Rabu, 30 Maret 2016

Cerita Sex Afifah Klimak Pertamanya

Orisex web dewasa yang berisikan "Cerita Sex Afifah Klimak Pertamanya" cerita sex 2016, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa terbaru dan foto bugil tante bispak abg hot. 

Cerita Sex Lesbi, Cerita Dewasa, Cerita Mesum
Cerita Sex Afifah Klimak Pertamanya - Ist

Cerita Sex Terbaru | Afifah baru saja selesai menyapu lantai. Dan sekarang ia berniat mencuci piring kotor. Ia berjalan masuk kedalam dapur dan mendapati Mbak Desi sedang membenahi peralatan dapur. Pada jam seperti ini restoran tempat mereka bekerja sudah sepi. Hari ini giliran Afifah yang harus pulang lambat karena ia harus merapikan restoran untuk buka nanti malam. Begitulah keadaan restoran dikota kecil, pagi buka sampai jam 3 sore lalu tutup dan buka kembali jam 7 malam. Afifah tahu ia tak akan sempat pulang karena ia harus bekerja merapihkan tempat itu bersama Desi.

Afifah adalah seorang gadis yang cantik dan ramah. Usianya sudah 17 tahun dan ia tak dapat lagi meneruskan sekolahnya karena orang tuanya tidak mampu. Wajahnya oval dan sangat bersih, kulit gadis itu kuning langsat. Mata Afifah bersinar lembut, bibirnya kemerahan tanpa lipstik. Afifah mempunyai rambut yang panjang sampai dadanya, berwarna hitam, tubuhnya seperti layaknya gadis kampung seusianya. Buah dada Afifah membusung walaupun tidak dapat dikatakan besar namun Afifah memiliki pantat yang indah dan serasi dengan bentuk tubuhnya. Pendek kata Afifah seorang gadis yang sedang tumbuh mekar dan selalu dikagumi setiap pemuda dikampungnya.

Desi seorang wanita yang sudah berusia 32 tahun. Ia seorang janda ditinggal cerai suaminya. Sudah 3 tahun Desi bercerai dengan suaminya karena laki-laki itu main gila dengan seorang pelacur dari Jawa Tengah. Desi bertubuh montok dan bahenol. Semuanya serba bulat dan kencang, wajahnya cukup manis dengan rambut sebahu dan ikal. Bibir Desi sangat menggoda setiap laki-laki, walaupun hidungnya agak pesek. cerita ngewe hot ada di ceritadewasa17tahun.info Kulit Desi berwarna coklat tua karena ia sering ke pasar dan ke sawah sebagai buruh tani kalau sedang musim tanam atau panen. Desi dulunya adalah seorang pelacur daerah Tretes, Jawa Timur.
Cerita Sex Afifah Klimak Pertamanya
Dulu uang begitu gampang diperoleh dan laki-laki begitu gampang dipeluknya, sampai akhirnya hukum karma membuat ia menjanda karena sesama teman seprofesinya juga. Banyak orang dikampung yang diam-diam mengetahui sejarah kelam Desi dan banyak juga yang mencoba hendak memanfaatkan dia. Tapi selama ini Desi terlihat sangat cuek dan sinis terhadap orang-orang yang menggodanya. Buah dada Desi besarnya bukan main, sering ia merasa risih dengan miliknya sendiri. Tapi ia tahu buah dadanya menjadi buah-bibir baginya. Dan sedikit banyak ia juga bangga dengan buah dadanya yang besar dan kenyal itu. Desi juga memiliki pantat yang besar dan indah, nungging seperti meminta.. Tubuh Desi sering menjadi mimpi basah para pemuda dikampungnya.

“Fi, kamu sudah punya pacar belum?” Tiba Desi berjongkok didepan Afifah dan mulai membantu gadis itu mencuci piriong-piring kotor.

Afifah terkikik dan menggeleng.

“Belum tuh”
“Lho? Gadis secantik kamu pasti banyak yang naksir” kata Desi sambil memandang Afifah.

Afifah tertawa lagi.

“Payah.?? semuanya mikir kesitu melulu” Jawab Afifah.
“Memang.?? laki-laki itu kalau melihat perempuan pikirannya langsung ingin ngewe” kata Desi tanpa merasa risih berkata kasar.
“Ah Mbak, jangan suka ngomong gitu ah” timpal Afifah.
“Kan nggak ada yang dengar ini” Jawab Desi.

Mereka terdiam lama.

“Mbak.. ” suara Afifah menggantung. Desi terus mencuci.
“Mmm?” Jawab wanita itu.
“Ngg..”
“Ngomong aja susah banget sih” Desi mulai hilang sabar.

Afifah menunduk.

“Ngg.. Anu.. Ngewe itu enak nggak sih?” Akhirnya keluar juga.
Cerita Dewasa Afifah Klimak Pertamanya
Desi memandang gadis itu.

“Yaa.. Enaak banget Fi, apalagi kalo yang ngewein kita pinter” jawab Desi seenaknya.
“Maksud Mbak?” Afifah penasaran.
“Iya pinter.. Bisa macam-macam dan punya tongkol yang keras!” kata Desi sambil terkikik.

Afifah merah padam mendengarnya. Tapi gadis itu makin penasaran.

“Bisa macam-macam apa sih, Mbak?” tanya Afifah.

Desi memandangnya sambil menimbang. Ah.. Toh nanti gadis kecil ini harus tahu juga. Dan Afifah sungguh cantik sekali, sekilas mata Desi tertumbuk pada posisi Afifah yang sedang berjongkok. Desi melihat gadis itu mengangkang dan terlihat celana dalam gadis itu berwarna coklat muda.

“Macam-macam seperti tempik kita diciumin, dijilat bahkan ada yang sampai mau ngemut tempik kita lohh..” jawab Desi.

Entah kenapa Desi merasa sangat terangsang dengan jawabannya dan darahnya mendidih melihat selangkangan Afifah yang bersih serta mulus.

“Idiih.. Jorok ihh.. Kok ada yang mau sih?” Afifah sekarang melotot tak percaya.
“Lho.. Banyak yang doyan ngemut memiaw Fi. Ngemut tongkol juga enak banget kok” jawab Desi masih terus melihat selangkangan Afifah.
“Astaga.. Masak anunya lelaki diemut?” Afifah merasa aneh dan jantungnya berdebar, ia merasa ada aliran aneh menjalar dalam dirinya.

Gadis itu tidak mengerti bahwa ia terangsang.

“Oh enak banget Fi, rasanya hangat dan licin, apalagi kalo ehm.. Ehmm.. “
“Kalo apa Mbak?” Afifah makin penasaran. Desi merasa melihat bagian memiaw Afifah yang tertutup celana dalam krem itu ada bercak gelap, tapi Desi tidak yakin.
“Yaa.. Malu ahh..!” Desi sengaja membuat Afifah penasaran.
“Ayo doong Mbak” rengek Afifah.
Cerita Mesum Afifah Klimak Pertamanya
Desi sekarang yakin bahwa memiaw gadis itu sudah basah sehingga terlihat bercak gelap di celana dalamnya. Desi sendiri merasa sangat terangsang melihat pemandangan itu.

“Kalo pejuhnya menyembur dalam mulut kita, rasanya panas dan asin, lengket tapi enak banget!” bisik Desi didekat telinga Afifah.

Afifah membelalakkan matanya.

“Apa itu pejuh?” tanyanya. Desi merasa tidak tahan.
“Pejuh itu seperti santan yang sering bikin memiaw kita basah lho” Jawab Desi.

Ia melihat bagian memiaw Afifah makin gelap, wah gadis ini banjir, pikir Desi.

“Idiihh amit-amit, jorok banget sih”
“Lho kok jorok? Laki-laki juga doyan banget sama santan kita, apalagi kalo memiaw kita harum, tidak bau terasi”
“Idiihh Mbak saru ah!”
“Tapi aku yakin memiaw kita pasti wangi, soalnya kita kan minum jamu terus”
“Udah ah, lama-lama jadi saru nih” kata Afifah. Desi tertawa.
“Kamu udah banjir yaa?” goda Desi. Afifah memerah, buru-buru ia merapatkan kedua kakinya.
“Ahh.. Mbaakk!!” Desi tersenyum melihat Afifah melotot.
“Nggak usah malu, aku sendiri juga basah nih” Kata Desi.

Ia lalu membuka kakinya sehingga Afifah bisa melihat celana dalam putih dengan bercak gelap di tengah, Afifah terbelak melihat bulu-bulu kemaluan Desi yang mencuat keluar dari samping celana dalamnya, lebat sekali, pikirnya.

“Ihh.. Mbak jorok nih” desis Afifah. Desi terkekeh.
“Mau merasakan bagaimana tempik kamu diemut?” bisik Desi. Afifah berdebar.
“Ngaco ah!”
“Aku mau emutin punya kamu, Fi?” Desi mendekat. Afifah buru-buru bangun dan mundur ketakutan. Desi tertawa.
“Kamu akan bisa pingsan merasakannya” bisik Desi lagi.
“Ogah ah.. Udah deh.. Jangan nakut-nakutin akhh” Afifah mundur mendekati pintu kamar mandi dan Desi makin maju.
“Nggak apa-apa kok.. Cuman diemut aja kok takut?”
“Masak Mbak yang ngemut?”
“Iya.. Supaya kamu tahu rasanya”
“Malu ahh..”
“Nggak apa-apaa..” Desi mendekat dan Afifah terpojok sampai akhirnya pantatnya menyentuh bibir bak mandi.

Dan Desi sudah meraba pahanya. Afifah merinding dan roknya terangkat ke atas, Afifah memejamkan matanya. Desi sudah berjongkok dan mendekatkan wajahnya ke memiaw Afifah yang tertutup celana dalam. Desi mencium bau memiaw Afifah, dan Desi puas sekali dengan harumnya memiaw Afifah. Dulu ia sering melakukan hal-hal seperti ini, malah pernah ia bermain-main bersama 4 pelacur sekaligus untuk memuaskan tamunya.

Tubuh Afifah gemetar dan seluruh bulu kuduknya meremang, gadis itu merasa suhu tubuhnya meningkat dan perasaannya aneh. Desi mulai menciumi memiaw Afifah yang masih tertutup. Pelan-pelan tangannya menurunkan celana dalam Afifah dan Desi terangsang melihat cairan lendir bening tertarik memanjang menempel pada celana dalam gadis itu ketika ditarik turun. Desi menjulurkan lidahnya memotong cairan memanjang itu dan lidahnya merasakan asin yang enak sekali. memiaw Afifah sungguh indah sekali, tidak terlihat bibir kemaluanKnya bahkan bulu-bulunya pun masih halus dan lembut.

Desi mencium dan mulai melumat memiaw Afifah. Gadis itu mengerang dan menggeliat-liat ketika lidah Desi menjalar membelai liang memiawnya. Afifah benar-benar shock dengan kenikmatan aneh yang dirasakannya, ada perasaan geli dan jijik, tapi ada perasaan nikmat yang bukan alang kepalang. Gadis itu merasakan keanehan yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Bulu kuduknya berdiri hebat tatkala lidah Desi menyapu dinding memiawnya, Afifah menggeliat-liat menahan perasaan nyeri nikmat bagian bawah perutnya.

“Aahh.. Mbak.. Uuuhh.. Ssshh.. Ja.. Jangan mb.. Mbbak! Ji.. Jijikhh.. Aahh”

Desi tidak memperdulikan rintihan dan erangan Afifah. Lidahnya bergumul dan menembus liang memiaw Afifah dengan lembut, Desi tahu Afifah masih perawan dan ia tak ingin merusak keperawanan Afifah, lidahnya hanya menjulur tidak terlalu dalam, namun Desi sudah dapat merasakan cairan asin hangat yang mengalir membasahi lidahnya dan Desi mengendus-endus bau khas memiaw Afifah dengan sangat menikmatinya.
Cerita Ngentot Afifah Klimak Pertamanya
Desi perlahan-lahan menyelipkan jari-jarinya kesela-sela bokong Afifah, dengan lembut dan dibelai-belainya liang anus Afifah, dan Afifah sedikit tersentak tapi kemudian menggelinjang geli, tapi Afifah membiarkan dirinya pasrah terhadap Desi. Ia percaya sepenuhnya pada Desi dan sekarang ia benar-benar merasakan kenikmatan yang selama ini belum pernah ia rasakan bahkan dalam mimpipun!

“Enak Fi?” desah Desi dengan mulut berlumuran lendir Afifah.

Afifah memandang ke bawah dan mengangguk, tubuhnya bergetar hebat, ia tak menyadari bahwa itu yang dinamakan klimaks kenikmatan seorang perempuan. Desi merasakan liang memiawnya berdenyut dan ia meraba serta menusuk-nusukkan jarinya sendiri keliang memiawnya dan merasakan cairan licin membasahi jarinya. Ia merintih dengan wajah tersuruk di selangkangan Afifah, lidahnya kini menjulur dan membelai liang dubur Afifah dan membuat gadis itu terlonjak-lonjak kegelian serta terpana mendapatkan perlakuan yang tidak pernah dibayangkannya. Afifah merasa liang duburnya ditekan-tekan oleh benda lunak dan sesekali terselip masuk kedalam dan ia akan terlonjak kaget bercampur geli, tapi lebih banyak merasakan kenikmatannya.

***

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa, tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru Foto Hot 2016

Related Posts

Cerita Sex Afifah Klimak Pertamanya
4/ 5
Oleh