Sabtu, 19 Maret 2016

Cerita Sex Mba Tanti... Nakal

Orisex web dewasa yang berisikan " Cerita Sex: Mba Tanti... Nakal" cerita sex 2016, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa terbaru dan foto bugil tante bispak abg hot.

sex terbaru selingkuh, cerita sex selingkuh, cerita sex, cerita dewasa
  Cerita Sex Mba Tanti... Nakal - Ist

Cerita Sex Terbaru | Terdengar kabar ternyata Dewi benar-benar pergi ke batam mengikuti orangtuanya. Aku merasa kehilangan yang sangat mendalam, merasa kehilangan karena tidak ada yang akan mengisi hari-hariku kembali. Dan merasa kehilangan karena aku tidak merasakan lagi kemolekan tubuh Dewi yang putih bersih itu.

Karena semenjak pertemuan terakhirku dengan Dewi, telah membuat aku ketagihan namnya sex. Aku hanya bisa menyalurkannya dengan bermasturbasi, entah itu dengan membaca majalah dewasa maupun menonton VCD porno yang aku beli sendiri.

Terkadang jika aku sedang bekerja, aku suka mencuri-curi pandang kepada mba Tanti. Aku sering membayangkan gimana seandainya bila aku bercinta dengannya.

Selama ini mba Tanti tidak pernah menyadari kalau aku sering memperhatikannya. Aku selalu tersenyum kepadanya apabila mba Tanti menyadari kalau sedang aku perhatikan.
Cerita Sex: Mba Tanti... Nakal
“hei.. tumben loe..senyam senyum aja..”mba Dewi mencoba meledekku
“ahhh.. engga biasa aja koq.. emangnya ga boleh ya klo senyum?”.. ucapku
“bukannya apa-apa..biasanya loe kan sering cemberut aja Ndi..” mba Tanti membela diri.

Aku hanya tersenyum kecil kucoba meneruskan pekerjaanku kembali, tap secepat kilat menyambar pinggangku.

“aduhhh.. apa-apan seh mba?!..” mba Tanti mencubitku dan berlalu begitu saja dari hadapanku.

Mba Tanti selalu satu shift denganku sehingga kami selalu ada kesempatan untuk mengobrol berdua. Mba Tanti ini orangnya suka bicara blak-blakan apalagi dengan aku dari mulai urusan kerja, rumah tangga sampai urusan ranjang dia tidak malu untuk bercerita denganku. Karena menurutnya aku bisa nyambung jika diajak bicara dengannya. Lain hal dengan teman-teman lain dia agak sedikit tertutup berbicara hanya sekedarnya.

Sampai suatu ketika ia bercerita bahwa suaminya sekarang lebih suka pulang pagi. Dan selalu meminta kebutuhan sex-nya dipagi hari, mba Tanti bercerita bahwa ia melayani suaminya hanya karena kewajiban.

Dan dia sama sekali tidak pernah menikmati hubungan sex dengan suaminya.

“Cape gwe.. laki gw pulang pagi lagi, dateng-dateng celana gw main dipelorotin aja”.. ucap mba Tanti sambil terduduk lemas disampingku.
“lho..emangnya kenapa mba?!.. bukannya enak?..” ledekku
“enak gmana.. abis genjot langsung tidur pules, tinggal gw sendiri yang bengong..dia tidur, gw tinggal aja berangkat kerja”… gerutu mba Tanti.
“wkwkkwkkkwk….. “ aku tertawa cukup keras hingga teman-teman yang lain menoleh semua kepadaku.
“berarti mba ga puas ya…” candaku
“SSStttttttt…..ngapain seh loe pake ketawa?..malu tau kalo ketahuan anak-anak” mba Tanti mencubit pinggangku.
“aduuuhhhhh.. pelan-pelan donk mba.. klo nyubit jangan itunya, yang ini ni…! Sambil aku menunjuk kearah penisku. mba Tanti pun kembali mencubitku
“iihhhh.. klo itu seh da ada yang punya kan”.. tanya mba Tanti
“Gak koq ..mba aku masih single belum punya pacar..”
“masa seh.. yang kemarin itu gimana”.. maksud mba Tanti adalah Dewi.

Akhirnya jam kerja telah selesai dan seperti biasa mba Tanti membonceng pulang denganku karena searah denganku.
 Cerita Sex Terbaru Mba Tanti... Nakal
Mba Tanti pun berpegangan padaku walaupun hanya pegangan pinggang saja namun dadanya tidak menempel dipunggungku. Akhirnya kami sampai dirumah mba Tanti. Mba Tanti menawarkan kepadaku untuk mampir dirumahnya.

“sini Ndi..mampir dulu” pinta mba Tanti
“ga ah mba... takut ntar diomelin suaminya”.. ejek ku
“ga ada laki gw tenang aja paling dia udah berangkat kerja (karena suaminya bekerja di café hingga mengharuskan suaminya itu kerja malam), anak gw juga masih diajak mertua gw ke tempat saudaranya”.. langsung tanpa berpikir panjang aku turun dari motor dan menuju teras rumahnya.
“bener ni mba.. ga da siapa-siapa”..
“tenang aja semua lagi pergi, lagian gw ga punya pembantu jadi disini sepi.
“bukannya apa-apa mba..gw ga enak aja takut nanti ada tetangga yang melihat” sergahku. Mba Tanti segera membuka pintu rumahnya dan melempar begitu saja tas yang dibawanya.
“..Ndi.. loe mo minum apa?”.. tanya mba Tanti
“terserah mba..”

Mba Tanti kembali dengan membawa segelas minuman dan diberikannya kepadaku.

“bentar ya..Ndi gw mo ngerapiin cucian gw tadi pagi”..

Mba Tanti pergi menuju kearah dapurnya, sejenak aku memperhatikan rumah mba Tanti. Terlihat sedikit agak berantakan walaupun rumahnya kecil, rumah mba Tanti sederhana. Tiba-tiba aku merasakan ingin buang air kecil, langsung saja aku berjalan kearah dapur.

“mba… kamar mandinya dmana?.. gw pengen pipis ne” tanyaku
“disini.. “ ternyata kamar mandinya kecil sekali dan tidak ada pintu yang menutupinya karena menurutnya pintu itu rusak karena karat.
  Cerita Dewasa Mba Tanti... Nakal
Sedangkan saat itu mba Tanti sedang merapikan piring bekas cuciannya. Jarak antara kamar mandi dan mba Tanti hanya sekitar satu meter.

“Duh.. gmana gw mo kencing ne..”pikirku
“kenapa loe.. kaya orang bingung”..tanya mba Tanti membuat aku kaget
“eeeh…gw kencing dmana ne..mba ..?”
“ya disitu…di WC.. masa dimulut gw..” ucapan mba Tanti membuat aku terperangah.

Hingga batang penisku terasa mengeras, akhirnya aku pun kencing dengan membelakangi mba Tanti. Sengaja aku tidak menutupi batang penisku, aku ingin tahu bagaimana reaksi mba Tanti.

“Heiiiiii. Kalo kencing ditutupin dong anunya...?”
“anu apa mba”…pura-pura tidak tau
“ itu kamu.. mba kan jadi ikutan ngeliat”..sambil sedikit melirik kearah penisku
“aaahh.. mba kan da sering ngeliat punya suami mba”... mba Tanti diam saja sambil pandangannya masih melirik kearah batang penisku.

Tiba-tiba saja mba Tanti mendorong ku dari belakang ketika kencingku belum selesai. Hingga celanaku basah dengan air kencing.

“Duuhhh… si mba jahil banget ..neh.. basah semua deh..” sedikit agak marah. Mba Tanti tertawa melihat aku sperti itu.
“Rasain..makanya jangan suka godain orang…”celetuk mba Tanti
“trus..gmana donk, celana gw basah semua ne…” tanyaku
“ ya..udah bentar gw ambilin celana laki gw...” mba Tanti berlalu kedalam

Aku pun melepaskan celanaku, hingga aku hanya memakai CD saja untung saja Cd ku tidak ikutan basah. Mba Tanti kembali membawakan celana untukku pandangannya terarah pada batang yang menonjol dari balik CD ku.

“Iihhh... tutupin dong ..itunya”.. pinta mba Tanti
“apa mba ...ini?..” aku malah sengaja melorotkan CD ku didepannya
“Aauuw......” mba Tanti menutup wajahnya dengan kedua tangan.

Sedangkan aku malah mengurut-urut batang penisku, aku tidak tahu kenapa waktu itu aku bisa berbuat demikian. Aku tidak berpikir bahwa mba Tanti akan marah. Sedikit perlahan mba Tanti membuka kedua tangannya diperhatikannya penisku. Rupanya tidak disangka mba Tanti mendekatiku, entah setan apa yang merasuki kami. Mba Tanti mencoba meraih batang penisku, dan akupun membiarkannya. Didorongnya tubuhku kearah dinding kamar mandi.
 Cerita Dewasa Terbaru Mba Tanti... Nakal
“sialan loe..Ndi..bikin gw nafsu aja” aku kaget ternya mba Tanti tidak marah
“salah siapa ngeliatin..?” aku hanya tersenyum.

Senyum tanda kemenangan ternyata aku telah mendapat perhatian mba Tanti. Penisku dipegang olehnya dari mulai buah zakar hingga keujung penis
“aaaahhhh……gw da lama bermimpi pengen ngent*t sama loe Ndi” bisik mba Tanti ditelingaku.

Gila pikirku ternyata mba Tanti juga selama ini memikirkan hal yang sama denganku.

“gw ..juga mba..”
“koq loe diem aja...” tanya mba Tanti
“gw takut mba....gw pikir loe cuma berani omong doang..” sergahku.

Mba Tanti menatapku dengan tajam, ditempelkan hidungnya kearah bibirku. Nafasnya tedengar dengan jelas sekali sehingga membuat perasaanku semakin tidak menentu. Tangan kanannya masih saja mengelus dan mengocok penisku.

“Ayoo…Ndi puasin gw!”.. pinta mba Tanti.

Buah dadanya menempel pada tubuhku, hal itu membuat aku begitu bernafsu. Kutarik kepalanya langsung saja kucium bibirnya, kuhisap dan kukulum lidahnya. Rupanya mba Tanti sudah bernafsu sekali diapun memainkan lidahnya didalam mulutku. Kuarahkan ciumanku kearah lehernya.

“Sss…ssshh..sshh..” mba Tanti mendesah.

Kuraba payudaranya yang montok itu dari balik bajunya. Kutarik paksa Bh-nya hingga terlepas.

“MMmmm…” lidah kami tetap saling mengulum.

Payudara mba Tanti ternyata memang besar sekali, sesuai dengan perkiraanku. Kumainkan putting susu.

”Oohhhh…sss…”mba Tanti hanya bisa mendesis.

Payudaranya semakin mengeras, putingnya pun ikut membesar.

Mba Tanti melepaskan ciumannya, Aku menekan tubuhnya semakin kebawah. Sehingga kini wajahnya tepat berada didepan penisku yang sudah tegang sekali. Dielusnya penisku dengan lembut dan dikocoknya.

“Mo ngapain ..Ndi?”.. tanya mba Tanti.
“pasti mba tau kan yang gw mau!”.. sergahku. Mba Tanti menahan tubuhnya.
“ihh.. jijik tau.. laki gw aja ga pernah gw isep tongkolnya”.. mba Tanti agak sedikit menolak ketika kusorongkan penisku ke wajahnya.

“cobain dulu donk mba.. pasti enak” pintaku dengan sedikit manja.

Akhirnya mba Tanti mulai mencoba mengulum penisku walaupun dengan perasaan agak jijik. Dipegangnya batang penisku dengan tangan kanannya dengan perlahan mba Tanti mulai mengocok penisku. bibirnya yang mungil mencoba menciumi penisku, dijilatnya ujung penisku sedikit demi sedikit.
 Cerita Mesum Mba Tanti... Nakal
“Ooohh…”.. mba Tanti memasukkan setengah penisku kedalam mulutnya.

Perlahan dia mulai menghisap dan mengocok penisku semakin dalam, penisku terasa tersedot begitu kencang oleh mba Tanti.
“Mmmm..mmnnn..oooohh..”aku hanya mencoba merasakan kenikmatan yang sedang aku alami ini.

Mba Tanti mulai gesit mempemainkan penisku terus dikocok dan dihisapnya penisku dengan sangat kencang.

“SSs..sss.mmm…oohh..terus wat..terus..”aku hanya bisa meracau kenikmatan.
“MmMMM..ooohh…s.s….”kucoba memegangi kepala mba Tanti agar tetap terus menghisap penisku.
“MMMrrrppp..ttt..ss…” hanya itu yang terdengar dari mulut mba Tanti.

Aku mencoba meraih buah dadanya dari balik kemejanya yang masih dipakai. Kutarik saja bajunya hingga kancingnya terputus, kuraba payudara mba Tanti yang montok itu dengan tangan kananku. Dengan tangan kiri tetap memegangi kepalanya.. kumainkan putting susunya yang sudah mulai membesar.

“OOhhh…..terus wat..teruss… mo keluar neh…”

Mba Tanti semakin mempercepat hisapannya disedot dengan kuat tidak kalah tangannya pun semakin cepat kocokannya.

“OOorrgghhh….sSSSS….”aku menahan nyeri seperti ada yang ingin keluar.
Mba Tanti terus saja mempercepat kocokannya.
“Oorrrgghh…….mmm…ss….”aku meraakan nikmat yang luar biasa.

Tiba-tiba

“Crooooottt….croot..SSrrrrrrrr….” kutarik langsung penisku dari mulut mba Tanti dengan maksud agar tidak mengotori wajahnya, tapi rupanya dia malah menahan tubuhku.

Akhirnya spermaku masuk semua kedalam mulutnya, dihisap semua spermaku olehnya. Aku terheran karena sebelumnya mba Tanti bilang kalau dia jijik menghsiap penisku. tapi sekarang malah menelan spermaku.

“gila juga lo wat.. punya gw lo isep abis..”mba Tanti hanya tersenyum
“abis punya lo... enak seh.. koq gurih ya..ga kaya punya laki gw..”ucap mba Tanti sambil cekikikan.

Memang selama ini aku rajin minum susu dan mengkonsumsi telor setengah matang pada malam harinya.

“Gantian donk..masa loe aja yang enak” pinta mba Tanti manja.
“ ya udah sini..mo yang mana gw bikin enak” candaku.

Mba Tanti hanya menanggapinya dengan cubitan kearah pantatku. Akupun mendorong tubuhnya kepinggir bak mandi. Segera kutarik Cd-nya dari dalam roknya, sehingga hanya rok dan kemejanya yang masih dipakai. Kuangkat tubuhnya keatas pinggir bak mandi dengan kedua tangannya bertumpu pada pinggir bak mandi. mba Tanti tanpa diminta langsung saja melebarkan selangkangannya seakan ingin menunjukkan surga kewanitaannya padaku.

Ternyata vagina mba Tanti ditumbuhi dengan bulu-bulu yang cukup lebat. Akupun mencoba mencari sela-sela lubang vaginanya dari kerimbunan bulu jembutnya itu. Akhirnya kutemukan dan kumainkan dengan jariku. Kugesekkan jariku disela-sela vaginanya mencari biji kenikmatan mba Tanti.

“ayo donk..Ndi jangan cuma dimainin aja.. ga tahan ni” ucapan mba Tanti mem buat aku segera melepaskan gesekan jariku di vaginanya.

Langsung saja kulebarkan selangkangan mba Tanti, tanpa perasaan jijik sekalipun aku langsung menjilati vaginanya. Tercium bau yang khas dari lubang vaginanya.

“OOOhhhhhh.......s.sSSS..”..mba Tanti mendesis ketika lidahku mulai menjilati vaginanya dari arah bawah keatas.

Aku agak terganggu dengan bulu jembut Tanti yang sangat tebal itu. Sehingga terkadang bulunya itu masuk kedalam mulutku.

“Mmm..mMMmm..OOOhhh.. ayo Ndi puasin gw…”
“Slleepp..sreett…” aku terus saja menjilati vagina mba Tanti. Jilatanku tepat kuarahkan ke biji clitorisnya yang sudah menonjol.

Vagina mba Tanti semakin basah dengan jilatanku dan cairan yang keluar dari vaginannya.

“OOhhh..oohhh…mmm…ssssS” mba Tanti hanya bisa merasa kenikmatan terus saja kujilati dengan gesit.

Lidahku terus menyodok masuk kedalam lubang vaginanya.

“Ssssss….OOhh..duh ga tahan ni Ndi…cepetan donk..uuhhh”
“sreettttts….sslleeppp..ssSSss..mba Tanti semakin merengek.

Aku mencoba membarengi jilatanku dengan memasukkan jari tengahku kedalam vaginanya.

“Oorrrrrrrrgghhhhhh….jangan gtu donk Ndii..OOrrghh.. “mba Tanti memohon ketika jariku dimasukkan kedalam vaginanya.

Tapi aku tidak menghiraukannya terus saja kusodokkan jari masuk kedalam vaginanya.

“Oorrgg..orgg..hh cukup Ndi … pelan-pelan..oogghh..” mba Tanti semakin menggelinjang tubuhnya terasa bergetar dan kakinya naik keatas tubuhku kakinya semakin diangkat tinggi-tinggi.

Aku terus saja menyedot vaginanya dengan kuat dan jariku mengocok-ngocok vaginanya dengan cepat.

“Serrrrr……sreettt.srett….” rupanya mba Tanti telah mengalami orgasmenya yang pertama.

Bau cairannya begitu jelas tercium oleh hidungku, cairan yang keluar dari vaginanya coba kujilati. Terasa asin dan bau anyir menyertai keluarnya cairan itu. Aku segera mengangkat tubuhnya, tidak tega karena dari tadi mba Tanti menopang tubuhnya dipinggir bak mandi. Kucium bibirnya dan mba Tanti pun membalas dengan lembut.

“MM..mm…gmana mba udah enak kan” tanyaku
“gila juga loe ya.. pinter banget loe ..belajar dari mana?” mba Tanti meledekku
“Hh.mm... dari mana ya..dari mba Tanti!!..” candaku mba Tanti hanya tertawa kecil.

Aku mencoba untuk mencoba untuk kembali mencium mba Tanti, tapi mba Tanti mencegahnya.

“Husss…jangan disini … kita main dikamar aja biar enak..”pinta mba Tanti
“Hmmm….boleh juga tuh..ok deh. Tapi jembutnya dicukur dulu ya” pintaku sambil mengerenyitkan dahi.
“hahahaa...mang kenapa, bulu mba banyak ya”..mba Tanti tertawa begitu geli
“iya ne..mba nyangkut digigi” ledekku
“ya ..udah tapi kamu yang cukurin ya.”
“ok.. sapa takut” singkat cerita aku mencukur bulu jembut mba Tanti yang tebal itu hingga klimis.

Rupanya tanpa ditumbuhi bulu-bulu itu vagina mba Tanti terlihat begitu mungil dan hitam manis dengan bagian dalam lubangnya berwarna kemerahan. Aku semakin bergairah melihat pemandangan itu, kucoba kembali menjilati vagina mba Tanti.

“Eiitts…tunggu dulu nanti aja dikamar pasti gw kasih” mba Tanti mencegahku.

Kamipun mandi bareng dikamar mandi itu, saling menyabuni tubuh masing-masing. Kumainkan sedikit putingnya dari belakang, mba Tanti menggodaku dengan menggesekan belahan pantatnya kearah penisku yang sudah sangat tegang.

Setelah mengeringkan tubuh masing-masing, kami berlari kedalam kamar mba Tanti tanpa memakai sehelai benang pun. Mba Tanti membanting tubuhnya keatas tempat tidur. Kucoba menggodanya dengan menjilati ujung jari kakinya. Dia hanya merasa kegelian, ditariknya kedua kakinya menghindari tanganku.

“Apa-apa…see… klo mau ini ne…!” sambil menunjukkan kearah lubang vaginanya.

Aku semakin bergairah, kutarik tubuh mba Tanti mendekati tubuhku. Kali ini aku mencoba menghisap vaginanya dengan posisi 69, tanpa basa basi mba Tanti langsung saja menarik batang penisku. Akupun tidak mau kalah langsung kusedot vaginanya dengan nafsu yang begitu tertahan.

“MMrrrppptt..Sss.s.sSS..”suara hisapanku begitu terdengar karena vagina mba Tanti waktu itu masih basah sekali.

Kali ini tidak tercium bau yang anyir seperti tadi, aku hanya mencium bau yang harum karena waktu dikamar mandi aku yang membersihkannya.

“SSs..sss…ooohh..”penisku tidak luput dari sedotan mba Tanti.

Rupanya mba Tanti semakin terasa begitu bergairah. Sedotannya terasa begitu kuat menarik batang penisku, aku hanya bisa menahan nyeri yang sangat nikmat. Vagina mba Tanti semakin terasa melebar dan merekah , aku tidak menyiakan kesempatan itu. Kusodok semakin dalam lubang vagina Tanti dengan lidahku.

“Oooohhhh…nmmmm…”
“mmmmm..mm…s.s.s.ss”
“SSleeeppp…slleepppp”….. tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut kami selain bunyi hisapan dan kocokan kami berdua.

Tiba-tiba mba Tanti melepaskan hisapannya. Didorongnya tubuhku hingga terlentang diatas kasur, penisku yang sudah sangat tegang kelihatan mengacung tinggi.

 “Diem situ… loe!…gw da ga tahan ne.. loe mainin terus..sekarang loe yang gw mainin”. Mba Tanti langsung saja menindih tubuhku dihisapnya bibirku, dikulum dan lidahnya bermain didalam mulutku.
  Cerita Sex Hot Mba Tanti... Nakal
Kami saling berpagutan, akupun menghisap bibirnya yg mungil itu dengan lembut . perlahan mba Tanti melepaskan ciumannya dan berpindah kearah leherku.

“Oooooh…. “. Perasaanku sperti terbakar, dadaku berdegup kencang dan darah mengalir begitu deras.

Mba Tanti melepaskan ciumannya, dia bangkit dan tangan kanannya memegang batang penisku.
dibimbingnya penisku kearah lubang vaginanya dengan posisi dia diatasku (WOT). Mba Tanti terlebih dahulu menggesekkan ujung penisku dibibir vaginanya. Terasa geli sekaligus nikmat, tubuhku serasa bergetar menunggu apa yang akan dilakukan oleh mba Tanti. Dan perlahan mba Tanti mulai membenamkan penisku kedalam vaginanya.

“Mmmmggghhhh……”mba Tanti sedikit mendorong keras. Penisku baru masuk kepalanya saja.

Terasa sedikit hangat di ujung penisku, mba Tanti terus berusaha mendorong.

“Mmmmmgghhh…ooowww…” mba Tanti sedikit menjerit. Penisku sudah setengah masuk.
“Mmm….ss…s. uhhhh.. tongkol loe keras banget Ndi” rupanya mba Tanti menahan sakit.

Mungkin karena penisku yang sudah sedemikian membesar dan keras, dipaksakan masuk kedalam vagina mba Tanti yang mungil itu. Vagina mba Tanti memang begitu mungil walaupun sudah dikarunia seorang anak.

Aku pun mencoba membantu dengan menarik pinggulnya kearah tubuhku

“Bleesss…Ooowwwww…” mba Tanti kembali menjerit sejenak dia terdiam menahan nyeri yang dialaminya.
“Ndi.. tongkol loe gede banget ampe ga muat di memiaw gw” aku hanya diam mendengar ucapan mba Tanti seperti itu.

Perlahan mba Tanti menaik turunkan tubuhnya, terasa cairan vaginanya sudah mulai membasahi batang penisku. Dengan lancar mba Tanti mulai memompa tubuhnya perlahan.

“oohh…..mm.mmmm..”mba Tanti mendesah
“Oohhh....ayo wat..goyang” ucapan itu keluar begitu saja dari mulutku. Kedua tanganku memegangi pinggulnya.
“Mmmm..mmm...aahh...oohh...oohh...”suara mba Tanti
“SSs..ss...ayo sayang goyang ..oohh..”

Mba Tanti memainkan puting susunya sendiri, sambil terus menggoyang tubuhnya diatasku. Aku terus mengimbangi goyangannya dengan memegangi pinggul mba Tanti. Mba Tanti menarik tanganku, aku tahu yang diiingingkannya. Langsung saja ku genggam kedua buah dadanya dengan tanganku. Kuremas dan kumainkan putingnya.

“Orrgh…oohh..ayoo Ndi.. oohh..” mba Tanti meracau tidak karuan.

Ditariknya tubuhku sehingga kini posisiku duduk memangku dirinya, dengan penisku masih berada didalam vagina. Mba Tanti menyorongkan dadanya kewajahku aku mengerti yang diinginkannya. Kuhisap buah dada mba Tanti yang sperti pepaya menggantung itu dengan nafsu. .

“Egghh… “mba Tanti meringis karena putingnya kuhisap dengan keras.
“Mmmm..llmmm..” kuhisap putingnya sambil mba Tanti terus menggenjot tubuhnya.
“oohh…aduhh..sakit Ndi..pelan..”

Terus saja kuhisap putingnnya, tanganku memeluk tubuhnya dengan erat.

“oohh..oohh..MM..mm..enak banget Ndi..”mba Tanti semakin tidak karuan.

Dari mulutnya terkadang keluar kata-kata yang tidak pantas diucapkan seorang wanita. Secara bergantian kuhisap kedua buah dadanya, kuhisap dan kugigit dengan halus.

Ku lepaskan hisapan ku dari buah dadanya, kudorong tubuhnya sehingga terlentang, kuangkat tinggi-tinggi selangkangannya. Kutahan dengan kedua tanganku, mba Tanti juga membantu mengangkat tinggi selangkangannya. Aku mulai menggoyang dengan keras, kubenamkan penisku terus masuk kedalam vaginanya.

“Blleeeess.. sleep….” Gerakan ku maju mundur menyodok vaginanya.
“Oooh.. ayo Ndi…puasin gw…ohh..”
“tahan ya sayang... oohh...”
“pleekk..plekk...sleepp..” suara goyanganku semakin terdengar karena vagina mba Tanti yang semakin basah.
“Oorrrgggg...hh...S***t..gila loe..ndi”..
“oohh....kontoool ..loe... ooh...” mba Tanti seperti cacing kepanasan kepalanya menggoyang kekanan kiri.
“goyang wat…goyang .. yess…”aku semakin mempercepat irama goyanganku.

Vagina mba Tanti walaupun sudah semakin basah tetapi masih terasa sempit. Dinding vaginanya terasa menyedot seluruh batang penisku.

“aaaah.... memiaw loe enak banget wat.. oooohh..ooohh…”
“SSss……s…s..ss..tongkol loe juga enak ndi”.
“Arrrgg…hh…cepetan Ndi..ahh..mo keluar ne… “ mba Tanti semakin semangat ikut menggoyang tubuhnya.

Bukannya malah memepercepat goyanganku, aku malah menggoyang perlahan. Sengaja aku mempermainkannya hanya ingin tahu bagaimana reaksinya.

“Andi…!!..goyang donk!!!..cepetan..”ternyata mba Tanti sudah merasa diujung kenikmatan.

Ditariknya pantatku hingga penisku semakin ambles kedalam vaginanya dimaju mundurkan pantatku agar tetap menggoyang tubuhnya. Aku tidak tega melihatnya sudah ditengah-tengah puncak, akhirnya aku kembali mepercepat irama goyanganku.

“OOohh..Ohh..SSss.SS..terus Ndi…terus..jangan dilepasin” pinta mba Tanti. Pandangannya seperti kosong mengahadap langit-langit.
“aahh…ooh…ayo mba keluarin bareng”
“cepetan …Ndi..keluarinnya …ga tahan ne..ooh..”
“SS..s.s…mm”

Hujaman penisku semakin cepat memompa tubuhnya, semakin lama vagina mba Tanti terasa seret. Seperti tidak ada cairan yang membasahi liang vaginanya. Hal itu membuat terasa semakin nikmat karena penisku seperti semakin tersedot.

“Arrrhh...mmm...gw mo keluar .. Ndi”
“sebentar mba..bareng keluarinnya” akupun semakin mempercepat goyanganku.

Tubuh mba Tanti terasa mengejang, dicengkeramnya pantatku dengan keras. Terasa agak sedkit sakit karena spertinya cengkeraman mba Tanti melukai pantatku. Tangannya berusaha terus agar pantatku tetap menyodok vaginanya.

“OOOhh...ohh...mm.MMMm..m... ceptan Ndi,....ceepet..”
“Aaahhh...Ss...s.s.Oohh...plekk...plekkk..plek...”terdengar suara goyanganku

Tiba-tiba mba Tanti mengangkat tinggi kakinya......

“Ooorrrrgggghhhh........gw keluar Ndi..” vagina mba Tanti kembali terasa banjir karena cairan yang kelura dari liang vaginanya.
“sebentar..mba dikit lagi....”kupercepat goyanganku, walaupun merasa lemas karena telah orgasme mba

Tanti tetap ikut menggoyang pinggulnya.

“Oohhh...yeess..oohh...Mm..mm...aaahh”
“tahan mba..aaahh...goyang....ooh..oohh...”bagian tubuhku semakin cepat menggoyang tubuh mba Tanti.

Tanpa terasa seperti ada sesuatu yang mengalir deras didalam tubuhku. Kantung penisku terasa penuh, akhirnya...

“Aarrrrggghh..........SSs.s.sss....ssss”
“Croooott....Crroottt... eeeerrr.....” sperma ku muncrat didalam vagina mba Tanti.

Cukup banyak aku mengeluarkan spremaku didalam liang vaginanya. Akhirnya kmai berdua terkulai lemas, tubuhku masih berada diatas tubuh mba Tanti. Mba Tanti memeluk diriku dengan erat. Kubalikkan terlentang disamping tubuhnya. Mba Tanti menaikkan kepalanya diatas dadaku.

“loe hebat..banget Ndi..memiaw gw … kaya mo copot”
“hehehe… enakkan”tanyaku.
“tongkol loe,…koq bisa ampe gede gini..Ndi punya laki gw aja..ga kaya gini?”tanya mba Tantiseraya mengelus-elus penisku yang sudah agak sedikit lemas

Aku hanya terseyum kecil melihat ulahnya, tidak terasa penisku kembali tegak berdiri. Mba Tanti terkejut lagi, digenggamnya batang penisku dengat erat.

“gila ne..tongkol dielus-elus doang bisa diri lagi..” mba Tanti seperti orang kebingungan.
“hehehhee....gmana mba masi mau lagi” tanyaku

Tanpa malu-malu mba wat kembali menaiki tubuhku, liang vaginanya kali ini dengan mudah dimasuki oleh penisku.

“Oohh....oooh..aaahh..gilaaa... tongkol loe masih enak aja Ndi..”
“aaah..hhh.....”kami bercinta hingga menjelang malam, tidak jelas sudah berapa kali mba Tanti mengalami orgasmenya. Begitu juga aku, dikamar mandi pun kami kembali masih bercinta dengan sedikit gurauan.

Keesokan harinya kami bekerja seperti biasa, seperti tidak ada yang terjadi. Terkadang mba Tanti bercanda nakal, saat keadan sepi dia suka sekali meremas penisku dari balik celana. Kami juga sering mengambil kesempatan waktu malam hari ketika yang lain sudah pulang. Aku sengaja dengan mba Tanti pulang belakangan karena mba Tanti yang memegang kunci ruko,kami pun bercinta kembali diruang dapur.

***

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru Foto Hot 2016  "Cerita Sex Binalnya Rindi"

Related Posts

Cerita Sex Mba Tanti... Nakal
4/ 5
Oleh