Kamis, 24 Maret 2016

Cerita Sex Niki Gadis Yang Imut

Orisex web dewasa yang berisikan  cerita sex 2016 "Cerita Sex Niki Gadis Yang Imut", cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa terbaru dan foto bugil tante bispak abg hot.

Cerita Sex Bispak, Cerita Dewasa, Cerita Sex
 Cerita Sex Niki Gadis Yang Imut - Ist

Cerita Sex Terbaru | Sejak masih di bangku 1 SMP, Niki sudah terlihat cantik. Dulu tubuhnya mungil. Berkulit putih bersih. Di antara cewek sekelasnya kecantikannya paling menonjol. Niki menjadi pusat perhatian juga karena kecerdasannya. Itu diakui oleh teman-teman dan para guru. Tetapi kekurangan Niki adalah, dia cewek pemalu. Tidak PD. Bila didekati cowok, salting (salah tingkah) . Karena kekurangannya ini, Niki tak punya banyak teman cowok. Meskipun sebenarnya banyak yang naksir berat sama dia.

Diam-diam ada salah seorang gurunya menaruh hati pada cewek mungil ini. Pak Gun, yang di usia 40 masih sendiri. Bujang Lapuak, kata orang Minang. Sebagai guru, dia tahu diri, sadar usia, maka yang bisa dilakukan hanya sebatas menggoda atau kadang-kadang memberi tugas ringan, mengambilkan tas di kantor atau disuruh foto kopi soal di koperasi sekolah.

Bagi Pak Gun, yang penting bisa dekat, bisa bicara dan kalau bisa, …. sedikit menyentuh tangannya atau mencubit pipinya. Itu sudah cukup. Begitu terus sampai kelas tiga dan lulus, Pak Gun belum berhasil pedekate. Bahkan sampai lulus!!!

Di mata para siswa, dia guru yang menyenangkan, berjiwa muda, pandai bikin lelucon segar saat mengajar dan ….. murah hati. Maka ketika mereka sudah lulus, masih sering mengunjungi rumah Pak Gun yang tinggal di situ ditemani ibunya yang sudah lanjut usia. Tidak heran jika acara reuni pertama mereka setelah 3 tahun meninggalkan SMP tercinta, diselenggarakan di rumah Pak Gun. Sederhana tetapi meriah. Acara demi acara lancar dan meninggalkan kesan yang mendalam. Hampir seluruh siswa hadir. Tidak terkecuali NIKI. Pak Gun belum melupakan Niki. Guru jomblo itu masih memegang teguh tekadnya untuk mendapatkan Niki.
Cerita Sex Terbaru Niki Gadis Yang Imut
Acara reuni sudah selesai. Sudah banyak yang pulang. Pak Gun berusaha menahan sebentar agar cewek pujaannya itu tidak pulang dulu. Bujangan tua ini sudah menyiapkan trik menarik, dia berharap bisa berhasil.

“Niki, jangan pulang dulu. Sebentaaaaaaar saja.”
“Ada, apa Pak.” Niki menahan langkahnya di tangga teras.
“Mumpung kamu pakai pakaian cantik, aku mau ambil gambarmu.”
“Ah, Niki malu, Pak!” Niki langsung sembunyi di balik tubuh Dea yang ada di dekatnya. Tetap saja dia masih pemalu.
“ Dewi, Sumi dan Andre, temani Niki. Dia malu foto sendirian.” Masih terasa wibawa Pak Gun sebagai guru.

Beberapa anak bergaya di depan kamera. Tetapi Pak Gun hanya meng- close up Niki saja. Mereka nggak tahu tipuan itu..

Selesai foto mereka keluar dari teras menuju motor masing-masing. Pak Gun melambai ke Niki juga. Dia membocengkan Dea, sahabat dekatnya. Akhirnya rumah itu sepi. Tetapi Pak Gun masih berdiri di pintu pekarangan. Ada sesuatu yang ditunggu. 2 menit, 3 menit sampai 7 menit tak ada apa-apa. Pak Gun melangkah masuk, tiba-tiba langkahnya terhenti dan menoleh.

Dia mendengar suara sepeda motor mendekat. Pak Gun tersenyum. Pasti anak itu mau ambil helm yang sengaja disembunykan agar cewek pujaan htinya yang pemalu itu kembali saat yang lain sudah pulang.
Cerita Dewasa Niki Gadis Yang Imut
“Aduuuh, Pak, helmku di mana ya?” Niki bertanya dengan cemas.
“Lho, sudah sampai di mana? Kok baru ingat kalau nggak pake helm?” Pak Gun pura-pura heran.
“Gara-gara saya difoto-foto tadi, jadi saya tertinggal teman-teman.” Niki cemberut, dia protes.
“Aku pake topi serasa pake helm.Ternyata belum pake helm. Untung Dea mengingatkan.”
“Wah, sorry Niki. Betul juga kamu. Kalau masih banyak teman kan bisa bertanya .” Pak Gun mencoba menenangkan kepanikan cewek cantik itu.
“Masuk sana! Dicari di dalam. Seingat kamu ditaruh di mana?”
“Tadi di stang motor!” Niki sangat yakin. Wajahnya menampakkan kecemasan.
“Ya, siapa tahu ada yang meminjam tapi mengembalikan di tempat lain?” Pak Gun menjawab dengan kalem.

Niki masuk kembali ke rumah. Dea ikut mencari. Pak Gun juga “ikut-ikutan” mencari. Tapi tidak ada.

“Sudah, pake saja helm ku. Itu di motorku!” Pak Gun menawarkan jasa.

Niki ragu sejenak, tetapi merasa lega. Minimal dia bisa pinjam dulu untuk pulang.

“Pinjam dulu, ya Pak?” mengambil helm yang ditunjukkan gurunya.
“Bawa saja, aku punya 2 kok.” Pak Gun menjawab tenang.
”Tapi duduk dulu sebentar dong.”

Karena merasa berhutang budi. Niki menurut dan duduk bersama Dea. Pak Gun mengumpulkan keberanian untuk memulai triknya.

“Hmmmm…ehm..Dea dan Niki rencana mau kuliah apa kerja.” Dia membuka pembicaraan.
“Kerja, Pak.” Dea menjawab pendek. “tapi sambil sekolah.”
“Bagus…… jangan menganggur terlalu lama. Bahaya. Makin lama makin susah cari kerja.”
“Aku juga mau cari kerja, Pak. Tapi di mana…..carikan to, Pak!” Niki tampak putus asa.
“Apa tujuan kamu kerja?” pancing pria bujangan itu cerdik.
“Ya mengembangkan ilmu yang diperoleh di sekolah.” Cerdas dan tangkas Niki menyahut.
“Good. Jawaban yang cerdas.” Guru tua itu mengacungkan jempol supaya Niki bangga.
“Kalau kamu, Dea…………..?”
“Golek duwit, Pak” singkat saja Dea menjawab.
“Betul, kamu Dea. Pinter. Akhirnya…..ujung-ujungnya…….” Dia sengaja berhenti untuk memancing reaksi.
“Du…wit!” Dea dan Niki menjawab bareng disusul tawa mereka meriah. Pak Gun puas. Umpan masuk!
“Kamu sudah tahu kan, waktu PPL, berapa upah minimum karyawan” Pak Gun menunggu.
“Nggak tau, Pak” Dea bingung. wajah dan otaknya memang pas-pasan. Mudah bingung.
“Kalau yang saya dengar, 150 apa 600, nggak begitu jelas.” Niki mencoba mengingat.
“Ya hampir mendekati betul. Upah seminggu 150 ribu . Jika sebulan ya 600 ribu.” Pak Gun memperjelas.
“Wah, besar sekali.” Dea heran. Pak Gun juga heran, kenapa uang segitu dianggap banyak?
“Uang sekolah kita saja 100 ribu, transport 100 ribu. Ya kecil lah, Ki….” Niki memprotes Dea.
“Uang segitu hanya pas untuk makan, dea” Pak Gun menjelaskan.
”Padahal kita punya banyak kebutuhan lain.”
“Sudahlah, kamu memang belum perlu mikir seperti itu. Yang penting kamu kerja. Wis”
“Lha yo kuwi Pak, kerja apa? Beli pulsa sebulan aja sudah 50 ribu. Belum beli bedak, jajan” Niki menghitung.
“Ada kabar baik dan kabar buruk.” Pak Gun mulai menebarkan racun.

2 cewek itu diam memperhatikan dengan serius.
“Yang baik dulu apa yang buruk dulu?”
“Yang baik dulu Pak” Dea usul tetapi dibantah oleh Niki.

Keduanya terlibat perdebatan seru. Baik dulu, apa buruk???

“Sudahlah, aku beri tahu yang buruk dulu?” diam sejenak…….hening….serius
“Aku punya lowongan kerja?”
“Horeeeeee……..!” 2 cewek itu berteriak gembira tetapi sesaat kemudian kaget sendiri terus diam.
“Ini kan kabar buruk? Piye to Pak. Ada lowongan kerja kok kabar buruk” Dea bingung lagi menatap gurunya penuh tanda tanya.
Cerita Mesum Niki Gadis Yang Imut
Pak Gun membiarkan keduanya tercekam rasa penasaran.

“Buruknya…… kamu belum tentu mau kerja. Males. Enak di rumah. Ya…..kan??”
“Ah, eng….gak…lah. Kerjo kok males. Susah-susah cari kerja. Sudah dapat kok malah males.” Dea ngedumel.
“Itu kabar baik,” Niki meluruskan. “ Bagiku….pekerjaan itu menyenangkan. Trus, kerja apa itu, Pak.” Niki penasaran.
“Lho, nggak ingin tahu kabar baiknya…..?” pancing Pak Gun yang membuat dua cewek lugu itu semakin penasaran terhadap gurunya yang “baik hati” itu.
“Apa……Pak….hha…ha….ha…..” Dea tertawa senang. Yang buruk saja menyenangkan. Apalagi ini….”
“Ya iya lah!” Niki juga penasaran.
“Baiknya….. pekerjaan itu ada upahnya…..”
“Aaaaahh…..yo mestiiiiiiiiiiiiiii ” kedua cewek itu memukuli punggung gurunya yang “nakal” Senang sekali Pak Gun
“Belum selesai …sudah main pukul…” pura-pura dia marah,
“Kalau di pabrik upahnya 600 ribu sebulan. Tetapi pekerjaan yang aku tawarkan ini …upahnya cuma 200 ribu …..”
“Huuuuuuuuuuuuuu………” langsung mereka cemberut, tapi hanya sesaat karena guru itu melanjutkan,
“SEHARI!”Aku ulangi Se….haaaaa…….ri”
“Haaaaaaaaa…? 200 ribu rupiah sehariii? Gek kerjo opo….kuwi?” spontan dan hampir bersamaan mereka bertanya
“Ringan….. tidak memerlukan pikiran dan tenaga yang berat. Hanya perlu sedikit keberanian dan…. tekad yang kuat. BEKERJA….DEMI UANG. “ Bau “racun” itu sedap sekali…. Sewangi “janji surga”
“Kerja apa to, Pak? Aku kok ora mudeng?” Dea betul betul bingung.
“Pokoknya siapa yang mau kerja, Ayo, ikut aku! Tidak bisa ditunda. Besok sudah direbut orang lain. Siapa yang mau ?”
“Aku…Pak” keduanya menjawab serempak.

Mereka bingung, tapi juga takut kehilangan kesempatan.

Pak Gun membawa keduanya ke sebuah hotel melati. Dipesan satu kamar yang besar dan cukup sinar dari jendela. Di tempat itulah kedua cewek itu baru tau bahwa mereka akan difoto. Mula-mula foto biasa. Masih berpakaian lengkap. Mereka bergaya dengan bangga. Selesai dua tiga cepretan. Uang 10 ribuan dibagi. Lepas sepatu dan kaos kaki, berani. Klap! Klap! Klap! Dapat 15 ribu, Artinya naik 5 ribu. Lepas baju luar, masih pakai kaos atau rangkapan dalam. Tambah lagi 5 ribu. Tak terasa sekarang tinggal Bra dan CD. Pada tahap inilah mereka mulai alot dan bertahan. Bahkan minta berhenti.

Pak Gun melambaikan lembaran uang berwarna biru kea rah Dea. Karena terus ragu-ragu, Pak Gun menyelipkan uang itu di belahan dada Dea. Dia sudah pegang 45 ribu. Sekarang di dadanya ada 50 ribu. Wah, hampir 100 ribu. Dengan mantap Dea melepas bra-nya. Uang itu ditaruh di dompetnya. Susunya masih kecil. Tapi bagi Pak Gun yang penting Dea berani lepas bra. Ini akan mempengaruhi Niki. Klap! Cuma sekali. BH Dea dikembalikan. Dea mengenakan kembali.

Niki berpikir. Apa susahnya? Hanya difoto sekali. Dapat 50 ribu. Lalu boleh pakai beha lagi. Pak Gun tidak menunggu Niki. Lembaran itu langsung diselipkan di belahan susu Niki. Niki ragu-ragu sejenak dan …… melepas juga. Beha dilempar ke tempat tidur. Sambil memberi aba-aba dan mengarahkan Niki untuk bergaya, diam-diam Pak Gun menyembuhyikan beha itu di bawah bantal. Dada Niki biasanya tampak rata jika pakai seragam itu, ternyata…. Buesar! Pak Gun terpana! Klap! Klap! Dari samping Klap! Tak disangka, cewek kecil dan cantik ini menyembunyikan keindahan yang……dahsyat! Niki disuruh duduk, dipotret dari atas. Klap! Benar-benar bulat dan putih.
Cerita Dewasa Terbaru Niki Gadis Yang Imut
Tanpa membiarkan Niki berpikir Pak Gun menyelipkan lembaran merah 100 ribuan ke CD Dea. Melihat Niki sudah mondar-mandir dengan dadanya yang besar tanpa malu-malu, Dea tumbuh keberanian. Dipelorotkannya CDnya. Tampaklah memiawnya yang masih berjembie tipis. Klap!Klap! Dea disuruh berbaring bugil. Klap! Niki mencari-cari behanya, tapi tak menemukan. Kedua tangannya tak mampu menyembunyikan bukit-bukit putihnya itu. Tetap tumpah ke luar. Sambil terus memotret Dea Pak Gun berpikir terus, bagaimana membujuk Niki melepas CD nya.

“Aku nggak bisa Pak.” Rengek Niki
” Malu…to Pak.” Wajahnya tampak memelas.
“Jangan malu, Dea yang motret dari depan. Aku di belakang kamu.” Kuselipkan lembaran merah di CD putihnya.

Pak Gun menarik Niki menjauhi Dea. Kamera diberikan kepada Dea yang bingung tidak tahu caranya.

“Pencet aja tombol kecil di atas itu, Yak, sekarang.” Pak Gun menyemangati Dea.

Niki masih bertahan tidak mau melepaskan satu-satunya penutup tubuhnya itu.

“Liat, Dea tidak bisa motret. Kamu aman tidak kena. Jadi kenapa malu.” Pak Gun terus membujuk sambil memegang kedua tangannya agar melepas CDnya.

Akhirnya tangan kiri Pak Gun bisa menurunkan CD sampai di atas lutut. Spontan Niki menutup kemaluannya dengan kedua tangannya.

“Duuuuhhhhh….maluuuuu” terus Niki merengek.

Kubisikkan di telinganya

“Ssssttt…ada tambahan uang 200 rb…tapi jangan sampai Dea tahu……” Niki mengendorkan pertahanannya
“Nanti selesai kuberikan….tapi jangan bilang Dea….” Bisik Pak Gun sambil menurunkan CDnya.

Sulit tapi akhirnya lepas. Dikantonginya CD putih bertuliskan “Niki” di kantong celana. Kamera diambil alih.

Penampakan yang luar biasa. Impian 6 tahun kini menjadi kenyataan. Cewek cantik ini sekarang ada di hadapan Pak Gun tanpa selembar benang pun! Klap! Klap Klap! Tempiknya masih kuncup kecil dengan jembut tipis. Hmmm…..imuuut banget. Dadanya bulat, putih..perut ramping kecil…..

“Niki, pakai 2 tangahnmu untuk membuka “itu”mu!” perintah si fotografer. Niki patuh. Di jembrengnya kemaluannya hingga nampak bagian dalamnya yang merah. Pak Gun menyuruh Niki berbaring. Klap! Pahanya mulusss. Klap! Close up lubang kemaluan. Klap!

Tahap awal sudah selesai. Uang yang dijanjikan diberikan. Dengan rasa senang dan rasa aneh, dua cewek ABG itu menerima uang hasil “pekerjaan” mereka hari itu. Pak Gun tetap sadar diri. Tidak menyentuh “boneka” kesayangannya itu…. Sekarang belum saatnya. Dia ingin menanamkan rasa aman di hati Niki. Niki harus yakin, bahwa Pak Gun tidak berbahaya. Tapi Pak Gun masih punya keinginan membara, malahan semakin menggila.

3 bulan setelah itu, Niki menelpon “tukang foto” itu.

“Pak, kok tidak ada pemotretan lagi. Uangku udah habis.” Suara Niki di sana.

Berbunga-bunga lelaki tua itu mendengar suara merdu di seberang sana. Segala perlengkapan disiapkan Handycam dan kamera. Sebelum dimulai, melalui hape terjadi tawar-menawar harga. Akhirnya setuju 300 ribu? Deal! Tempat di hotel yang sama.

Tidak menunggu lama Niki datang sendiri. Bawa motor sendiri. Niki pakai celana panjang, baju kotak-kotak, baju itu tampak kebesaran. Maksudnya untuk menyembunyikan dadanya yang besar itu. Niki memang cewek yang tidak percaya diri. Punya “kelebihan” kok disembuyikan. Ada perubahan nyata pada sikap Niki. Tanpa malu-malu dan tanpa disuruh dia melepas sendiri semua pakaiannya. Sampai-sampai Pak Gun menahannya.

“Stop. Bertahap Tas….. Bagian atas dulu pelan…. Muter…..Naah……lepas yang bawah……”

Sessi pertama adalah pemotretan di kamar mandi. Pak Gun pengin memandikan cewek cantik ini. Melihat dari dekat, merabai seluruh permukaan kulit cewek ABG. Oooh …. bagaimana rasanya??? Tanpa membantah, Niki membawa handuk yang diterima dari Pak Gun. Siang itu memang panas sekali. Mandi dapat menyegarkan tubuh.
Disabuninya kulit mulus itu. Tangannya kini merasakan secara langsung bagaimana halus dan empuknya bukit kembar yang indah itu. Niki memandang dengan penuh perhatian dadanya yang dibelai. Ooooh…nikmat!

Oohhh….besaaar... empuuk…Putingnya yg merah itu jadi tegak, Karena diremes-remes Niki merinding. Lubang di bawah jadi terasa lembab. Tangan gurunya ini bener-bener usil. Lereng-lereng bukit kembar itu dielus dan ditelusuri. Niki terbuai sampai matanya merem sesaat. Pak Gun lalu jongkok, tanpa dapat dicegah oleh Niki, mulut lelaki tua itu melahap bibir bawahnya. Karena nikmatnya, sampai Niki mengangkat-angkat sebelah kakinya. Apalgi saat- dua serangan dilancarkan bersamaan. Niki hanya dapat menggigit bibir. Untuk mengerang dia malu. Setalah tubuhnya diguyur air dan bersih dari bursa sabun, kembali mulut lelaki tua itu mencari sasaran baru. Acara “mimi cucu” mulai.

Niki memandang ke bawah dengan tatapan takjub, bibir lelaki tua ini bisa mendatangkan kenikmatan ..ooh! Niki membiarkan dua payudaranya yang super itu bergantian dikenyot “bayi nakal” sampai puas.

“Niki, tolong lepaskan celanaku. Gerah sekali” Lelaki tua itu sudah merasa perlu untuk meningkat ke permainan berikutnya.

Dari tanda-tanda dan basa tubuh, diketahui cewek abg ini sudah “menunggu dipetik”

“Ha? Jangan….Pak! Saya…nggak enak.” Tetapi dalam hati ia ingin tahu,
“Kaya apa sih…?”
“ Aku saja nggak apa-apa, kok kamu nggak enak.” Pak Gun memaksa.

Niki melepaskan celana juga CD gurunya dan….. Ha? Ada benda aneh…. Coklat, panjang. Niki merem. Pura-pura takut. Pak Gun menuntun jari-jari Niki untuk mengurut-urut “burungnya” dengan sabun.Masih dengan mata terpejam dan ragu-ragu Niki mengurut benda aneh itu. Makin lama terasa mengembang dan bertambah besar. Telapak tangannya tak muat lagi. Rasa-rasanya benda ini bertambah panjang terus. Niki membuka matanya dan terkejut…hiiii…..kok jadi segede ni? Penampakan itu menimbulkan rangsangan hebat. Tubuhnya bergetar, darahnya mendesir-desir lebih cepat. Karena terserang “demam” tak dirasakannya tangan gurunya yang nakal itu mengusap-usap vaginanya. Sentuhan di vegi nya itu menambah hebat rangsangan birahinya. Ia ingin melenguh tapi malu. Maka hanya bisa menggigit bibir.

“Aduh, Pak. Sudah, Pak.” Ketika sampai di puncaknya dia tak tahan lagi.

Tanpa disadarinya pinggulnya bergoyang. Lelaki tua itu paham betul. Niki sudah “on” Dia berjongkok. Lubang kemaluan yang masih rapat itu dibuka dengan sapuan lidahnya. Jempol kaki Niki tegak ke atas, menahan setrum ribuan watt dari lidah si tua bangka itu. Matanya tak lepas dari TKP, dilihatnya lidah itu menari-nari di lubangnya. Menusuk-nusuk bagaikan jari yang basah dan hangat. Tangan Niki erat meremas sabun di tangannya. Sabun hotel yang tipis itu sampai putus dan hancur. “Penderitaan” Niki semakin parah ketika dua tangan keriput dan hitam meremas bukit kembarnya yang super besar itu. Ooo…gila, mengapa bisa senikmat ini.

Sinyal gelombang kenikmatan itu datang silih berganti dari dada, dari vegi terus menerus.

“Sudaaaaahhhh Paaak!” tetapi yang terdengar di telinga guru bejat itu adalah ‘
”Teruuuussss Pak!”

Pak Gun keluar dari kamar mandi. Niki ditelentangkan di kasur. Pahanya yang putih mulus terpampang indah. Di tengah-tengah selangkangan yang putih itu terlihat kemaluannya seperti segitiga terbalik. Segitiga itu dihiasi jembut tipis. Kembali lubang kemaluan gadis kecil itu dikelamut habis-habisan. Niki sudah tidak melawan lagi. Pak Gun mengangkangi tubuh Niki yang kecil. Niki membuka pahanya yang putih mulus, dengan pandangan mata yang pasrah.

“Pak, jangan dimasukkan dalam-dalam ya?” Pintanya mengiba. Niki tidak tahu bahwa kalau benda tumpul itu sudah masuk, sedalam apa pun rasanya sama saja (enaknya). Pak Gun mengangguk.
“Lima senti cukup, Niki . Nanti kalau terlalu dalam bilang ya?”

Mula-mula dipukul-pukulnya “kentongan” itu dengan “pemukul” ajaibnya. Plak, plak, plak. Lalu helm itu dipakai untuk nguleg itilnya merah yang mekar mengembang.

“Duuuuh….sakiiitttt. Jangan diuleg-uleg, Masukkan saja, Pak” terdengar merdu rintihan cewek ini.

Berkali-kali benda coklat itu gagal penetrasi. Kembali lidah sutera bertindak membasahi “jalan ke surga”

Coba lagi dimasukinya, sekarang lubang “kentongan” itu semakin licin.Kemaluan Viani mengeluarkan pelumas sendiri. Putih bening sehingga Pak Gun bisa masuk sedikit.

“Aduuh…jangan dalam-dalam, Pak…..” Pak Gun selalu menafsirkan kebalikannya.
” Kurang dalam, Pak” Ditekan lagi, maju sedikit demi sedikit.

Tiba-tiba Niki menjerit lirih

“Aaaauuu…… sakiiiiitttttt….jangan sampai robek ya Pak” rintihnya polos sekali.

Padahal Sudah robek. Oh Niki … Niki, apakah kamu tidak tahu gurumu sudah mengambil kesucianmu?.
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
Dengan pecahnya selaput perawan itu, kini lancarlah jalan ke surga. Pelaaaann… dan lambat. Akhirnya semua bagian dari penis laki-laki tua itu masuk. Niki mendongak dan menggigit bibir. Tetap jaim. Dia berusaha tidak mengeluarkan erangan. Tapi jari-jari kakinya jelas terlihat tegang meregang. Jari tangannya erat meremas kasur. Itu tanda yamh jelas kalau cewek jaim itu menahan hebat kenikmatan yang dirasakannya. Pak Gun kini bergerak naik turun, naik lagi, turuuuun lagi dengan halus.

“Pak jangan dalam-dalam…..ya…..Bapakku sudah wanti-wanti…….jangan sampai ….adduuuuh…” Tak bisa menyelesaikan ucapannya Niki “terganggu” lewatnya arus “listrik 100 megawatt” diseluruh jaringan syarafnya.
“Jangan apa, cah ayuuuuuu……” Pak Gun semakin menikmati “living reality” mimpi yang jadi kenyataan.
“Kalo robek aku nggak perawan lagi oohh….sakiiit” tusukan itu menjawab protes Niki.

Pak Gun ingin ganti posisi. Tapi tidak berani menyuruh Niki nungging .takut macem-macem, kuwatir Niki protes. Yang penting sekarang hasratnya terpenuhi dulu. Tanpa bilang-bilang penisnya dicopot begitu saja lalu berdiri di samping tempat tidur. Niki yang baru larut dalam kenikmatan tentu saja kaget dan kecewa. Tapi tetap saja jaim dia.

“Sudah selesai, Pak.” Yang diucapkan, tetapi dalam hati berkata, “Kok sudah Pak?”
“Sudah, aja, nanti kamu nggak perawan lagi. Wis, ya?” Pak Gun menggoda.
“Aaaa….Pak Wiiid nakaal, ya pelan-pelan to Pak. Asal jangan dalam-dalam.” Niki ketagihan. Laki-laki tua itu bersorak dalam hati penuh kemenangan. Hu….

Akhirnya minta juga!

“Ayo balik badanmu. Sinikan pantatmu! Naah….. gitu. Masih utuh . Masih perawan. Kok. Jangan kawatir.” Pak Gun menjilat semua bekas darah di sekitar selangkangan Niki. Nah, bersih. Diarahkannya lagi tongkat kenikmatannya ke lubang di tengah pantat putih itu. 6 tahun sudah, perjuangan tak kenal lelah. Akhirnya ….ah…pantat indah ini disodorkan di depanku, Niki aaa…. Aku masuk lagi.

Kini terasa lubang itu semakin licin tetapi tetap sereeeet dan kenceng. Setiap batangnya mau ditarik keluar, bibir-bibir sexy anak cantik ini mengatup rapat dan menahan seakan mengucapkan “jangan keluar dong-yang” sehingga terasa diurut-urut urat-urat batang kemaluan Pak Gun. Eeeennaaaak tenan.
Pak Gun menyadari murid kesayangannya sudah sepenuhnya terikat dalam jerat kenikmatan yang memabukkan. Bagaikan daya hipnotis, buaian nafsu itu membuat Niki lupa dan hilang kesadaran. Merasa “jalan” sudah lancar, Pak Gun mempercepat sodokannya. Diraihnya bukit kembar yang terayun-ayun di bawah sana. Diremas-remas dengan lembut dan penuh perasaan. Niki tidak bisa jaga image lagi. Jebollah pertahanannya.
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
Lepaslah kini erangan dan rintihan yang sudah lama ditahannya.

“Ahhhhh….. ssssss…….uuuh…….terusss……aahhh ….”
“Enak ……….. sayaaaaaaang?”
“Enaaaak……sekali….”
“Niki aaa……. Aku sayaaaang kamu…..cah ayu” Ini saatnya untuk mengatakan, yang terpendam selama ribuan hari dan jam di hatinya.
“Aku juga sayang Pak Gun. Ooooh……..” dalam ketidak sadaran akibat candu sex mulut mungil itu bicara.

Pak Gun sudah puas mendengar jawaban itu. Dia tidak perlu memiliki Niki. Kasihan, dia kan masih sangat muda, Baru 18 tahun. Sekarang dirinya sudah 46 tahun. Terlalu jauh beda usianya. Yang penting sudah diperolehnya saat-saat berharga yaitu keperawanan gadis yang lama diidam-idamkan dan dicintainya. Tusukan demi tusukan menghantarkan Niki ke ujung perjalanan kenikmatannya. Tanpa disadarinya dia menghentak-hentak maju mundur dengan cepat. Mulutnya terbuka. Kedua payudaranya t erayun-ayun mengikuti gerakan tubuhnya. Nafasnya mmburu. Bintik-bintik keringat memenuhi wajahnya sekitar mulut dan dahi. Jadi semakin cantiiiiik.

“Aaaaaaaahhhhh…….huuuuuuuuu hffff………” sambil merapatkan pantatnya erat-erat ke belakang. Pak Gun lalu mencabut penisnya yang berkedut-kedut di bawanya ke depan, ke mulut Niki yang menganga.
“Crooott….croooott” Niki malah tersenyum bahagia. Mengulum penis yang masih licin itu dan menjilatnya bersih.

Pak Gun memeluk erat muridnya. Bibir mungil itu dikecupnya. Niki membalas penuh gelora nafsu membara. Suatu perpaduan yang sangat kontras. Cewek secantik dan semuda itu dipeluk dan dicium lelaki tua yang sudah pantas jadi kakeknya. Kulit si gadis putih, kulit lelaki tua itu hitam dan sudah berkeriput. Lama sekali mereka berdekapan. Sampai hape Niki mengingatkan untuk segera pulang. Pak Gun tidak jadi memberi 300 ribu. Tetapi 5 lembar ratusan. Dia iklas karena merasa sangat puas.

Kapan lagi Niki telepon? Pasti ….. suatu saat akan didengarnya suara merdu Niki di hapenya,

“Pak ada job nggak?

***

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa, tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru Foto Hot 2016  "Cerita Sex Binalnya Rindi"     

Related Posts

Cerita Sex Niki Gadis Yang Imut
4/ 5
Oleh