Kalau begitu nanti saya culik kamu pas harinya”
“Nah, kabar baiknya, saya dikasih cuti 3 hari, ha ha ha, kena kamu”, Ana tertawa terbahakbahak.
“Hey, dasar kurang ajar kamu, dasar setan cantik, nger jain orang aja bisanya”
“Biarin, daripada kamu setan jelek”
“Yah udah, entar surprisenya kagak jadi deh”
“Jangan ngambek dong sayang, setan cantik khan cuma bercanda”
“Yah udah, 2 hari lagi saya ke tempat kamu abis pulang kerja”
“Oke deh, kutunggu dikau nanti, bye bye sayang”
“Bye bye” “klik”, lalu aku menemui bossku untuk minta cuti, dan untungnya dapet juga, mumpung bossku mood-nya lagi bagus hari ini.

Tak terasa, 3 hari pun berlalu. Sepulang kerja, kujemput Ana di kantornya, lalu kami pergi ke supermarket untuk membeli makanan selama 3 hari, soalnya kami merencanakan untuk tidak kemana-mana selama liburan. Tidak lupa aku membeli madu 1 botol.
Cerita Mesum Cinta Ana
“Lho Ris, buat apa beli gituan” Ana menatapku dengan heran.
“Itu bagian dari surprise tersebut, tunggu aja, yang pasti kamu bakalan merem melek nantinya” kataku mantap.
“Wah, saya jadi penasaran nih sama surprise kamu”
“Just wait ‘n see, honey” Selesai belanja lalu kami bergegas menuju apartemen Ana.

Sesampainya di apartemen, aku langsung menarik Ana menuju kamar mandi.

“Sabar dong boss, kayak enggak ada hari esok aja” katanya manja.
“Ultah kamu khan hari ini, so pasti memang tidak ada hari esok” kataku sambil melepas bajunya satu persatu.

Setelah ia bugil total, lalu kujilat buah dadanya, mulai dari putingnya ke dasarnya. Kuhisap-hisap putingnya dengan lembut.

“Oooohhhh Ris, enak sekali, terussss” desah Ana

Ketika Ana ingin membuka bajuku, kutahan tangannya.

“Sayang, buka dong, nggak adil nih”

Lalu kulepaskan semua pakaianku sehingga terlihat senjataku mengacung sangat tegak, ketika
Ana ingin meraihnya, kukatakan padanya,

“Say, jangan dulu, hari ini kamu akan menjadi ratu, biarkan daku melayanimu sampai puas”

Setelah itu, lalu kubasahi seluruh badannya, dan kusabun seluruh lekuk tubuhnya, tak lupa buah dadanya kuremas lembut lebih lama. Kuputar-putar putingnya, Ana hanya bisa mendesah nikmat. Lama juga aku bermain di dadanya, kira-kira ada 15 menit. Setelah itu tanganku mulai turun ke selangkangannya. Kumainkan klitorisnya, Ana semakin mengerang hebat.

“Toonnnn, teerruss, terusss, auuughhh, enak sekali, terrruss”
“Ris, masukin dong penis kamu, saya udah gak tahan nihhh”
“Oh, yang itu nanti sayang, sabar aja”
“Tapi saya pengen banget nih, oohhh”
“Sabar aja, pokoknya hari ini kamu jadi ratuku, Aku bakalan membuat kamu orgasme ratusan kali selama 3 hari ini”
“Saaayyy, tulang saya bisa copot nih orgy ratusan kali”
“Biarin, salah sendiri punya body seksi sekali”
“Ahh aahhh aaahhh, seeessstt, guaa kayaknya pengen nyampe nih sayyy” Ana meracau tak menentu.
Cerita Mesum Cinta Ana
Kupercepat gerakan jariku memainkan klitorisnya, sementara jariku yang lain sedang dihisaphisapnya seolah-olah ia sedang menghisap penisku.

“Aaaarrrggghh, I’m comminngg, honey, commiiingg, commiiingg, ohhhh”

Pinggulnya bergerak maju mundur sementara badannya melengkung kaku ke belakang, sepertinya Ana sangat menikmatinya.

“Ris, tadi rasanya enak sekali seolah olah kamu lagi meng-onani vagina saya, ohh” Ana mendesah pelan.
“Oh, itu masih belum apa-apa, nanti masih ada lagi yang lebih hebat sayy ” kataku sambil meremas-remas buah dadanya.
“Wah, mati aku deh, bisa bisa nanti kagak bisa kerja”

Kubilas tubuhnya dari busa yg masih melekat, terutama di bagian vaginanya karena banyak sekali cairannya yang mengalir keluar. Setelah tubuh Ana bersih, lalu akupun mulai menyabuni diriku sendiri. Tapi tanpa kusadari tiba-tiba Ana memelukku dari belakang dengan kuat lalu satu tangannya menangkap penisku.

“Eh kenapa say, kan saya bilang nanti” sambil aku melawan sedikit.
“Khan hari ini ultahku, kamu mesti nurut sama saya, kalau kamu bisa bikin saya orgy ratusan kali, saya juga mesti sedot sperma kamu sampai habis, baru adil” kata Ana sambil menyeringai manis.
“Ya udah deh, saya nyerah sama ratuku, tapi bilas dulu dong sabunnya”.

Lalu Ana membersihkan sabun terutama di sekitar penisku, lalu ia mulai mengocok-ngocok dan memainkan penisku, kadang pelan kadang cepat, ia mengocok sambil matanya menatapku dan tersenyum manis sekali.

“Bagaimana sayang, enak khan seperti ini?” Ana tersenyum manis sekali
“Ohhh, aduuuh, enak sekali sayang, ohhh, uhhhh, wajah kamu manissss sekali sayangku” kataku sambil menahan rasa nikmat yang tidak terkira.
“Saaaayyyy, ganti dong pake mulut kamu”

Lalu dia dekatkan kepalanya, dan dijulurkan lidahnya. Kepala batang kejantananku dijilatinya perlahan, seolah olah sedang menjilati es krim. Lidahnya mengitari kepala senjata meriam aku. Semilyard dollar… rasanya… wow… enak sekali. Aku hanya bisa merem melek menikmatinya sambil bersandar di bath tub. Lalu dikulumnya batang kejantananku. Aku melihat mulutnya sampai penuh rasanya, tetapi belum seluruhnya tenggelam di dalam mulutnya yang mungil. Bibirnya yang tipis terAnan keluar masuk saat menghisap maju mundur.
Cerita Ngentot Cinta Ana
Ana memasukkan dan mengeluarkan kejantananku dari dalam mulutnya berulang-ulang, naik turun.

Gesekan -gesekan antara kemaluanku dengan dinding mulutnya yang basah membangkitkan kenikmatan tersendiri bagi diriku.

“Auuh… aahhh…” akhirnya aku sudah tidak tahan lagi.

Batang kemaluanku menyemprotkan sperma kental berwarna putih ke dalam mulutnya. Bagai kehausan, Ana meneguk semua cairan kental tersebut sampai habis.

“Duh, masa baru begitu saja sudah keluar.” Ana meledek aku yang baru bermain oral saja sudah mencapai klimaks.
“Na.., saya… udah 3 hari nih… tidak bercumbu dengan kamu…” jawabku terengah-engah.
“Tapi lumayan banyak juga sperma kamu, kayaknya boleh nih tiap 3 hari saya isep penis kamu, biar saya tambah awet muda” katanya tanpa melepas pegangannya dari penisku.
“Whatever you want, my queen” kataku sambil mencium bibirnya.
Lalu Ana mulai menyabuni seluruh tubuhku, terutama di sekitar penisku agak lama, sehingga mau tidak mau penisku bangun lagi. Ana mulai memainkannya lagi.

Tapi aku tidak mau keluar lagi, jadi harus kustop dia.

“Eh, Na, stop dulu, entar saya keluar lagi nih” kataku sambil menahan nikmat.
“Biarin aja, salah sendiri kenapa penis kamu gampang terangsang” katanya sambil tertawa.

Lalu ia melanjutkan menyabuniku, setelah itu ia membilas tubuhku, oh rasanya segar sekali, nikmat sekali rasanya dimandikan oleh pacarku ini, sesekali ia menjilat-jilat kepala penisku, sesekali ia menghisapnya, sambil matanya menatapku, oh manis sekali wajahnya. Selesai itu, aku mengambil handuk mengelap seluruh tubuhku dan tubuhnya, tak lupa aku melakukan gerakan memijat ketika sedang mengelap buah dadanya, ia hanya bisa merem melek sambil mulutnya megap-megap Lalu kutarik dia ke kamarnya, kuambil selimut baru lalu kugelar di atas lantainya. Kulihat Ana sepertinya penasaran dengan tindakanku ini.
Cerita sex, cerita mesum dan cerita dewasa
“Lho Ris, ngapain kamu”
“Ini surprisenya, sayang, nah sekarang kamu baring aja di atas selimut, saya ambil madu dulu”
“Wah kayaknya saya bakalan orgy gila-gilaan nih”
“Iya say, tunggu aja” teriakku sambil mengambil madu dari kulkasnya.

Sekembalinya ke kamar, kulihat Ana masih berbaring, lalu aku duduk di atas pahanya, kubuka botol madu lalu kutuang di atas badannya, kulihat dia terkejut sedikit, mungkin akibat dinginnya madu tersebut, kugosok-gosok madu tersebut di seluruh tubuhnya, terutama di buah dadanya.

“Aaahh… Ris… sshhhss…” erang si Ana ketika kuusap-usap permukaan dadanya rata terbungkus madu kecuali putingnya.
“Sshhh… terusss… Ris ciumin dong…” Dia menggigit bibirnya sendiri.
Wah, ternyata dia suka surprisenya, aku cium putingnya sambil memainkan lidahku melilit-lilit puting merah muda itu, kemudian kugigit manja.
“Aahhh… ssshhhss… aku mao keluar Ris… sshshhh bagaimana nih…” erangnya.

Segera kugosokkan madu ke arah paha dalamnya secara perlahan terus sampai mendekati daerah lipatan yang sangat hangat itu.

“Ahh… sshshs… Ris… jilat dong.. udah nggak tahan nih.. sss…” lirihnya.
“Sshhh hmmm… kok diam… please…” rengek Ana.
“Tunggu ya….” jawabku.

Kemudian segera kujilati lubang kemaluannya sambil mengusap-usap pAnadaranya, dan mulai kujilati bibir luar vaginanya

“Ahhh… Ris… terus ssshhh… kamu… di situ… ssshh,” erangnya.

Dengan lidah kukait-kait klitorisnya sambil kutelusuri garis bibir vaginanya. Sambil menggoyangkan pinggulnya kiri-kanan Ana berkata,

“Yesss… di situ… ahhh… ssshs…” katanya ketika mulai kuhisap dan menjilati klitorisnya.

Setelah membesar, aku tusuk-tusukkan lidahku di liang senggamanya tetapi tak kuduga reaksinya.

“Aahhh… shshshsh mmmhh ssss… terussss hhhmm,” Ana menggelinjang-gelinjang sambil memaju-mundurkan pinggulnya, vaginanya seolah-olah merebut lidahku untuk masuk lebih dalam kerongga nikmat itu, sementara batang kemaluanku sudah merah padam dari tadi ingin segera menggantikan lidahku.
“Ahhh… teruuusss… teruuusss.. lebih cepaat… sssh…” gelinjang Ana semakin cepat.
“Shshsss… aku hampiiirrr… shshhh… mmyamyam memem.. sss,” suaranya semakin kacau.

Pantatnya semakin cepat mengocok lidahku, sehingga selimut di lantai itu berantakan. Ketika gerakan lubang kemaluannya makin rutin, segera kuhentikan dan kutarik lidahku, terlihat alis si Ana mengkerut seperti sedang bertanya-tanya, sementara dadanya masih naik-turun dengan cepat. Tanpa menunggu lebih lama lagi, secepatnya kuposisikan kepala penisku ke lubang hangat dan basah itu.

“Ahh… sshsh mmmm…” erang manja si Ana. Memang penisku tidak terlalu besar, hanya kepalanya agak besar dan melengkung ke atas seperti terompet tapi panjang.

Badan Ana menjadi kaku seakan menantikan sesuatu

“Rileks sayang… sebentar kita lanjutkan perasaanmu,” bisikku.

Kemudian kudorong perlahan kepala penisku. Setelah kepala penisku masuk, secara bertahap kudorong batangku agak dalam, kutarik lagi sedikit, dorong lebih dalam, tarik sedikit, sampai…

“Bluessss… duk…” kiranya sudah mentok kebentur ujung rahimnya, padahal belum semuanya masuk lho. Terasa di tangan kiriku kira-kira masih tiga lebar jariku tapi efeknya
“Ssshhh… mmmhhhh… aaahhh… auh!” jerit tertahan Ana.

Kurasakan agak banjir di dalam sana dan jepitan di sepanjang kepala penis sampai hampir seluruh batangku itu makin erat.

“Ahhh… sssh shshss…” aku coba konsentrasi karena vagina yang nikmat dan sangat sempit ini mencoba menarik semua spermaku sehingga kepala penisku membesar dan berdenyut-denyut menahan kenikmatan yang nyaris memancar.

Kemudian aku coba goyang secara perlahan, makin lama makin cepat. Kupraktekkan rumus ini itu sambil membuatnya menikmati setiap gesekan penisku serta mengalihkan pikiranku untuk melupakan nikmatnya lubang kemaluan Ana, sempitnya vaginanya. Tubuhnya yang sempurna, pAnadaranya yang ranum dan kencang yang tertekan dadaku.

“Ouch… ssshhh… hemmm…” sulit rasanya menghadapi kenyataan nikmat ini, apalagi setelah puncak kenikmatannya yang tertunda itu kembali melanda Ana, ini terbukti dengan goyangan pinggul dan pantatnya berputar dan sekarang maju-mundur, menentang setiap gerakanku yang semakin cepat tusuk dan tarik.
“Aahhh…”

Kucium dan kulumat bibirnya, kulilit lidahnya, kulihat dia tidak bisa menahan kenikmatan yang melanda itu, sehingga Ana pun membalas ciumanku dengan ganasnya. Geregetan, rangsangan, kenikmatan, itu yang mungkin ada di pikirannya.
Cerita sex, cerita mesum dan cerita dewasa
Setelah hampir setengah jam kami goyang (kurasa Ana sudah mau orgasme) dan akhirnya vaginanya mulai menjepit dan mengurut penisku cepat sekali. Dengan nafasnya yang memburu dan gerakan pinggulnya.

“Aaahhhh.. aku.. keluar.. ssshhmm.. aku keluar sayang… ssshs hh shsh,”

Ana mulai meracau tidak karuan sambil kakinya melingkari pinggangku dan menekan pantatku keras seakan-akan dia sanggup menelan penis panjangku sehingga kurasa bahwa setiap kutusuk vaginanya terasa ada benturan dan terus memutar di ujung dalam kenikmatannya.

“Sshshs aaassshhh… enak sekali… sssshhh… aduhhh.. sshshsh…” jerit tertahan Ana.

Aku pun semakin mempercepat gerakanku, aku goyang dan memaju-mundurkan agak kasar liang vagina sempit ini.

“Duk…bluessss… duuk… bluess…” kulihat pangkal penisku agaknya nyaris semuanya masuk,
“Sssh shhh shh… terussss… Ris… ssshhh,”
“Aku puas… ssshh hmmm… Ris… cepat… ssshh,” lanjutnya.
“Tubuhmu seksi… dan sempurna… sayang…apa boleh…” aku berbicara ngos-ngosan.
“Di… dalam… saja… shsh shhhh mmmhh…” Ana memotong sambil menaikkan pinggulnya sambil menekan pantatku serta membenamkan seluruh penisku seluruhnya
“Aaahhh… sssmmmhh hhmmm…”

Kurasakan vaginanya berdenyut-denyut keras membuat suara becek goyangan kami yang makin keras.

Aku sudah tidak kuat lagi, ilmuku seakan hilang, kesadaranku melayang. Kemudian sambil melenguh kutarik pinggulnya lengket ke pangkal penisku dan kujilat serta kugigit putingnya, kulepas semua spermaku.

“Aaahh… ssshh…”
“Crot… crot… crot…” Hampir enam atau delapan kali semprotan maniku melesat ke dalam rahimnya.
“Aaahh ss mmm… hmmm… enak… hangat…” Ana mengerang-erang, sambil terus menggoyangkan pinggulnya berputar-putar.

Dalam keheningan nikmat, kubiarkan penisku di dalam vaginanya yang masih terasa sempit, kucium lembut bibirnya dan Ana pun membalas manja, kemudian kutatap matanya sambil tersenyum. Sambil bersikap manja Ana memeluk diriku serta menggigit hisap leherku. Wah.. merah nih jadinya.

Aku kemudian mengangkat tubuhnya dan mengajaknya ke balkon untuk cari angin.

“Mau ngapain di balkon Ris?”, tanya Ana terheran -heran.
“Aku pengen menutup surprise-ku dengan mandi’in kamu”, kataku lagi.
“Bagaimana mandi’innya?, tanya Ana tambah heran tapi nurut saja ketika kurebahkan tubuhnya di atas kursi panjang tanpa senderan di balkon yang sepi itu.

Tanpa menunggu lama, segera kuakhiri surpriseku dengan mandi kucing, yaitu dengan menjilat-jilat lembut seluruh permukaan tubuhnya yang bermandi peluh bercampur madu dan berkilat terkena sinar rembulan yang membuatnya makin indah dengan posisinya yang menelentang pasrah itu. Ana senang sekali dengan perlakuanku itu, dan sambil mendesah kenikmatan dia berkata,

“Ris, kalau bisa kamu sering-sering nginap di sini, saya suka dijilati seperti ini.”

Kira kira ada 10 menit aku menjilatnya, lalu kugendong dia ke kamar mandi, dan kami pun saling membersihkan badan, saling menggosok satu sama lain. Setelah selesai, kami pun masuk ke kamarnya, karena sudah lelah sekali kami tidur nyenyak sambil berpelukan dalam keadaan bugil.
Cerita sex, cerita mesum dan cerita dewasa
Keesokan paginya, antara sadar dan tidak, aku merasa seperti ada sesuatu yang aneh pada diriku. Ketika kubuka mataku, eh, ternyata Ana sudah bangun, dan lebih kaget lagi kulihat Ana sedang menghisap-hisap penisku. Melihatku sudah bangun, Ana berhenti sejenak dan tersenyum.

“Selamat pagi kekasihku, bagaimana tidurnya” tanya Ana manja sambil tangannya tetap mengocok penisku.
“Wah enak banget, tapi kok kamu curang sih, saya khan nggak ngerasain isepan kamu waktu tidur” kataku sambil mengusap-usap buah dadanya.
“Abis kamu tidurnya lelap sekali, saya kagak tega bangunin kamu, tapi siapa tahu kamu mimpi lagi diisepin ha ha ha” ia tertawa sambil terus mengocok penisku.
“Eh Ris, kok waktu kamu tidur, saya ngocokin kamu kok penis kamu bisa bangun sih”
“Ya bisa lah yaw, namanya juga penis orang, emangnya penis plastik, bisa aja kamu, tapi terusin dong pake mulut kamu, Na”
“Ooooke boss, tapi kalau kamu mau keluar, bilang yah”
“Lho, emangnya kenapa?” tanyaku heran.
“saya mau pake sperma kamu buat olesin muka dan dada saya, biar kulit saya tambah kencang”.

Lalu Ana kembali mengkaraoke penisku, oh, rasanya nikmat sekali, sesekali ia menatapku sambil tersenyum manis. Mulutnya bergerak maju mundur, sambil lidahnya menggelitik lubang kencingku, rasanya geli-geli nikmat. Tak lama kemudian, aku merasa akan keluar lagi.

“Na, saya mau keluar lagi, ohhh aduuuh” kataku sambil menahan gemuruh di dadaku.

Langsung ia mengganti tangannya untuk mengocokku, dan akhirnya,

“Aduuuh ohhhh, Na terruuss, enaaakk”.

Penisku akhirnya memuntahkan sperma, tapi tidak sebanyak kemarin, dan Ana langsung mengarahkan dadanya ke penisku, sehingga dadanya terkena muncratan spermaku, langsung dia oleskan ke seluruh permukaan dadanya.

“Yaahh Ris, kok dikit banget sayang, muka saya kagak dapet nih” Ana sedikit merenggut.
“Abis tiap hari bercumbu terus sih, ya udah sayang, mumpung penis saya masih tegak, sekarang kamu nunggangin saya aja, khan kamu dapet enaknya juga”
“Nah begitu dong Ris, itu baru namanya pacar saya” Ana tersenyum lagi.

Lalu ia duduk di atas pahaku sambil mengarahkan penisku ke lubang vaginanya. Perlahan tapi pasti, penisku mulai memasuki lubang kenikmatannya. Aku sendiri heran juga kenapa hari ini penisku perkasa banget, tapi aku tidak memikirkannya lagi, yang penting enaknya, bung. Ana sendiri mulai bergoyang-goyang sambil meracau tak menentu, seolah olah sedang menunggang kuda, sementara aku meremas remas dadanya yang bergerak naik turun.
Cerita sex, cerita mesum dan cerita dewasa
Lumayan lama juga aku bertahan, kira kira ada satu jam, sementara kulihat Ana sepertinya sudah orgasme 2 kali, tapi kulihat Ana tidak berhenti juga, mungkin dipikirnya kapan lagi bisa dapat kesempatan seperti ini. Tak lama kemudian, setelah Ana orgasme ketiga kalinya, barulah aku mulai merasakan akan orgasme.

“Na, bangun sayang, saya udah mau keluar nih”

Langsung Ana bangun dan mendekatkan mukanya ke penisku sambil tangannya mengocokku.
Dan akhirnya…

“Aaarrrgggggghhh, aduuuh, haaaahhhh” aku ngos-ngosan menahan nikmat.

Akhirnya penisku menyemprotkan spermanya ke wajahnya, lalu ia menggosoknya ke seluruh wajahnya sampai rata.

“Terima kasih sayang, saya puas banget hari ini, saya tidak menyangka bisa orgy sampe 3 kali, kamu perkasa sekali” kata Ana sambil berbaring memelukku.
“Abis bodi kamu seksi banget sih, terutama dada kamu, apalagi pas lagi nunggang saya, kelihatannya seperti dewi dari langit yang lagi goyangin saya.”
“Ah ah, bisa aja kamu” kata Ana sambil mencubit hidungku.

Tanpa terasa, kami tertidur lagi sambil berpelukan, mungkin saking lelahnya bersenggama tanpa henti.

Begitulah seterusnya, setiap ada waktu kosong aku dan Ana langsung main lagi, seolah-olah nafsu kami tidak pernah terpuaskan. Selama 3 hari yang kami lakukan hanya makan, main, tidur.

Selama 3 hari itu pula kami seperti Tarzan dan Jane, bugil terus. Rasanya anda para pembaca bisa membayangkannya sendiri bagaimana nikmatnya hidup seperti itu. Tapi yang paling penting bagiku adalah cintaku padanya dan cintanya padaku, walaupun aku masih belum tahu sampai kapan kami bisa hidup bersama.

***

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa, tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru Foto Hot 2016 

Rabu, 30 Maret 2016

Cerita Sex Sicantik Pacarku Fara

Orisex web dewasa yang berisikan "Cerita Sex Sicantik Pacarku Fara" cerita sex 2016, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa terbaru dan foto bugil tante bispak abg hot. 

Cerita Sex Perawan, Cerita Dewasa
Cerita Sex Sicantik Pacarku Fara - Ist

Cerita Sex Terbaru | Saya murid SMU Negeri kelas 2. Usiaku 17 tahun dan mempunyai seorang kekasih yang berusia 19 tahun. Pacar saya sudah bekerja di X properti dan mengambil kuliah sore di Y.

Suatu saat saya dan pacar saya (bernama Fara) menonton film Titanic di Mall Taman Anggrek. Film pun dimulai, dan saya pada waktu itu sedang sedikit marah sama dia. Dia bertanya "Kenapa sih kamu dari tadi diam saja?" Saya pun diam saja dan pura-pura tidak mengacuhkan.

Mungkin lama-lama dia kesal, dan semakin mendekati saya dan langsung mencium bibir saya. Saya pun kaget dan berpikir tidak biasanya pacar saya agresif begini. Saya pun bingung dan akhirnya lunak, lalu berbicara seperti biasa dengannya. Seiring dengan adegan film yang romantis, ciuman kita pun semakin menjadi-jadi.

Lama kelamaan saya semakin mendekati dia. Dia menaruh kedua kakinya di atas paha saya. Selama di bioskop tidak banyak yang dapat kita lakukan. Saya hanya berusaha memainkan tangan saya ke daerah kemaluannya yang dibawah. Berkali-kali saya gosokkan tangan saya agar dia terangsang, karena dia memakai jeans.
 Cerita Sex Sicantik Pacarku Fara
Tiba-tiba dia langsung menjauhi saya dan duduk seperti biasa, jelas saya bingung. Saya bertanya,

"Kenapa kamu?" Dia bilang,
"Lihat dong keatas!" (kita duduk di barisan paling belakang), kontan saya kaget.

Ternyata kita telah disaksikan beberapa penjaga bioskop yang kebetulan ada di atas kita. Saya dan pacar saya malu sekali. Terpaksa adegan yang sebentar lagi seru itu kita tunda.

Akhirnya film habis dan saya harus mengantarkan dia pulang. Beberapa kali saya sengaja memperlambat mobil dan menunda waktu perpisahan saya, dengan harapan adegan seperti tadi akan terulang. Ternyata dia bersikap biasa saja dan hanya mengobrol.

Karena ingin membuat suasana yang lebih tegang, saya beranikan menaruh tangan saya di pahanya, dia diam saja. Tetapi mesin memaksa saya untuk memindahkan gigi. Dia hanya mengobrol biasa seakan-akan tidak ada nafsu apa-apa. Akhirnya kita sudah sampai di depan rumahnya.

Seperti biasa saya masuk dulu ke rumahnya. Dia bilang ke saya,

"Kamu masuk saja ke kamar saya dulu, saya mau buat minum dulu buat kamu." Saya pun masuk ke kamarnya dan langsung tidur di kasurnya.

Saya mengantuk dan sudah kehilangan gairah. Saya pikir sudah tidak mungkin terulang lagi. Ternyata saya salah.
Cerita DewasaSicantik Pacarku Fara
Dia akhirnya masuk dan membawa minum buat saya dan saya lihat dia juga membawa VCD. Dia bilang,

"Kamu mau nonton nggak?" Saya iseng menjawab,
"Akh film biasa nggak mau, maunya BF." Dia hanya tersenyum dan berkata,
"Coba saja setel." Saya pun menyetel dan ternyata itu film yang berbau porno.

Saya bilang

"Kamu kok berani? Nanti kalau ada yang masuk gimana?" Katanya kakaknya tidak akan pulang sampai besok dan kedua orang tuanya lagi di Swiss.

Kita pun menyaksikan adegan itu. Mungkin karena dia sudah pernah menontonnya, jadi dia kurang memperhatikan filmnya, dan bersender di dada saya. Saya malu karena dada saya berdegup, dan saya mulai menciumi rambutnya. Dia membalas dengan mengecupkan bibirnya ke kaos saya. Saya tarik dia supaya saya dapat mencium bibirnya.

Akhirnya kami berpelukan dan dia berada di atas saya. Saya membuka kaos saya, agar badan yang selama ini saya bentuk dapat dipamerkan. Dia mengelus-elus dada saya, perlahan saya masukan tangan saya ke bagian belakang badannya. Lalu saya buka branya yang bernomor 34B+ itu. Saya turunkan dia dan taruh di sisi badan saya.

Sambil menciumi lehernya yang sudah mulai banyak tanda biru-biru itu saya buka cardigans-nya. Dan terlihat dadanya yang menyembul itu. Dia lalu mematikan lampu, hingga hanya cahaya TV yang ada. Dia bilang malu karena baru pertama kali.

Saya lalu menjilati putingnya, dan mencupang di bagian bawah buah dadanya. Dia terlihat senang dan matanya merem-melek. Sekitar 7 menit saya menghisap dan memainkan putingnya. Saya jilat dengan ujung lidah saya, ke kiri-kanan-atas-bawah dan saya gigit perlahan.

Napasnya mulai mendesah dan merintih. Membuat kemaluan saya segera bangun, lalu saya bimbing tangannya agar memegang kemaluan saya. Dia pun memegang tapi tidak dimainkan. Dia bilang "Kok tidak sebesar yang di film?" Saya diam, memang panjangnya hanya 12 cm.

Lalu saya bilang,

"Fara celananya saya lepas ya?" Dia hanya menunduk sambil merem.

Saya buka dan terlihat cairan lembab menodai CD-nya sedikit. Bulu-bulunya lumayan lebat dan saya belah agar terlihat lembahnya. Saya ciumi, ternyata baunya sempat membuat jijik juga. Saya biasakan dan saya mainkan dengan jari saya. Saya usap clit-nya dan terasa badannya menegang.
 Cerita Mesum Sicantik Pacarku Fara
Lalu saya jilati, asin dan apek rasanya, karena dia masih perawan. Lama saya jilati sekitar 15 menit dan semakin lama lembahnya menjadi becek. Saya bilang, Fara gantian dong kemaluan saya kan kepingin dicium juga. Dia tidak mau, tapi saya taruh penis saya dekat bibirnya. Saya yakinkan dia kemaluan saya tidak kotor.

Akhirnya dia merubah posisi dan saya telentang. Dia menghisap kemaluan saya yang semakin menegang. Setelah 5 menit dia bilang

"Sudah akh... gantian dong." Saya bilang
"Saya masukan saja yach..?" Dia bilang terserah asal jangan hamil.

Perlahan saya masukan dan berusaha menerobos lembahnya. Dia mengerang kesakitan dan menahan perut saya. Lembahnya terasa sempit dan saya paksakan, dia sempat menjerit. Saya berhenti sebentar dan meneruskan lagi.

Suatu saat dia menegang dan matanya berkaca-kaca. Saya rasakan ada yang lain. Ternyata dia berdarah dan 3/4 kemaluan saya sudah masuk ke liangnya. Dia bilang sakit, dan saya meneruskannya. Menaik-turunkan pantat saya.

Lama-lama rintihannya sudah berubah nada menjadi rintihan yang menggairahkan. Saya semakin terangsang dan terus saja menaik-turunkan pantat saya. Kemaluan saya sudah sepenuhnya amblas dan naik lalu amblas lagi.

Dia terus saja merintih dan merem-melek sambil menciumi bibir saya.

"Ach... ach.. ach... huuhhs.. ach.. hh hhehh.. hh... heshh." Terus-terusan saja begitu sekitar 20 menit.

Akhirnya saya merasakan sesuatu, seperti hampir mencapai klimaks, dan lembahnya pun sudah deras sekali keluar cairan yang membuat bunyi,

"Clek.. blek.. blekk.. ble... plek.. plek... plek... cek.. chekk..." Saya tahan dan saya keluarkan kemaluan saya supaya tidak segera keluar spermanya.

Lalu kembali saya mainkan clit-nya dan menjilati, beceknya sudah tidak karuan, tetapi itu semua menjadi lebih nikmat.

Kembali saya masukan kemaluan saya dan terus lembahnya saya kocok dengan kemaluan saya. Dia sudah tidak tahan dan terus mendesah lirih, sambil sekali-kali menjerit. Saya berhenti, tetapi dia bilang,

"Terusin saja, Fara benar-benar sudah mau klimaks nih!"
"Ach... hhuhahh... ehmm... hmmhh achh... ouchh." Setelah sekitar 10 menit saya juga sudah merasakan sperma saya hampir keluar.

Dan segera saya cabut dari lembahnya. Lalu saya bilang,

"Fara isepin dong." Dia lalu mengambil kaos saya dan melap kemaluan saya, katanya dia geli malihat kemaluan saya becek begitu.

Setelah melap hingga kering, dimasukannya ke mulutnya. Saya tekan dalam-dalam dan merasakan bibirnya yang hangat dan merah itu. Dia menghisap sambil telentang dengan nafsu, terasa sekali bibirnya yang seksi itu menguncup dan menghisap, tak lama saya memegang dagunya, lalu saya tahan pipinya. Sehingga semua sperma saya keluar di dalam mulutnya, dia kaget dan dengan reflek memuntahkannya sehingga semua pipinya belepotan.
 Cerita Ngentot Sicantik Pacarku Fara
Saya bilang, Fara kamu kan tadi sudah puas, bikin saya puas dengan menelannya (karena saya paling puas jika kekasih saya sendiri yang menelan sperma saya). Dia pun menggangguk dan kembali menghisap kemaluan saya. Dia menjilati semua sisa-sisa sperma saya dan menelannya.

Saya tersenyum puas, dan saya tanya,

"Gimana rasanya Fara?" Dia bilang,
"Amis rada asin tapi nikmat juga kok, licin-licin rasanya." Lalu saya memasukan sperma saya yang ada di pipinya ke dalam mulutnya.

Dia mendecak-decak dan menelannya. Saya lalu merasakan semua ketegangan hilang dan berubah menjadi lemas. Saya pun tidur disampingnya, tak lama dia ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Saya pun terlelap dan pulang besok harinya.

***

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa, tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru Foto Hot 2016

Cerita Sex Afifah Klimak Pertamanya

Orisex web dewasa yang berisikan "Cerita Sex Afifah Klimak Pertamanya" cerita sex 2016, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa terbaru dan foto bugil tante bispak abg hot. 

Cerita Sex Lesbi, Cerita Dewasa, Cerita Mesum
Cerita Sex Afifah Klimak Pertamanya - Ist

Cerita Sex Terbaru | Afifah baru saja selesai menyapu lantai. Dan sekarang ia berniat mencuci piring kotor. Ia berjalan masuk kedalam dapur dan mendapati Mbak Desi sedang membenahi peralatan dapur. Pada jam seperti ini restoran tempat mereka bekerja sudah sepi. Hari ini giliran Afifah yang harus pulang lambat karena ia harus merapikan restoran untuk buka nanti malam. Begitulah keadaan restoran dikota kecil, pagi buka sampai jam 3 sore lalu tutup dan buka kembali jam 7 malam. Afifah tahu ia tak akan sempat pulang karena ia harus bekerja merapihkan tempat itu bersama Desi.

Afifah adalah seorang gadis yang cantik dan ramah. Usianya sudah 17 tahun dan ia tak dapat lagi meneruskan sekolahnya karena orang tuanya tidak mampu. Wajahnya oval dan sangat bersih, kulit gadis itu kuning langsat. Mata Afifah bersinar lembut, bibirnya kemerahan tanpa lipstik. Afifah mempunyai rambut yang panjang sampai dadanya, berwarna hitam, tubuhnya seperti layaknya gadis kampung seusianya. Buah dada Afifah membusung walaupun tidak dapat dikatakan besar namun Afifah memiliki pantat yang indah dan serasi dengan bentuk tubuhnya. Pendek kata Afifah seorang gadis yang sedang tumbuh mekar dan selalu dikagumi setiap pemuda dikampungnya.

Desi seorang wanita yang sudah berusia 32 tahun. Ia seorang janda ditinggal cerai suaminya. Sudah 3 tahun Desi bercerai dengan suaminya karena laki-laki itu main gila dengan seorang pelacur dari Jawa Tengah. Desi bertubuh montok dan bahenol. Semuanya serba bulat dan kencang, wajahnya cukup manis dengan rambut sebahu dan ikal. Bibir Desi sangat menggoda setiap laki-laki, walaupun hidungnya agak pesek. cerita ngewe hot ada di ceritadewasa17tahun.info Kulit Desi berwarna coklat tua karena ia sering ke pasar dan ke sawah sebagai buruh tani kalau sedang musim tanam atau panen. Desi dulunya adalah seorang pelacur daerah Tretes, Jawa Timur.
Cerita Sex Afifah Klimak Pertamanya
Dulu uang begitu gampang diperoleh dan laki-laki begitu gampang dipeluknya, sampai akhirnya hukum karma membuat ia menjanda karena sesama teman seprofesinya juga. Banyak orang dikampung yang diam-diam mengetahui sejarah kelam Desi dan banyak juga yang mencoba hendak memanfaatkan dia. Tapi selama ini Desi terlihat sangat cuek dan sinis terhadap orang-orang yang menggodanya. Buah dada Desi besarnya bukan main, sering ia merasa risih dengan miliknya sendiri. Tapi ia tahu buah dadanya menjadi buah-bibir baginya. Dan sedikit banyak ia juga bangga dengan buah dadanya yang besar dan kenyal itu. Desi juga memiliki pantat yang besar dan indah, nungging seperti meminta.. Tubuh Desi sering menjadi mimpi basah para pemuda dikampungnya.

“Fi, kamu sudah punya pacar belum?” Tiba Desi berjongkok didepan Afifah dan mulai membantu gadis itu mencuci piriong-piring kotor.

Afifah terkikik dan menggeleng.

“Belum tuh”
“Lho? Gadis secantik kamu pasti banyak yang naksir” kata Desi sambil memandang Afifah.

Afifah tertawa lagi.

“Payah.?? semuanya mikir kesitu melulu” Jawab Afifah.
“Memang.?? laki-laki itu kalau melihat perempuan pikirannya langsung ingin ngewe” kata Desi tanpa merasa risih berkata kasar.
“Ah Mbak, jangan suka ngomong gitu ah” timpal Afifah.
“Kan nggak ada yang dengar ini” Jawab Desi.

Mereka terdiam lama.

“Mbak.. ” suara Afifah menggantung. Desi terus mencuci.
“Mmm?” Jawab wanita itu.
“Ngg..”
“Ngomong aja susah banget sih” Desi mulai hilang sabar.

Afifah menunduk.

“Ngg.. Anu.. Ngewe itu enak nggak sih?” Akhirnya keluar juga.
Cerita Dewasa Afifah Klimak Pertamanya
Desi memandang gadis itu.

“Yaa.. Enaak banget Fi, apalagi kalo yang ngewein kita pinter” jawab Desi seenaknya.
“Maksud Mbak?” Afifah penasaran.
“Iya pinter.. Bisa macam-macam dan punya tongkol yang keras!” kata Desi sambil terkikik.

Afifah merah padam mendengarnya. Tapi gadis itu makin penasaran.

“Bisa macam-macam apa sih, Mbak?” tanya Afifah.

Desi memandangnya sambil menimbang. Ah.. Toh nanti gadis kecil ini harus tahu juga. Dan Afifah sungguh cantik sekali, sekilas mata Desi tertumbuk pada posisi Afifah yang sedang berjongkok. Desi melihat gadis itu mengangkang dan terlihat celana dalam gadis itu berwarna coklat muda.

“Macam-macam seperti tempik kita diciumin, dijilat bahkan ada yang sampai mau ngemut tempik kita lohh..” jawab Desi.

Entah kenapa Desi merasa sangat terangsang dengan jawabannya dan darahnya mendidih melihat selangkangan Afifah yang bersih serta mulus.

“Idiih.. Jorok ihh.. Kok ada yang mau sih?” Afifah sekarang melotot tak percaya.
“Lho.. Banyak yang doyan ngemut memiaw Fi. Ngemut tongkol juga enak banget kok” jawab Desi masih terus melihat selangkangan Afifah.
“Astaga.. Masak anunya lelaki diemut?” Afifah merasa aneh dan jantungnya berdebar, ia merasa ada aliran aneh menjalar dalam dirinya.

Gadis itu tidak mengerti bahwa ia terangsang.

“Oh enak banget Fi, rasanya hangat dan licin, apalagi kalo ehm.. Ehmm.. “
“Kalo apa Mbak?” Afifah makin penasaran. Desi merasa melihat bagian memiaw Afifah yang tertutup celana dalam krem itu ada bercak gelap, tapi Desi tidak yakin.
“Yaa.. Malu ahh..!” Desi sengaja membuat Afifah penasaran.
“Ayo doong Mbak” rengek Afifah.
Cerita Mesum Afifah Klimak Pertamanya
Desi sekarang yakin bahwa memiaw gadis itu sudah basah sehingga terlihat bercak gelap di celana dalamnya. Desi sendiri merasa sangat terangsang melihat pemandangan itu.

“Kalo pejuhnya menyembur dalam mulut kita, rasanya panas dan asin, lengket tapi enak banget!” bisik Desi didekat telinga Afifah.

Afifah membelalakkan matanya.

“Apa itu pejuh?” tanyanya. Desi merasa tidak tahan.
“Pejuh itu seperti santan yang sering bikin memiaw kita basah lho” Jawab Desi.

Ia melihat bagian memiaw Afifah makin gelap, wah gadis ini banjir, pikir Desi.

“Idiihh amit-amit, jorok banget sih”
“Lho kok jorok? Laki-laki juga doyan banget sama santan kita, apalagi kalo memiaw kita harum, tidak bau terasi”
“Idiihh Mbak saru ah!”
“Tapi aku yakin memiaw kita pasti wangi, soalnya kita kan minum jamu terus”
“Udah ah, lama-lama jadi saru nih” kata Afifah. Desi tertawa.
“Kamu udah banjir yaa?” goda Desi. Afifah memerah, buru-buru ia merapatkan kedua kakinya.
“Ahh.. Mbaakk!!” Desi tersenyum melihat Afifah melotot.
“Nggak usah malu, aku sendiri juga basah nih” Kata Desi.

Ia lalu membuka kakinya sehingga Afifah bisa melihat celana dalam putih dengan bercak gelap di tengah, Afifah terbelak melihat bulu-bulu kemaluan Desi yang mencuat keluar dari samping celana dalamnya, lebat sekali, pikirnya.

“Ihh.. Mbak jorok nih” desis Afifah. Desi terkekeh.
“Mau merasakan bagaimana tempik kamu diemut?” bisik Desi. Afifah berdebar.
“Ngaco ah!”
“Aku mau emutin punya kamu, Fi?” Desi mendekat. Afifah buru-buru bangun dan mundur ketakutan. Desi tertawa.
“Kamu akan bisa pingsan merasakannya” bisik Desi lagi.
“Ogah ah.. Udah deh.. Jangan nakut-nakutin akhh” Afifah mundur mendekati pintu kamar mandi dan Desi makin maju.
“Nggak apa-apa kok.. Cuman diemut aja kok takut?”
“Masak Mbak yang ngemut?”
“Iya.. Supaya kamu tahu rasanya”
“Malu ahh..”
“Nggak apa-apaa..” Desi mendekat dan Afifah terpojok sampai akhirnya pantatnya menyentuh bibir bak mandi.

Dan Desi sudah meraba pahanya. Afifah merinding dan roknya terangkat ke atas, Afifah memejamkan matanya. Desi sudah berjongkok dan mendekatkan wajahnya ke memiaw Afifah yang tertutup celana dalam. Desi mencium bau memiaw Afifah, dan Desi puas sekali dengan harumnya memiaw Afifah. Dulu ia sering melakukan hal-hal seperti ini, malah pernah ia bermain-main bersama 4 pelacur sekaligus untuk memuaskan tamunya.

Tubuh Afifah gemetar dan seluruh bulu kuduknya meremang, gadis itu merasa suhu tubuhnya meningkat dan perasaannya aneh. Desi mulai menciumi memiaw Afifah yang masih tertutup. Pelan-pelan tangannya menurunkan celana dalam Afifah dan Desi terangsang melihat cairan lendir bening tertarik memanjang menempel pada celana dalam gadis itu ketika ditarik turun. Desi menjulurkan lidahnya memotong cairan memanjang itu dan lidahnya merasakan asin yang enak sekali. memiaw Afifah sungguh indah sekali, tidak terlihat bibir kemaluanKnya bahkan bulu-bulunya pun masih halus dan lembut.

Desi mencium dan mulai melumat memiaw Afifah. Gadis itu mengerang dan menggeliat-liat ketika lidah Desi menjalar membelai liang memiawnya. Afifah benar-benar shock dengan kenikmatan aneh yang dirasakannya, ada perasaan geli dan jijik, tapi ada perasaan nikmat yang bukan alang kepalang. Gadis itu merasakan keanehan yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Bulu kuduknya berdiri hebat tatkala lidah Desi menyapu dinding memiawnya, Afifah menggeliat-liat menahan perasaan nyeri nikmat bagian bawah perutnya.

“Aahh.. Mbak.. Uuuhh.. Ssshh.. Ja.. Jangan mb.. Mbbak! Ji.. Jijikhh.. Aahh”

Desi tidak memperdulikan rintihan dan erangan Afifah. Lidahnya bergumul dan menembus liang memiaw Afifah dengan lembut, Desi tahu Afifah masih perawan dan ia tak ingin merusak keperawanan Afifah, lidahnya hanya menjulur tidak terlalu dalam, namun Desi sudah dapat merasakan cairan asin hangat yang mengalir membasahi lidahnya dan Desi mengendus-endus bau khas memiaw Afifah dengan sangat menikmatinya.
Cerita Ngentot Afifah Klimak Pertamanya
Desi perlahan-lahan menyelipkan jari-jarinya kesela-sela bokong Afifah, dengan lembut dan dibelai-belainya liang anus Afifah, dan Afifah sedikit tersentak tapi kemudian menggelinjang geli, tapi Afifah membiarkan dirinya pasrah terhadap Desi. Ia percaya sepenuhnya pada Desi dan sekarang ia benar-benar merasakan kenikmatan yang selama ini belum pernah ia rasakan bahkan dalam mimpipun!

“Enak Fi?” desah Desi dengan mulut berlumuran lendir Afifah.

Afifah memandang ke bawah dan mengangguk, tubuhnya bergetar hebat, ia tak menyadari bahwa itu yang dinamakan klimaks kenikmatan seorang perempuan. Desi merasakan liang memiawnya berdenyut dan ia meraba serta menusuk-nusukkan jarinya sendiri keliang memiawnya dan merasakan cairan licin membasahi jarinya. Ia merintih dengan wajah tersuruk di selangkangan Afifah, lidahnya kini menjulur dan membelai liang dubur Afifah dan membuat gadis itu terlonjak-lonjak kegelian serta terpana mendapatkan perlakuan yang tidak pernah dibayangkannya. Afifah merasa liang duburnya ditekan-tekan oleh benda lunak dan sesekali terselip masuk kedalam dan ia akan terlonjak kaget bercampur geli, tapi lebih banyak merasakan kenikmatannya.

***

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa, tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru Foto Hot 2016

Selasa, 29 Maret 2016

Cerita Sex Dari Curhat Berakhir Di Ranjang

Orisex web dewasa yang berisikan "Cerita Sex Dari Curhat Berakhir Di Ranjang" cerita sex 2016, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa terbaru dan foto bugil tante bispak abg hot. 


Cerita Sex Selingkuh, Cerita Tante, Cerita ABG
Cerita Sex Dari Curhat Berakhir Di Ranjang - Ist

Cerita Sex Terbaru | Kejadian ini sungguh tak pernah aku sangka-sangka sama sekali, aku masih ingat waktu itu tanggal 29 Februari 2004, hari itu aku terima e-mail yang berisi begini:

“Hi Bram, aku seorang ibu rumah tangga, umurku 30 tahun, saat ini aku sedang ada masalah, masalahnya begini, sejak sebulan lalu suamiku pergi keluar negeri, mungkin dia akan pulang tiga bulan lagi, maka itu aku perlu teman “ngobrol”. Kamu mau nggak jadi temen ngobrol aku, kalau mau kirim e-mail ke aku yach, atau telepon aku di no. 081764709xx, salam kenal Kiki.” Begitulah pesan yang tertulis di e-mail, oh ya mungkin pembaca bertanya-tanya kok bisa aku dapat e-mail begitu?

Jadi begini awal ceritanya, beberapa bulan lalu aku buka groups di yahoo tentang curhat gratis. Nah di groups itulah aku biasa ngasih pendapat atau jalan keluar atau sekedar teman ngobrol, bahkan terkadang menjadi pendengar yang baik.

Meskipun begitu, aku tak pernah minta bayaran.

Tak lama berselang setelah membaca e-mail tersebut aku telpon Kiki,

“Selamat pagi Mbak, ini dari Bram, aku sudah baca e-mail dari Mbak.”
“Oh Bram, hai nggak nyangka loh kamu langsung telpon, eh tapi ngomong-ngomong jangan panggil Mbak dong, panggil aja Kiki, Ok.”

Begitulah awal telpon kami dan pada telpon itu kami langsung akrab, dia banyak cerita tentang dirinya, kesepiannya, dan betapa butuhnya ia akan seorang teman.
Cerita Sex Dari Curhat Berakhir Di Ranjang
Selang beberapa lama kami telpon dia berkata seperti ini.

“Eh Bram, dari pada ngomong di telpon, mending kita ketemuan aja yuk, kamu mau nggak?” Aku langsung aja mengiyakan dan aku tanyakan ketemuan dimana.

Dia menjawab,

“Kita ketemuan di Blok M plaza lt.6 di cafe jepang depannya firesteak mau nggak?” Kebetulan aku tahu tempat itu dan aku langsung mengiyakan tapi aku langsung ngomong,
“Tapi aku takut Kiki kecewa terhadap aku”
“Kecewa soal apa Bram,” tanya Kiki dengan cepat.
“Aku takut kalau aku tak seperti apa yang Mbak bayangkan, Mbak aku mau jelasin tentang diri aku dulu.

Aku pria dengan tinggi 169 cm dan berat 57 kg, pekerjaanku adalah seorang graphic design, menurut temen-temen aku, aku punya wajah yang lumayan ganteng, tapi sayang Mbak..”

“Sayang kenapa Bram..?” tanya Kiki dengan penasaran, aku langsung bilang,

“Begini Mbak, aku punya kekurangan yaitu kaki kiriku lebih kecil dari yang sebelah kanan, jadi jalanku pincang, maka dari itu walau wajahku lumayan, banyak cewek yang nggak menghiraukan aku.” Namun Kiki langsung tertawa dan berkata,
 Cerita Dewasa Dari Curhat Berakhir Di Ranjang
“Bram.. Bram yang seperti itu aja kamu pikirkan, sudah nggak usah kecil hati pokoknya aku tahu dibalik kekurangan kamu pasti banyak kelebihan yang kamu punya, lagi pula foto kamu yang di groups lumayan ganteng kok, ya khan?!”

“Makasih ya Kiki, nggak banyak loh orang yang yang bilang begitu..” dalam hatiku lega rasanya.
“Oh ya Bram.. sebenarnya aku mau tanya sesuatu boleh..?”
“Boleh..” sahutku dengan cepat,

“Emm Bram, ukuran penis kamu berapa sih..?” Bukan main, diberi pertanyaan seperti itu, alangkah kaget bukan kepalang, soalnya baru kali ini aku dapat pertanyaan seperti itu, tapi dengan jujur aku katakan padanya,

“Ukuran penis aku panjangnya 17 cm dengan diameter 3,5 cm, emangnya kenapa ki..?”
“Wow.. itu bener tuh, tuh kan apa Kiki bilang dibalik kekurangan kamu pasti kelebihan kamu banyak..!!”

Kami pun tertawa.

“Iya sudah deh temui aku jam 2 nanti yach jangan sampai telat ok.”
“Ok deh Kiki.. sampai ketemu nanti yach.” Setelah mandi dan siap-siap aku langsung meluncur ke Blok M.

Sampai disana kira-kira pukul 2.10, ups aku telat nih, aku langsung naik lift ke lantai 6 dan langsung belok kanan, karena aku sudah hafal lokasi disana. Sampai disana aku langsung kaget bukan kepalang, dalam hatiku berkata, apakah ini yang namanya Kiki, wah cantiknya bukan main, dengan kulit putih, mulus, dengan ukuran bra 34, wah cantik banget, sampai-sampai aku berfikir untuk membatalkan niatku untuk ketemu sama dia, tapi janji adalah janji aku harus tepati. Aku langsung menuju kearahnya dan dia menyapaku lebih dulu,

“Hai, kamu Bram kan ..?”
“iya, kamu Mbak Kiki yah..”
“Tuh kan dibilang jangan panggil Mbak, kok tetep panggil Mbak sih..” kami pun tertawa dengan terbahak-bahak.

Sambil memesan minuman kami langsung akrab layaknya teman yang sudah lama tidak bertemu, saling bertanya ini itu, termasuk soal sex. Dengan gayanya yang sambil memegang rokok, dalam hati aku berkata, benar-benar indah dan sexynya wanita ini, betapa bodohnya pria yang meninggalkan sendiri wanita ini. Dan tanpa kami sadari puluhan puntung rokok telah kami habiskan, waktu pun telah menunjukan pukul 5 sore, dan Kiki memutuskan untuk melanjutkan pembicaraan ini di apartemennya saja,

“Bram kita lanjutin ngobrolnya di apartemenku aja yuk, dari pada disini terus bosen.” Setelah membayar billing kami pun langsung meluncur ke apartemennya di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Cerita Mesum Dari Curhat Berakhir Di Ranjang
Ketika keluar ternyata hujan deras, tapi mobil Tarunanya bisa melaju dengan mulus ditengah hujan deras. Namun sial beberapa saat kemudian wiper mobil Kiki macet, terpaksa aku harus turun tangan untuk membetulkan wiper tersebut, mau nggak mau aku harus turun dan hujan-hujanan. Sambil membetulkan wiper bisa kulihat Kiki sepertinya tersenyum kepadaku, sungguh manis senyuman itu. Setelah selesai aku langsung masuk mobil dan bajuku basah semua.

Kiki cuma tertawa dan bilang,

“Makasih yach Bram, oh ya nanti begitu sampai di apartemenku kamu ganti baju yach, nanti masuk angin, biar baju kamu di kasih ke laundry paling 1 jam selesai ok.” Aku Cuma bisa mengganguk dan membuka baju kemejaku sehingga aku cuma pakai kaus dalam saja, tak kusangka Kiki di balik kemudi itu dia memberhatikan aku dia bertanya, “Wah Bram tato kamu bagus juga yach..”
“Iya nih ki, lucu yach..” kami pun tertawa bersama.

Tibalah kami di apartemen, setelah memarkir mobil tarunanya, kami langsung menuju lift ke lt. 32, kebetulan didalam lift itu cuma ada kami berdua. Aku berdiri di belakang Kiki, dan bisa kulihat betapa indahnya pantat itu. Oh.. Andai saja aku bisa memiliki dirimu Kiki.., ditengah lamunanku Kiki nyeletuk,

“Ayo ngelamun apa, ngelamun jorok yach..?”
“Ah enggak kok Kiki..” Mukaku memerah ketika ia mengatakan hal itu.

Setelah tiba di apartemennya aku langsung membuka bajuku yang sudah basah kuyup karena kehujanan,

“Bram pakai kimono aku tuh, yang di atas kasur..!” Wah ternyata semua bajuku basah termasuk celana dalamku, maka mau nggak mau aku harus mencopot semua, dan aku pakailah kimono tersebut, sungguh kimono yang bagus, wangi, dan halus.

Setelah selesai aku langsung keluar kamar dan di meja sudah tersedia sebuah capucino hangat.

“Kiki kamu dimana..?”
“Sebentar aku lagi mandi nih, kamu minum aja dulu capucinonya biar badan kamu hangat..” Aku langsung duduk dan minum capucinonya, sambil menyalakan TV, bisa kulihat betapa banyak koleksi vCD porno yang ia miliki.

Pintu kamar mandi pun terbuka, bisa kulihat betapa indah tubuhnya, dibalik sebuah handuk yang tebal masih saja terlihat betapa sexynya wanita ini, pahanya yang putih, belahan payudaranya membuat penisku berontak dan langsung ngaceng. Bukan itu saja, ternyata Kiki langsung duduk di sofa tanpa harus mengenakan baju dulu.

“Bram kamu kenapa..?”
“Ah enggak ki, kok kamu nggak ganti baju dulu sih..?”
“Ngapain ganti baju nanti juga kan nggak perlu baju..?!” Aku terdiam mencoba mengerti maksud dibalik perkataan itu.
“Bram mau nonton koleksi vCD aku nggak..?”
“Wah mau banget Mbak, apalagi dingin-dingin begini..!” Aku pun langsung memilih vCD yang bagus dan langsung aku nyalakan, saat aku hendak berdiri tanpa sengaja penisku menyenggol tangannya,
“Eh, maaf Mbak..” “Ih Bram kamu kok belum nonton sudah ngaceng duluan..”
“Iya nih maklum melihat keindahan tubuh Kiki aja sudah horny.. tanpa harus melihat vCD pun aku sudah horny..” Kami pun tertawa.

Sambil menikmati vCD porno koleksinya kami duduk berdampingan, tak ayal lagi penisku berontak dan ngaceng bukan main. Kiki merapatkan tubuhnya ke tubuhku, aku tahu maksud dibalik itu akupun langsung merapatkan tubuhku dan merangkul Kiki, dia hanya diam saja.
 Cerita Sex 2016 Dari Curhat Berakhir Di Ranjang
Lalu tanpa dikomando tanganku langsung meraih handuk itu dan kutarik ikatannya sehingga handuk itu longgar dan terlihat sedikit, betapa indah buah dada Kiki yang ranum dan montok. Tangankupun mulai meraih payudara indah itu, payudara yang sejak tadi ingin kulumat sampai habis, Kiki hanya diam saja. Sambil mengerang dan merem melek dapat kurasakan kehangatan tubuhnya.

Aku terus meremas payudara indah itu, Kiki mengerang,

“Achh.. Bram.. teruus sayang.. nikmat banget, hangat..” Mendengar desahan itu aku langsung membaringkan tubuh Kiki, kulepas handuknya yang sedari tadi melapisi tubuh indahnya.

Wow.. sungguh tubuh yang indah membuatku tak bisa bernafas sesaat. Aku terus bermain dengan lidahku menjilati, mengulum dan terkadang menggigit kecil putingnya yang indah. Ia menggeram,

“Ohh.. Bram.. nikmat.. terus sayang..” Dengan desahan seperti itu, aku terus bermain dengan payudaranya.

Setelah beberapa lama dapat kurasakan tangannya menuntun kepalaku untuk menuju vaginanya. Aku bisa memahami hal ini dia minta aku untuk menjilati vaginanya, kepalaku terus turun dari payudara, perut, sampai pada vaginanya..

“Wah Kiki, vaginamu harum sekali, indah..” Dapat kurasakan cairan lendirnya yang sudah membasahi vagina indah itu.

Betapa memerah dan nikmat rasanya, aku terus menjilati, mengendus dan memasukkan hidungku kedalam vaginanya, kumainkan lidahku di klitorisnya, ia mengerang keenakan. Aku terus memainkan lidahku tak berapa lama bisa kurasakan denyutnya semakin kencang, tubuh Kiki mengejang dan akhirnya dia berkata

“Bram.. terus, aku mau keluar nich.. achh.. Bram aku .. keluar..”
“Ach.. Sungguh kamu hebat memainkan lidahmu sayang, terima kasih yach..” Setelah puas dia langsung membuatku terlentang dibawahnya sepertinya dia ingin membalas apa yang aku perbuat padanya.

Dia jilati tubuhku, dari bibir, kuping, leher, dadaku, sungguh sebuah sensasi indah yang kurasakan saat lidahnya bermain di putingku..

“Oh Kiki.., teruss.. ohh..” Sungguh aku sangat menikmatinya, dia terus memainkan lidahnya di tubuhku sehingga tubuhku basah oleh air liurnya dia terus menjelajahi tubuhku sampai ke penisku.

Dan dia pun langsung memasukkan penisku ke dalam mulut mungilnya, dibalik indah bibirnya dapat kulihat penisku sepertinya terlihat besar berada dimulutnya, tapi ini sungguh nikmat.

“Bram, penis kamu enak banget, sayang.. Aku habiskan yach Bram..”
“Terus Kiki.., nikmatilah penisku sesuka hati kamu.. ohh.. nikmati Kiki..” Dia terus menikmati penisku, dari kepala sampai ke biji-bijiku dia lumat semua, sungguh nikmat bibir itu.
cerita dewasa, tante, sedarah
Dia terus memainkan penisku, digoyangkan ke kanan-kekiri, memasukkan mengeluarkan. Ohh.., selang beberapa lama kurasakan penisku mulai mengejang, aku rasa aku mau keluar

“Kiki.. aku mau keluar nih..” Mendengar itu ia semakin cepat mengulum penisku “Biar Bram keluarkan saja di dalam mulutku, aku mau menikmati peju kamu..” “Kiki.. Kiki.. ohh..” Kurasakan spermaku muncrat didalam mulutnya dan bisa kulihat dia sangat menikmati itu, dia habiskan semua spermaku dan menikmati layaknya sebuah ice cream.
“Ohh.. Bram spermamu sungguh nikmat..” Setelah selesai menikmati semua spermaku, aku langsung membangkitkan dia, lalu aku ciumi semua bagian tubuhnya.

Dia kembali mengerang menikmati belaian lidahku di seluruh tubuhnya.

“Kiki akan kutunjukkan sex yang sebenarnya mau..?”
“Mau.. cepat tunjukkan karena aku sudah nggak tahan lagi nih..” Aku langsung memainkan penisku di depan vaginanya, aku goyangkan ke kanan ke kiri tanpa memasukkan semua, aku hanya memasukkan kepala penisku saja, aku gesekkan penisku di klitorisnya, diapun mengerang keenakan.
“Bram.. cepat.. ohh.. masukan sayang..” Namun aku tetap tak mau memasukkan semua penisku kedalam vaginanya, aku hanya memainkan penisku di depan saja dia mengerang dan terus mengerang menikmati goyangan penisku di vaginanya.

Tak berapa lama,

“Ohh Bram.. aku mau keluar lagi nih.. Ohh..” Semakin kencang teriakan dan erangan yang dia keluarkan, aku merasa bahwa dia akan orgasme yang kedua kalinya.
cerita dewasa, tante, sedarah
Aku langsung menjilati klitorisnya. Terus terang aku sangat menikmati lendir sperma seorang wanita, dia mengejang, vaginanya berdenyut keras. Sambil menghentakkan pantatnya ke arah mulutku dapat kurasakan cairan segar itu keluar dengan derasnya. Aku langsung menjilati dan menelan sperma yang keluar dari vagina yang indah dan memerah itu.

Oh sungguh nikmat..

“Bram.. ohh.. ini yang kedua orgasmeku Bram..” Setelah habis sperma yang keluar, akupun kembali menjilati payudara yang mengencang dan ranum itu kembali. “Bramy.. please.. aku lelah..” Namun aku tak mengindahkan apa yang ia katakan aku terus menjilati buah dada yang paling indah dan ranum itu.

Dia terus mengerang dan menikmati cumbuanku. Namun aku tak tahan untuk segera memasukkan penisku kedalam vagina indahnya itu. Aku langsung membalikkan tubuhnya dan menyuruhnya untuk bersandar pada sofa, dengan gaya doggy style aku mulai aksiku.

“Ohh.. sungguh nikmat.. vagina yang sudah dua kali mengeluarkan orgasme itu masih kencang dan rapat.. ohh..” Kiki pun mengeram menahan sodokan penisku yang masuk menembus vagina indahnya.
“Ohh.. Bram terus.. hentakkan yang hebat Bram..” Kami terus berkutat dalam birahi, aku terus menggenjot dia dari belakang, setelah kurang lebih 1 jam aku terus menggenjotnya dari belakang aku mengubah posisi, aku balikkan badannya menjadi terlentang.

Melihat payudara yang indah itu aku langsung menjilatinya dan dengan tuntunan tangannya dia memasukkan penisku kembali ke vaginanya. Aku terus berpacu menggenjotnya namun dalam sisi lain aku terus menjilati payudaranya, menggigit dan ketika kurasakan aku akan keluar. Aku angkat kaki kirinya, bersandar dipundakku sehingga bisa kurasakan cairan spermanya membasahi pahaku.
cerita dewasa, tante, sedarah
Aku terus menggenjotnya.

“Ohh.. Kiki.. aku mau keluar..”
“Tahan Bram.. kita keluar sama-sama..” Dengan sekuat tenaga sambil mengentot aku menahan spermaku agar tidak keluar lebih dahulu.
“Ohh.. aku keluarin yach..”
“Bareng..” dengan seketika kamipun bisa merasakan muncratan-muncratan sperma di dalam vagina yang indah itu. Kami pun terkulai lemas dan berpelukan di sofa itu, film koleksi vCD pun telah tamat sedari tadi, namun kami lebih lama berpacu dalam birahi masing-masing lebih lama dari 1 buah vCD.
“Ohh.. makasih yach Bram.. ternyata benar dibalik kekurangan kamu, kelebihanmu banyak sekali, kamu bisa membuat aku orgasme 4 kali dalam sekali main.. kamu hebat.” Aku hanya bisa tersenyum dalam pelukannya.

Begitulah, pertemuan pertama kami, dan aku cukup puas aku bisa memuaskan dirinya.

“Bram.. nanti kalau aku telpon kamu langsung kesini aja yach..”
“Ok deh Kiki sayang..,” kataku manja.

Kamipun sering bertemu 1 bulan terakhir ini, bahkan terkadang aku menginap di apartemennya. Diapun terkadang memberikanku uang untuk ongkosku dan membeli bajuku, namun bukan berarti aku seorang Gigolo, aku hanya ingin menjadi teman bagi seorang yang kesepian.

Namun kini suaminya sudah kembali dari luar negeri, maka terpaksa aku hentikan kegiatan berpacu dalam birahi bersamanya. Dia bilang padaku mungkin akhir bulan April ini dia akan kembali ke luar negeri. Dan kamipun bisa berpacu kembali dalam birahi kami yang tak terbendung oleh jarak dan waktu.

***

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa, tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru Foto Hot 2016      

Cerita Sex Kejenuhan Membawa Kenikmatan

Orisex web dewasa yang berisikan "Cerita Sex Kejenuhan Membawa Kenikmatan" cerita sex 2016, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa terbaru dan foto bugil tante bispak abg hot. 

Cerita Sex, Cerita Mesum, Cerita Sex Terbaru
 Cerita Sex Kejenuhan Membawa Kenikmatan - Ist

Cerita Sex Terbaru | Namaku Radit (bukan nama asli), sebelumnya aku terima kasih atas dimuatnya ceritaku beberapa waktu yang lalu, kali ini aku akan menuliskan pengalamanku lagi, yang mana itu terjadi baru kemarin malam. Oh ya satu hal lagi, saya minta maaf kalo seandainya kalimat-kalimat yang saya sajikan kurang beraturan. Maklumlah, bukan pujangga.

Rabu, 25 April 2001, kira-kira pukul 7 malam, saat itu aku lagi lembur di kantor. Jenuh dengan keadaan, akhirnya aku keluar kantor dulu sebentar, ya sekedar cari angin atau kasarnya cuci mata kali ya. Akhirnya mobil kuparkirkan di pelantara pusat pertokoan yang ada di tengah-tengah kota kembang. Waaaahh, seger juga nih, jadi tidak BT lagi.

Sambil berjalan menelusuri trotoar, aku melihat beberapa produk yang dipajang di etalase, secara kebetulan, mataku tertuju ke stan penjualan produk alat-alat kosmetik. Mataku tidak lepas memandang sosok tubuh yang rasanya seperti kukenal. Dengan ragu-ragu aku hampiri juga stan kosmetik itu. Tidak jauh dari stan itu, aku diam dulu beberapa saat sambil memeperhatikan sosok tubuh yang rasanya kukenal.
Cerita Sex Kejenuhan Membawa Kenikmatan
Setelah yakin kalau sosok tubuh itu adalah orang yang kukenal, dengan hati berdebar kupanggil namanya.

“Din..! Kamu Dina khan..?” kataku sambil menunjuk ke arahnya.

Sosok tubuh yang kupanggil namanya merasa kaget juga mendengar panggilanku. Untuk beberapa saat dia memandang ke wajahku sambil mengernyitkan keningnya. Dalam hati mungkin dia sedang mengingat-ngingat, yang pada akhirnya.

“Radit..? Kamu Radit..?” katanya dengan wajah yang agak keheranan.
“Yup..! kirain udah lupa, Din..,” kataku sambil menyodorkan tanganku.
“Ya nggak akan lupa dong Dit, gimana kabarnya..?” katanya sambil menyambut uluran tanganku.
“Baek-baek Din. Kau sendiri gimana..?” kataku.
“Baek juga Dit..,” ucap Dina sambil menyibakkan rambutnya yang panjang sebahu.

Perlu diketahui, Dina (bukan nama sebenarnya) ini adalah teman SMA saya dulu, orang tuanya tingal di Jakarta. Di kota kembang ini dia tinggal dengan kakaknya yang kebetulan mereka ini bisa disebut anak kost. Dina punya perawakan lumayan tinggi, dengan tubuh yang cukup ideal (di mataku), hidung yang mancung, dan buah dadanya yang lumayan juga ukurannya.
 Cerita Dewasa Kejenuhan Membawa Kenikmatan
Kami mengobrol bermacam-macam, tentang seputar masa SMA dulu. Tidak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 09:00malam, dan pada jam itu dia akan pulang. Dengan penuh keyakinan, kutawarkan dia untuk pulang sama-sama, karena kebetulan dia pulangnya sendiri.

Sebelum aku mengantar dia ke tempat kostnya, aku ajak dia untuk makan dulu. Dia menerima tawaranku, setelah itu baru kuantar dia ke tempat kostnya.

“Ke dalem dulu Dit..!” katanya.
“Makasih Din.., lain kali aja deh.., lagian khan ada Kakakmu..!” kataku sambil memperhatikan jamku, yang mana pada waktu itu menunjukkan pukul 22:30.
“Kakakku lagi ke Jakarta Dit.., Aku cuma sendirian disini. Ayo dong Dit..! Masuk dulu..,” pintanya merajuk.

Akhirnya aku masuk juga ke dalam,

“Bentar aja ya Din.., Aku ada kerjaan nih di kantor, mana mata udah ngantuk, cape lagi..,” kataku sambil tanganku memijit pundakku sendiri karena pegal.

Dina menganngguk sambil tersenyum, kemudian dia menuju ke belakang untuk mengambil minuman.

“Santai aja dulu Dit.., Aku mo mandi dulu ya, gerah nih..!” katanya sambil menyodorkan minuman untukku.

Lalu aku duduk di kursi dekat tempat tidurnya.

“Lama juga nih mandinya. Dasar perempuan..!” aku menggerutu dalam hati.

Kemudian aku berdiri sebentar, karena pegel juga kalau duduk terus. Akhirnya aku rebahan juga di tempat tidurnya, cape sekali badanku rasanya. Kemudian kulihat Dina keluar dari kamar mandi. Dia hanya memakai celana pendek dengan t-shirt warna putih. Rambutnya basah, mungkin habis keramas. Kemudian dia duduk di depan meja riasnya sambil mengeringkan rambutnya.

“Muka Kamu kok keliatan cape Dit..?” kata Dina membuyarkan lamunanku.
“Iya nih Din.., Aku cape banget hari ini, mana kerjaan masih banyak.” ketusku.
“Ya udah, istirahat aja dulu. Santai aja.., Aku pijitin, mau nggak..?” kata Dina sambil melangkah ke arahku.
“Bener nih, mau mijitin..?” kataku setengah tidak percaya.
“Masa Aku boong Dit. Ya udah.., Kamu tengkurap aja.. Terus buka dulu kemeja Kamu dengan kaosdalamnya.” katanya.

Bagai kerbau dicocok hidung, aku menurut saja, terus kutelungkup, lalu Dina mulai memijitiku, mulai dari pundak terus ke punggung. Pijatannya lembut sekali, rasa lelah dan kantukku mulai hilang, malah yang ada sekarang darahku justru mengalir begitu cepat. Batang kemaluankuperlahan-lahan mulai tegang, aku jadi salah tingkah. Sepertinya Dina melihat perubahan sikapku.

“Dit..! Balikin badan Kamu.., biar Aku pijit juga bagian depannya.” katanya lembut.

Aku agak ragu juga, pasalnya aku takut kemaluanku yang sudah tegang takut kelihatan, ditambah nafasku yang sudah tidak beraturan. Tetapi akhirnya kubalikkan juga badanku. Kemudian Dina menduduki badanku. Kaget juga aku melihat dia, karena posisi dia sekarang menduduki badanku, pantatnya tepat di atas kemaluanku. Aku pura-pura meram saja, sambil kadang-kadang memicingkan mataku, jadi salah tingkah aku pada waktu itu.
Cerita Mesum Kejenuhan Membawa Kenikmatan
Seksi juga ni orang, atau karena pikiranku yang sudah dirasuki nafsu birahi, batinku berkecamuk. Aku mulai berpikir, apa yang harus kulakukan. Tangan Dina dengan begiru halusnya mengusap-ngusap dadaku yang kadang-kadang dia cubit puting susuku, aku malah menggelinjang kegelian, pikiranku sudah gelap oleh nafsu. Dengan agak ragu kupegang kedua telapak tangannya yang sedang memijat dadaku.

“Kenapa Dit..?” tanya Dina sambil tersenyum.

Aku tidak menjawab pertanyaannya, kemudian kucium telapak tangannya, lalu kutarik tangannya yang mana otomatis badannya mengikuti, sehingga badannya jadi agak terdorong ke depan.

Wajahku dengan wajahnya dekat sekali, sampai nafasnya menerpa wajahku. Lalu kupegang kedua pipinya, dengan perlahan kudekatkan wajahnya ke wajahku, lalu kucium bibirnya dengan lembut. Kemudian kujulurkan lidahku menelusuri rongga mulutnya. Dina agak melenguh, lalu Dina mulai membalas ciumanku, lama-lama ciuman kami makin lama makin buas saja, nafas kami sudah tidakberaturan.

Sambil tetapi berciuman, tanganku turun ke bawah, lalu kumasukkan ke bagian belakangkaosnya, lalu kutarik kaosnya ke atas. Dina mengerti akan hal ini, kemudian dia tegakkan badannya, lalu dia buka sendiri t-shirtnya, lalu dengan sambil tersenyum dia buka sendiri BH-nya.

Setelah terbuka, yang kusaksikan adalah sepasang dua bukit yang kembar, walaupun tidak terlalu besar tetapi kencang sekali, dengan putting yang sangat menantang. Dengan posisi Dina masih di atas perutku, aku segera bangkit. Kulumat putingnya silih berganti, Dina melenguh tanda menikmatinya.

“Ooohhh Radit.., sshhh..,” desahnya sambil mendongakkan kepalanya ke belakang, dengan tangan melingkar di leherku.

Aku semakin bernafsu, lalu kurebahkan badannya, kemudian kulumat bibirnya, lalu kulumat telingakirinyan. Kemudian aku turun menelusuri lehernya, kulumat putting susunya yang tampak menawan, kadang aku meremas kedua bukit yang indah itu. Puas dengan itu lumatanku mulai turun ke bawah, aku jilat pusarnya, kedua tanganku mulai turun ke pangkal pahanya.
Cerita Ngentot Kejenuhan Membawa Kenikmatan
Dengan posisi masih menjilati pusarnya, tanganku membuka celana pendeknya, lalu kuturunkan ke bawah. Secara naluriah dia ikut membantu menurunkan pula, maka tingal celana dalamnya yang berwarna putih bersih yang masih menghinggapi tubuhnya.

Lalu kucium kemaluannya yang masih ditutupi CD-nya, dia melenguh hebat, kemudian kubuka CD-nya. Aku beralih menjilati bibir kemaluannya. Dengan bantuan kedua jariku, kusibakkan bibir kemaluannya itu, maka tampakbagian dalam yang berwarna merah muda, dengan dihiasi klit-nya yang sudah membengkak.

Mungkin ini untuk yang kedua kalinya aku menjilati kemaluan perempuan. Ini yang kusuka dari kemaluan Dina, tidak berbau, mungkin tadi dia waktu mandi membersihkannnya dengan sabun khusus.Lalu kujulurkan lidahku ke bagian klit-nya, kugoyang-goyangkan lidahku.

“Aaahhh.., Ditkk.., enak sekali Saayaang..!” jeritnya sambil kedua tangannya menjambak rambutku.

Pedas juga rambutku. Aku masih saja asyik memainkan lidahku. Kadang sekali-sekali kugigit bibir kemaluannya. Tidak berapa lama, tubuh Dina mengejang, kepalaku makin ditekan oleh tangannya ke dalam kemaluannya.

“Radiittttttt.., aakkhhh.., nikmat sekali Sayang..!” katanya sambil memejamkan matanya, tandamerasakan kenikmatan yang tiada taranya.

Aku masih saja asyik melumat habis kemaluannya yang merah merekah.

“Udahhh Dit.., udah dulu Sayang..!” katanya sambil menarik kepalaku ke atas, kemudian dia cium bibirku dengan ganas sekali.
 Cerita sex, cerita mesum, cerita dewasa
Lalu tubuhku dia balikkan, dia berada di atasku sekarang. Dia condongkan badannya, kemudiandia mencium kembali bibirku, lalu mencium leherku. Dia tegakkan badannya, dan dia geser sedikitke bawah. Sambil tersenyum dia lalu membuka celana panjangku, kemudian dia buka celana dalamku, maka mencuatlah adikku yang dari tadi sudah tegak bagai tugu monas. Dengan lembut dia mengusap batang kemaluanku, jempolnya mengusap kepala kemaluanku.

“Aaakkhhh..,” aku hanya bisa mendesah kenikmatan.

Perlahan dia tundukkan kepalanya, lalu mulai menjilati kepala kemaluanku, kemudian dia masukkan batang kejantananku ke mulutnya. Dia hisap dengan lembut. Aku hanya bisa merasakan kenikmatan yang diberikan oleh permainan mulut Dina.

“Aakkhhh Din.., terus Din..! Enak sekali Sayang..!” erangku.

Mungkin karena dari tadi aku sudah menahan nafsuku, akhirnya aku tidak kuat juga menahannya.

“Din.., Aku mo keluar Dine..,” erangku.

Dina cuek saja, dia malah mempercepat frekwensi hisapannya ke batang kemaluanku, yangpada akhirnya,

“Aaakkhhhhhh..,” bersamaan dengan itu menyeburlah cairan spermaku ke mulutnya.

Keliatannya Dina agak kaget juga, tetapi dia lalu menelan semua spermaku sampai habis. Aku hanya mengerang kenikmatan. Setelah cairanku habis ditelannya, kemudian Dina lepaskan batang kejantananku dari mulutnya, dia tersenyum melihat senjataku masih berdiri, walaupun sudah mengeluarkan laharnya.

Dengan tersenyum menahan birahi, dia mendekati wajahku. lalu mencium bibirku. Dengan posisi masih di atas, tangannya kemudian memegang batang kemaluanku, lalu dibimbingnya ke lubang senggamanya. Dengan sekali sentakan, batangku sudah masuk seluruhnya.

“Uuuhhh.., sshhhh..!” Dina melenguh kenikmatan sambil memejamkan matanya, rambutnya tergerai, kepalanya diangkat mendongkak ke belakang.
Diangkatnya pantatnya perlahan, lalu diturunkannya perlahan. Aku membantunya dengan batang kemaluanku.

Makin lama gerakan Dina semakin cepat, aku juga semakin keras menekan batang kemaluanku, tangaku menelusuri tubuhnya yang sudah penuh dengan keringat. Kadang kuremas kedua bukit kembarnya, sekali-kali aku pelintir kedua puttingnya. Dina terus saja menggelinjangkantubuhnya, kulihat Dina meram melek juga dalam malakukan gerakannya itu.

“Ooohhh.., Radittttt..! Enak sekali Dit.., ssshhh..,” Dina mendesis seperti ular.
“Kamu cantik sekali Din.., Aku sayang Kamu..!” kataku sambil menarik kepalanya untuk mendekati wajahku.

Lalu kucium bibirnya. Akibat gerakan-gerakan yang dilakukan Dina, akhirnya aku tidak kuat juga.

“Aaahhh.., Din, Aku hampir keluar Sayangg..!” kataku.
“Ssshhh.., aahh.., Aaaakuu juga Dit.., bentar lagi.., aakhh.. terus Sayanng.., terusss..!” ucap Dina sambil terbata bata menahan nafsu.
Cerita sex, cerita mesum, cerita dewasa
Makin kupercepat tempo gerakanku, yang pada akhirnya aku sudah tidak kuat lagi. Kurangkul tubuhnya erat-erat, tampaknya Dina juga sudah pada klimaksnya, yang akhirnya.

“Aaahhh.., aakkhhh..,” kami keluar bersamaan disertai desahan yang panjang.

Kupeluk tubuh Dina dengan erat, begitu juga dengan Dina sambil menikmati sensasi-sensai yang tidak bisa dibayangkan. Kemudian dengan posisi aku masih duduk di kasur dan Dina di atasnya, kami berciuman kembali. Lama sekali sambil mengatakan kata-kata indah.

“Terima kasih Din.., Aku sayang Kamu..!” kataku sambil mencium keningnya.
“Aku sayang Kamu juga Dit..!” kata Dina, yang kemudian kami berciuman kembali.

Lalu kurebahkan badanku dengan batang kemaluanku masih menancap di liang senggamanya, akhirnya kami berdua tertidur lelap sekali.

Esok harinya baru kupulang, tapi sebelumnya aku antarkan dulu Dina ke tempat kerjanya sambilmemeberikan nomor teleponku. Kalau-kalau dia butuh aku, tinggal menghubungi saja.

Sesudah mengantar Dina, aku langsung pulang, lalu pergi ke kantor yang mana sudah tentu aku pastikesiangan, dan kerjaanku yang belum beres.

***

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa, tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru Foto Hot 2016