Kamis, 07 April 2016

Cerita Sex Nyata Dengan Gadis Barat

Orisex web dewasa yang berisikan "Cerita Sex Nyata Dengan Gadis Barat" cerita sex 2016, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa terbaru dan foto bugil tante bispak abg hot.

Cerita Sex Nyata, Cerita Dewasa, Cerita Mesum
Cerita Sex Nyata Dengan Gadis Barat - Ist

Cerita Sex Terbaru | Hy, nama saya adi. Saya anak sabang. Kelahiran 1991. Saya berkulit putih. Rambut lurus, dan berbadan tinggi. Cerita ini kisah nyata saya dengan orang bulek (barat) turis yang berkunjung ke kota sabang. Cerita ini berawal ketika saya sedang nongkrong dengan teman-teman.

Pas ketika itu..ada 2 turis cewek yang lewat di depan kami. Bodinya bener bener aduhay. Bikin adek kesayangan anda bangun dari tempat peristirahatan.

Ketika saya melihat kedua turis itu. Saya jadi menghayal kepada filem porno yang di perankan oleh orang barat. Dengan gayanya yang luar biasa. Menambah nafsu saya semakin bergejolak.
Cerita Nyata Dengan Gadis Bara
pas waktu itu. Saya langsung tegur turis yang aduhay itu.

”hay girl. where are you going ..?
”you can chat with me ..?”

terus di menjawab.

“hi. you can speak english”.
”I like.”

Terus saya sambungkan lagi

“can. I can a little”.
”let's come here.”
”sit down. This cozy place to talk.”

Setelah itu dia langsung menghampiri saya dan berbincang-bincang dan bercerita kepadanya tentang aceh ini. Setelah lama kami berbincang-bincang. Tiba-tiba suara handphone dia berbunyi. Dan ternyata dia disuruh balik ke hotel penginapan mereka oleh teman mereka.

Dan saat itu saya menanyakan kepada mereka. Mereka nginap di mana. Dan ternyata mereka mengasih tau tempat mereka menginap.

“I stay at the hotel xxxx. come was there. room number xx. I wait for you.”
“oh. ok., I would come to see you.
”hehehe. sweet girl”

setelah itu dia pergi meninggalkan kami. Pada saat itu saya bertambah menghayal bisa mencicipi tubuhnya. Waduh. Ini sangat luar biasa kalau seandaynya benar-benar terjadi.

setelah beberapa menit kemudian. Saya beranjak pulang ke rumah. Dan tak sabar menunggu hari besok.

keesokan harinya saya langsung ke hotel tempat dia menginap. Untungnya saya bisa berbahasa inggris. Jadi kepikiran bahwa ini rezeki untuk mereka yang bisa berbahasa inggris. Sungguh luar biasa.
dan saya langsung ke tempat dia.

Setibanya di sana. Saya langsung menuju ke lift. Dan beranjak ke lantai 3. Ting. Dan suara lift berbunyi bahwa sudah samapai ke lantai 3. Saya bergetar memikir apa yang akan terjadi nanti. Dan saya langsung mencari nomor kamar xx . dan ternyata ada kamar dengan nomor xx. Saya mengedor pintu.

Tok tok tok.. dan tiba wanita cantik yang manis dengan bodinya yang aduhay. Dan mempunyai payudara yang indah.

“hey. apparently you. let's go. I do not believe that you would come.”
“hehehe. I already told you. I will definitely come see you.”
”I fell in love with you. before you return to your country.
”I should be able to meet you. I dreamed of you last night. you beyond words. could get into my dream. Hehe”
“hehe. you say. you make me ashamed. hehe.”

Setelah itu saya di persilahkan masuk. Setiba di dalam kamar hotel. Saya bertanya kemana teman dia satu lagi yang saya jumpa tadi malam. Ternyata dia bilang teman dia lagi berenang di di belakang. Dia juga mau berenang. Tadi karana saya datang. Dia menundanya dulu.
Cerita Sex Dengan Gadis Bara
Ketika saya berada di dalam kamarnya. Dia menanyakan sesuatu kepada saya.

“hay. Apakah kamu sudah pernah melakukan hubungan intim”

wah. Dia menanyakan sesuatu yang saya harapkan. Hehehe.

“belum. Hehe. Sebenarnya kalau hubungan yang biasa.. udah saya lakukan dengan pacar saya. Tapi belum berhubungan layak suami istri.”
“hmm.. apakah kamu mau. Melakukannya..”
“hah. Maksudnya bagaimana..?..”
“apa kamu mau berhubungan intim dengan saya..?..”
“hehehe.. sa, sa, sa, saya”

cup. Saya mencium dia. Dan dia juga menerima ciuman dari saya. Saya mengulum bibirnya yg sexy itu, dan dia juga menirimanya. Sepertinya ini yang dia mau. Kami berperang mulut dan saling meraba. Dan rasanya luar biasa. Memang berbeda seperti mencium bibir pacar. Ini pertama kali saya mencium orang yang bukan pacar saya. Memang ini luar biasa sekali.

setelah lama saya mencium bibirnya. Saya mencium lehernya. Dan bergerak menciumi dan menjilat kupingnya. Dia mulai menggilat geli saat saya menjilati kupingnya. Dan tangan saya terus meraba ke perutnya. Dan mengusap-ngusap perutnya. Dan dia menatap saya.

“ayo. Lakukanlah sesuka kamu. “
“ia. Saya baru ini menikmati yang luar biasa ini.”

tampa nunggu lagi. Saya mengangkat bajunya dan melepaskannya. Dan terlihat payudaranya yang putih dan berisi di dalam branya. Saya menelan ludah saat melihat payudara yang luarbiasa itu. dan saya langsung meremas-remas payudaranya. Dan dia mengerang. Uh uh uh. Its good.

setelah itu saya menciumi payudaranya. Dan melepaskan bra dari badannya. dan dia meciumi bibir saya dengan saya balas menciumi bibirnya. Setalah itu saya tidak sabar untuk menciumi vaginanya. Dan saya langsung mengangkat dia berdiri. Dia sambil meremas-remas kontol saya. Dan melepesakan talipingkan dan melepaskan celana saya. Dan dia terkejut saat melihat kontol saya yang masih layu dengan ditumbuhi bulu yang lebat.

Dan saat itu itu mulai mengocok-ngocong kontol saya. Saya mulai merasa kenikmatan saat kontol saya di kocok-kocok. Dan setelah kontol saya keras menegang. Dia mulai menciuminya dan menjilat2 kontol saya. Dan dia mengulum kontol saya. Saya mengerang. Uh uh uh. Its good.. ayo sayang.

dan dia mngulum kontol saya dengan keras. Di masukkannya kontol saya sedalam-dalamnya ke dalam mulunya. Saya merasakan sesuatu yang sangat luar biasa. Setelah beberapa menit dia mengulum dan mengocok kontol saya. Dan dia bangun kembali mengulum bibir saya. Dan berperang mulut lagi dengan saya. Tangan saya yang meremas-remas payudaranya dan mengosok-gosok vaginanya.
Cerita Dewasa Nyata Dengan Gadis Bara
Dan setelah itu saya lepaskan celana pendeknya. Dan membaringkan dia di kasur. Saya berjongkok di antara pahanya. Sambil memandang gundukan yang ada di dalam celana dalam miliknya. Saya mulai mengulus-ngelus vagina. Dia mengerang.

Saya tidak sabar untuk mencium dan mengulum vaginanya. Dan akhirnya saya lepas celana dalamnya. Dan saya menciumi vaginanya dan mengulum vaginanya. Dia tampak merangsang sekali sehingga memegang kepala saya agar terus menjilati vaginanya.

Setelah saya menjilati vaginannya dan aduhay itu. Saya baru sadar. Ternyata dia tidak perawan lagi. Mungkin ini sudah biasa dia lakukan. Tapi bagi saya. Ini sangat luarbiasa. Karena ini pertama kali saya lakukan.

setelah lama saya menciumi dan menjilati vaginanya. Tiba-tiba vagina terasa keasaman, dan keasinan dengan lendir-lendir yang keluar dari vaginanya. Dan saya mengelus-ngelus payudaranbya dan menciuminya. '

Sambil kontol saya kocok-kocok dan saya arahkan ke vagina.

“ayo . masukkan kontol kamu ke dalam vagina saya.”
“yeah. I love you..”
“i love you too..”

Dan saya gesek-gesek kontol saya di vaginanya seperti saya lihat di film-film porno.

Dia mendesah keenakan saat saya gesek-gesek kontol saya di vagina. Dan akhirnya saya masukkan perlahan-lahan kontol saya ke dalam vaginanya.

“uhhhhhhh… ist good..”

dan menggoyangkan pinggul saya di penan vaginanya. Dan terus2 saya masukkan kontol saya kedalam vaginanya. Dia mendesah kuat.

“uh..”uh.. ayo ayo.. be hard,,”

saya menpercepat goyangan saya. Uh uh uh.. saya menikamti ini semua dengan luar biasa. Dengan tangan saya meremas2 payudaranya dan mengulum bibirnya. Dengan sesekali saya membelai rambutnya dan menciumi lehernya dan menjilatti kupingnya.

setelah dengan cepat sya menggoyangkan pinggul saya dengan memasukkan kontol sya kedalam vaginanya. Dia mendesah kuat lagi.

“uh.. uh. Uh.. oh my god.”
“uh uh..saya mulai kenikamatan dengan serasa saya mulai keluar. Saya hentikan goyangan syaa. Dan tarik badan dia. Dan mengarahkan mukanya ke depan kontol saya. Untuk saya menyurh dia mengulum kontol saya yang keras ini.”
Cerita Mesum Nyata Dengan Gadis Bara
setelah dia kulum lagi kontol saya. Dan menjilati kontol saya dengan mengatakan..

“saya akan merindukanmu.”
“saya juga sayank.”

Uh uh,. Dia mengulum dan mengcok kontol saya saya kuat. Setelah beberapa menit saya dibuatya menerang dengan rasa yang luar biasa. Sayamenarik badannya dan mebalikkab badannya.

“you want doggi style.”
“yeah.. i want doggi style now..”

setelah dia menungging. Saya kembali menciumi vaginannya dan mengulum dengan mengocok-ngocok lidah saya ke dalam lubang vaginanya. Dan akhirnya saya kembali mengarahkan kontol saya yang keras ini kedalam vaginanya.

Dan uh uh uh.. saya mengoyangnya kedalam vaginanya. Dengan tangan saya memegang pantatnya dan sesekali meremas-remas payudara yang bergoyang akibat sodokan kontol saya ked lam vaginanya. Dia mengerang..

“ uh uh uh… ayo sayank.. yang kuat.”

saya mempercepat gerakan saya. Dan sesekali saya tarik keluar komtol saya keluar dan memasukkannya lagi ke dalam vaginanya.. ini sangat luar biasa. Detelah beberapa menit sya melakukannya sodokan ke dalam vaginanya..

“uh uh uh.. saya coming..”
”iam coming..”
”uhuhuhu.. jangan berheti..”
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
saya terus dan terus mengoyangkannya. Dan teraslah seperti ada sesuatu yang mau keluar did lam kontol saya. Ddan akhirnya saya merakasakan sesuatu yang begitu nikmat..

“hah hah ha.. saya keluar sayank..”

saya juga. Dan saya menarikan kontol saya. Dan dia langsung berbalik kea rah saya. Dengan membuka mulut di depan kontol saya. Saya mengocok-ngocok kontol sya.

Dan arghhhh.,…. Saya menumpahkannya ke dalam mulutnya. Dan sembari dia mengulum dan menguocok2 kontol saya ke dalam mulutnya,..

“aku akan merindukannmu.”
“kamu luar biasa.. saya tidak percaya kalau kamu belum pernah melakukannya.”
“ saya memang belum pernah melakukan seperti ini.”
“ terus kenapa kamu bisa mengerti ini semua.”

saya tersenyum..

“hehehe.. saya pernah menontonya di film-film porno”
“ah kamu. “

sembari dia tersenyum manis saat saya bilang saya pernah mennton video porno.. dan setelah itu. Saya berbaring lemas di samping dia. dan dia bilang dia mau berengang sambil mandi.

“kamu mau ikut berenang dengan saya..”
“ah jangan.. saya tidak enak di lihat sama orang berenang dengan orang asing.”

”oh ia yha.. yaudah saya berenang dulu.. kamu kalau mau pulang. Pulang saja dulu. Nanti malam balik lagi yha. Saya mau merasakannya sekali lagi. “ sambil tersenyum.

dia merankak bangun dan sambil memakai pakainya kembali. Dan kembali mencimu bibir saya.

“i love you.. makasih..”
“ilove you too.. terimakasih udah buat saya merasakan kenikamatan yang luar biasa ini.”

dia kembali tersenyum. Dan saya juga bangun dari tempat tidur. Dan memakai pakaian saya. Setelah itu.. keika saya mau keluar. Saya kembali mendekati dia. Dan mengulum dia kembali..

“sampai nanti malam..”
“saya tunggu nanti yha..”

Setelah itu.. saya di suruh keluar dulu.. agar nanti tidak ada orang yang melihat kalau saya habis berduaan dengannya di dalam kamar. Dan saya bergegas keluar. Sambil tersnyum lebar. Saya bahagia sekali dengan ini semua..
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
dan setelah itu.. malamnya kami melakukannya.. dan juga melakukanya di banda aceh saat dia sudah ke banda aceh meniggalkan sabang dan saya di suruh datang olehnya... dan saat dia mau balik kenegerinya.. saya juga melakukannya di kamar kecil bandara. Dan berakhir dengan bahgia yang luar biasa.

Setelah dia sampai di sana. Kami hanya bisa melihat dia lewat webcam. Dengan dia perlihatkan kepada saya tubuhnya. Dan saya mengocok kontol saya lewat melihat vaginanya di webcam. Dan saya terus menunggu dia kembali untuk berkunjung kembali ke aceh ini.

Dan ternyata. Saat saya membuka tas saya yang pakek untuk mengatar dia ke bandara. Ternya saya di kasih uang olehnya. Saya sangat bahgia sekali. Sungguh pengalaman yang luar biasa.. dan saya berbagi pengalaman dan kejadian ini lewat tulisan saya. Dan saya kirimkan ke orisex.com karena saya melihat dia blogger aceh yang mempublikasikan cerita sex. Dan juga saya kirimkan ke pada bestsexvidio.

nah. Ini dia.. bagi kalian yang mempunya sebuah cerita. Apa salahnya di bagikan.. nama sudah saya rubah. Dan tempat-temapt saya tutub.. hanya saya yang tau tempat asli. Hehehe..

kayaknya harus di coba nieh ke hotel itu.. siapa tau masih ada puing-puing air mani yang menempel di dinding. Klah klah klah..

***

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa, tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru Foto Hot 2016   

Rabu, 06 April 2016

Cerita Sex Dientot Tetangga

Orisex web dewasa yang berisikan "Cerita Sex Dientot Tetangga" cerita sex 2016, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa terbaru dan foto bugil tante bispak abg hot.
  
Cerita Sex Tetangga, Cerita Mesum, Cerita Sex, Cerita Dewasa
Cerita Sex Dientot Tetangga - Ist

Cerita Sex Terbaru | Semenjak persetubuhan pertama Denis dan Ajie di bioskop beberapa malam kemarin, hari-hari Denis seolah mendadak dipenuhi oleh sosok suami Anissa itu. Pagi, siang malam, Denis tak henti-hentinya selalu tersenyum bahagia.TIIT...TIIITTT... TIIT...TIIITTT...Suara dering SMS memecah sunyinya pagi.

"Hehehe..... Mbak liat nggak muka bapak yang sedang liat tetek besarmu kemaren, khan dijewer ama istrinya." Sms Ajie.
"Masa sih..?
"Iya Mbak, trus cowo sipit yang photo-photoin kamu juga gitu, matanya kaya mau copot pas liat kamu teler... Ga brenti-brenti selfie..."
"Iya ya..? Kok aku nggak tahu..."
"Gimana bisa tahu kalo kamu sedang merem-melek abis ngecrit keenakan gitu.hehehehe..."
"Huuuuuuu.... Khan ngecritnya juga gara-gara kamu Jie... Hihihihi..."
"Enak nggak ngentot ama aku...?"
"Nggak enak... "
"Loh kok....? Padahal Anissa selalu minta nambah loh..."
"Iya bener, enggak enak.... Enggak enak kalo ngentotnya cuman sekali.... Hihihiihi...."
Cerita Dientot Tetangga
"Kok kamu ketawa-tawa sendiri dek...?" Tanya Marwan melihat istrinya kegelian sambil menatap layar handphonenya.
"Eh mas... Ini loh... Aku sedang bercanda dengan Minda... " Bohong Denis yang sebenarnya sedang berSMS ria dengan Ajie.
"Minda temen kantor kamu....?"
"Ho'oh..."
"Hahahaha... Dasar istri binal... Harus dikasih pelajaran...." Sambung Ajie
"Pelajaran...? Emangnya aku anak sekolahan...?"
"Iya... Kamu murid nakal yang harus dikasih banyak hukuman..."
"Hukuman apa...?" Tanya Denis
"Disodok-sodok ama kontol... Hehehehe..."
"Uuuuhh... Maaau dooonk... Pasti enak banget tuh..."
"Beneran nih...? Emang kapan bisanya lagi Mbak...?"
"Hmmm... Sekarang juga boleh... Yuk... Mumpung aku masih belom pake baju...."
"Hahahaha. Gila... Masih ada Mas Marwan kali mbak..."
"Nggak apa-apa, khan bisa main threesome..." Tantang Denis
"Bener yaaaa... Aku kesana sekarang nih..." Balas Ajie lagi

"Seru amat SMSannya dek...?" Sindir Marwan yang masih terus memperhatikan istrinya, "Aku sampe nggak dibantuin..."

BRUK BRUK BRUK

Bunyi baju Marwan yang ditumpuk sekenanya didalam koper, sama sekali tak beraturan. Berantakan. Sengaja, Marwan berusaha membuat Denis mengalihkan perhatiannya dari gadget yang ada ditangannya. Namun sia-sia, Denis masih saja berchit-chat seru dengan handphonenya

"Iya nih mas... Si Minda lagi kasmaran nih.."
"Kasmaran...? Bukannya dia sudah bersuami..? Dan suaminya juga sedang berlayar khan..?"
"Iya ... Minda sedang naksir tetangganya... Lucu banget deh mas.. Hihihihi...."
"Naksir tetangga.? Kaya kamu naksir Ajie gitu..?"

Mendengar sindiran Marwan Denis buru-buru menghentikan chattingnya.

"Ehh.. Ka. Kamu jadi pergi lagi mas...?" Tanya Denis yang buru-buru membantu suaminya packing.

Merapikan bajunya supaya muat kedalam koper.
Cerita Sex Terbaru  Dientot Tetangga
"Iya Dek... Sepertinya proyek tanah aku yang di kota perlu penanganan serius... Jadi aku harus lebih banyak jaga disana... Yaaah... Moga-moga aja tembus deh..." Jelas Marwan.
"Moga-moga tembus ya Mas.. "
"Semoga aja begitu... Jadinya mas khan bisa segera panen..."
"Panen....? Yeeeiy.. Itu artinya aku bisa belanja lagi donk mas..?" Celetuk Denis girang,
" Beli perhiasan, perabotan, nambah baju, rok, tas, boleh ya mas...?"
"Iya.iya.... Boleh kok sayangnya akuuuu... Makanya doain aku terus..."

TIIT...TIIITTT... TIIT...TIIITTT...

Suara dering handhone Denis berbunyi, tapi ia mengacuhkannya.

"Pasti mas... Jadi kira-kira berapa lama kamu bakal keluar kota mas...?"
"Yaaaahh... Mungkin semingguan dek... Emangnya kenapa...?"

TIIT...TIIITTT... TIIT...TIIITTT...

"Nggak kenapa-napa mas... Cuman, kalo kamu lama dikota, khan aku jadi kesepian..."
"Kamu ajak aja si Anissa buat nginep bareng dek.... "
"Beneran mas..?"
"Iya... Khan sudah biasa kamu ajak Anissa nginep... Asal kamu nggak ngajak suaminya Anissa buat nginep aja..."
"Ih kamu mas... Ada-ada aja.... Hihihihi...." Geli Denis sambil terus membantu Marwan mengemasi pakaiannya,
"Kamu belom tahu aja mas, kalau istri tercintamu ini malah sudah merasakan kenikmatan bersetubuh dengan Ajie....Hihihi... " Batin Denis.

TIIT...TIIITTT... TIIT...TIIITTT...

"Ya sudah, kamu beresin semua baju aku ya Dek... Aku mau mandi dulu..." Ucap Marwan sambil berlalu meninggalkan Denis sendiri di dalam kamar.

TIIT...TIIITTT... TIIT...TIIITTT...

Suara dering SMS handhone Denis terus-terusan berbunyi. Berhubung marwan sedang ke kamar mandi, ia buru-buru mengambil handphonenya dan membaca semua pesan yang masuk.

"Cantik..."
"Sayang..."
"Semok..."
"Memek pereeeettt..."
"Tetek bruuutaaaalll.."
"Istri binaaalll..."

Membaca berbagai macam sebutan cinta Ajie untuknya, Denis hanya bisa tersenyum.
Cerita Mesum Dientot Tetangga
"Iyaaaaa kontol peyooootttt.... Sabar napa... Tadi aku sedang ngobrol ama Mas Marwan..."
"Hehehe.. Gimana.? Jadi ngentot bertiga nggak...?"
"Hmmm.... Jadi nggak yaaa...?"
"Udah.. Jadi aja ya.... Aku sudah didepan nih... Gapapa deh, parohan badan ama suami kamu, yang penting aku dapet nyodok-nyodok kontolku ke memek kamu mbak... hehehe..."
"Hihihihi... Otak mesum.... Udah ah... Kita berangkat kantor aja dulu... Urusan nyodokin memek akunya, ntar malem aja..."

Buru-buru, istri marwan segera berpakaian lalu berjalan kebelakang, pamit kepada suaminya.

"Mas... Aku jalan dulu yaaa...." Teriak Denis dari luar pintu kamar mandi.
"Udah mau jalan Dek...?" Jawab Marwan.
"Iya mas... Si Ajie ngajakin berangkat bareng lagi..."
"Looohh.. Kok sama Ajie... "
"Gapapa ya maaaasss...? Khan cuman nganterin doang...."
"Memangnya Pak Utet kemana sih...? Udah hampir seminggu ini dia ga pernah muncul...?"
"Pak Utet...? Hmmm Pak Utet sudah nggak bisa jemput aku lagi mas.... Dia sekarang tiap pagi harus nganter bininya belanja kepasar..." Bohong Denis.

Tragedi sabtu kelabu. Begitulah Denis menyebutnya. Saat dimana perselingkuhannya dengan Pak Utet diketahui oleh Pak Darjo, si pemilik kontrakan. Dan semenjak saat itu, Pak Utet menjadi jarang bermain ke rumah Denis.

"Nggak boleh ketemu kamu dirumah khan bukan berarti nggak kita nggak bisa jalan lagi Neng. Bapak masih bisa melayani nafsu birahimu dikantor..." Ucap Pak Utet sembari menurunkan resleting celananya.
Lalu mengeluarkan penis besarnyanya. Menyajikan kepada Denis yang sedang duduk di meja kerjanya.

Tak perlu waktu lama, penis Pak Utet langsung menjulang tinggi. Menegang keras, disertai kedutan-kedutan birahinya. Seperti hari-hari sebelumnya yang sepi, siang itu Pak Utet kembali mengajak istri Marwan itu untuk memuaskan birahinya.

"Yuk Neng.... Aku sudah siap nih...." Kata Pak Utet santai sambil menepuk-nepuk dan menggoser-goserkan batang penisnya yang sudah mengeras itu di lengan Denis.

Sengaja memepperkan cairan birahinya ke kulit mulus wanita yan ada disampingnya,

"Kita tuntasin persetubuhan kita yang tertunda kemaren..." Ucap Pak Utet sambil mulai meremasi payudara Denis dari luar blousenya.
"Nggak pak... Sepertinya kita jangan terusin hubungan ini lagi.. Aku takut..." Tolak Denis.
"Takut apaan...? Ngentot itu enak Neng.... Sama sekali nggak nakutin... Hakhakhak..." Kata Pak Utet yang mulai mengocoki penisnya perlahan.
"Nggak pak."
"Kok enggak sih neng....? Kenapa...?"
"Aku takut kita ketahuan orang lain lagi Pak... "
"Ketahuan ama siapa....? Wong kantor ini sekarang sepi..." Kata Pak Utet sembari terus mengocok penisnya,
"Ayolah Neng... Nih lihat kontol bapak.... Sudah siap nyodok-nyodokin memek kamu..."

Denis menggeleng. Berusaha tak melihat penis besar milik lelaki tua itu. Dirinya tahu, jika sekali saja ia menatap penis besar Pak utet, nafsu birahinya bisa langsung meledak-ledak.

"Beneran Pak... Aku takut..." Kata Denis.
"Takut apaan sih Neng...? Bapak nggak ngerti...?" Tanya Pak Utet bingung.
"Inget nggak pak, ketika kemaren bapak maen kerumah.... Kita ngentot... Trus ketahuan ama Pak Darjo...?"

Pak Utet terdiam. Menyimak setiap perkataan Denis.

"Dia mengancam akan memberitahukan hubungan kita dengan Mas Marwan...."
"Trus... Si Gendut itu lapor suamimu nggak...?"

Denis menggeleng.

"Hakhakhak....Yaudah... Itu tandanya kamu nggak perlu takut Neng.."
"Tapi khan demi supaya Pak Darjo nggak laporin hubungan kita ke Mas Marwan, aku harus mau menjadi...."
"Iya bapak tahu...." Potong Pak Utet singkat. "Kamu harus jadi madunya khan...?"

Wanita cantik itu mengangguk.

"Ya nggak apa-apa kali Neng.... Toh dengan jadi madunya, kamu jadi nggak perlu bingung dengan uang kontrakan.... Udah ada yang nanggung...."

Pemikiran Pak Utet persis seperti apa yang Denis pikirkan kala itu.

"Lagian... Kalo dari yang bapak lihat dari kejadian kemaren, kayaknya kamu benar-benar menikmati jadi madu lelaki gendut itu..."

Denis diam. Wajahnya memerah. Malu. Buru-buru, ia membereskan piring makan siangnya dan beranjak pergi.
Cerita Dewasa Dientot Tetangga
"Bener juga... Walau jadi madu...Paling tidak, aku tak perlu kebingungan lagi jika Pak Darjo menagih uang kontrakan..." batin Denis sambil berjalan menjauh, meninggalkan Pak Utet yang sedang asyik-asyiknya mengocok batang penisnya dibelakang.

"Loh Neng... Ini gimana...?" Tanya Pak Utet kebingungan.
"Lain kali aja deh pak... " Tolak Denis halus, "Aku sedang nggak mood... "

TIIT...TIIITTT... TIIT...TIIITTT...

Suara dering SMS mengagetkan lamunan Denis.

"Memek Perawan... Kamu dimana..?" Pesan Ajie lagi.
"Bentaaaarrr...Aku ijin suamiku dulu...."
"Maaaassss... Aku udah kesiangan nih... Aku boleh ya berangkat bareng Ajie...?"

CKLEK

Marwan membuka pintu kamar mandinya, sekedar mengecek istrinya.

"Hmmm... Emang ya kamu harus berangkat ama dia...?" Tanya Marwan.
"Lalu...? Aku harus berangkat sama siapa mas...? Pak Utet...? Dia nggak bisa maaaasss.." Balas Denis Sewot, "...Ama kamu....? Kaya kamu bisa aja...."
"Khan masih ada angkot Deekk..."
"Yah mas... Udah siang inih... Kalo mau pake angkot, bisa makin telat aku masuk kantornya..."

Melihat kebawelan istrinya mulai muncul, Marwan buru-buru menyudahi perdebatan mereka.

"Yauda deh... Terserah kamu aja...." Ijin Marwan.
"Naaahh.... Gitu doooong....Makasih suamiku sayaaanngg.... Hihihi..." Pamit Denis sambil buru-buru jongkok didepan tubuh telanjang suaminya, lalu mengecup dan menyelomoti penis Marwan yang menggantung manja itu dengan santai.

"Uuuuhhh.... Deeekk..." Desah Marwan keenakan.

Merasakan jilatan dan sedotan bibir istrinya, penis basah Marwan yang semula tidur, seketika itu bangun. Tegang, mengeras.

Sengaja, Denis memberikan jamuan paginya sebelum suaminya berangkat keluar kota. Dengan kuat, Denis mencucupi penis suaminya. Berusaha memberikan kenikmatan buat suami tercintanya. "Cuup cupp... Slurrp...Biar kerja ke kotanya semangat ya mas.... Sluuurrppp...."

"Enak banget dekkk..." Desah Marwan sambil mulai memaju mundurkan pinggulnya, mencoba menyetubuhi mulut dan kerongkongan Denis yang menjepit batang kelaminnya lekat-lekat. "Hoooohhhsss.... Mulut kamu berasa kaya memek deeeek.. Enak baaaanggeeetttt...."
"Enyootin haja maaaahhss..." Ucap Denis dengan mulut penuh batang penis Marwan.
"Pejuhin istlimu inyih....
"Aku mau keluar dek..." Erang Marwan kuat sambil memegang belakang kepala Denis.

Dengan gerakan brutal ia menyodokkan batang penisnya dalam-dalam ke mulut Denis, seolah mulut itu adalah vagina istrinya.

"Ooooohhhh.... Aku nggak tahan lagi dek...Aku keluaaaaarrrr..."

CRET CREEET CREECEET

Penis Marwan meledak dengan nikmat, enam semburan hangat menyerbu kerongkongan Denis, menghantarkan jutaan benih kejantanannya masuk kedalam perut istrinya

"Banyak banget mas pejuhmu..." Ucap Denis genit sambil terus menjilati batang penis suaminya hingga bersih.
"Hooohhmm... Kamu binal banget sekarang dek.."
"Hehehe... Siapa dulu dong suaminya....?" Ucap Denis manja sambil mencium tangan Marwan.
"Dah yaaa mas.. Aku berangkat kerja ama Ajie dulu....."
“Kok Nasi gorengnya nggak dimakan Mbak…? Aku habisin yaa…Mubazir loh… Hehehe…”

Sambil tersenyum, Denis hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku Ajie. Lelaki yang akhir-akhir ini begitu menyita waktu dan ruang di hatinya. Suami Anissa itu terlihat begitu lucu, menyenangkan dan enak diajak menghabiskan waktu.
Cerita Ngentot Dientot Tetangga
Jarum jam di pergelangan tangan Denis sudah menunjukkan pukul 21.30, itu artinya malam sudah semakin larut. Mendadak, senyum diwajahnya menghilang, tergantikan dengan kerutan tipis didahinya.

Denis sadar jika sebentar lagi, mereka harus mengakhiri pertemuan ini. Pertemuan sepulang kerja yang setidaknya sudah berjalan sekitar dua minggu. Pertemuan sayang sepasang lelaki dan perempuan yang masing-masing dari mereka sudah memiliki keluarga.

Sekilas, Denis melirik layar di handphonenya. Sama sekali tak ada kabar dari Marwan, yang ada justru SMS mesum dari Pak Darjo, si pemilik rumah kontrakan.

“Hallooo Mbak Denis cantik…. Sedang apa …?”
“Mbak Denis, kebetulan aku lewat depan rumahmu… Aku mampir yaaa…?”
“Mbak… Rumahnya kok kosong…? Kata ibu sebelah, suamimu sedang keluar kota ya…? Padahal aku sedang ada perlu ama Mas Marwan…”
“Mbak Cantik… kok SMSku nggak dibales….?”
“Mbak Sayang… Berhubung suamimu nggak dirumah, ntar malem aku temenin yaaa.. Pasti kamu kesepian…”
“Mbaaaakkkk….Kamu pulang jam berapa…?”

Walau Pak Darjo berulang kali mengirimkan SMS, Denis sama sekali tak menghiraukannya. Pikirannya kalut.

“Sialan…Tahu jika dirumah tak ada Mas Marwan…. Pak Darjo pasti ingin meminta jatah tutup mulutnya…” Batin Denis.
“Lelaki gendut itu pasti ingin meniduriku…” Mendadak ada sebuah ketakutan dihati Denis. .

“Kenapa mbak….? Kok mukanya pucet gitu…?” Tanya Ajie lirih.
“Eee… Nggak ada apa-apa kok Jie….” Jawab Denis sambil buru-buru mematikan handphonenya lalu memasukkannya ke dalam tas.
“Bener nggak ada apa-apa…?”

Diam, Denis menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Aku malas pulang Jie…” Kata Denis pelan.
“Loh kok….? Ntar dicariin suamimu loh…”

Denis diam lagi, menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya pelan.

“Mas Marwan malam ini nggak pulang….” Jelas Denis,
“ Malam besok juga… Dan malam besoknya lagi.. Malam besoknya lagi… Dia kira-kira semingguan dikota….”
“Oooowww…” Ucap Ajie sambil menenggak es teh disampingnya, “GLEG GLEG GLEG…”
“jie...”
“Iya mbak..”
“Kalo kita nggak usah pulang gimana?” Tanya Denis, “ Kamu mau nemenin aku nggak...?”
“Maksud Mbak nginep...?” Tanya Ajie balik.

Denis tak menjawab, hanya mengangguk pelan. Berharap Ajie menyetujui idenya.

“Beneran kamu mau nginep…?”“

Lagi- lagi Denis menganggukkan kepalanya.

“Hmmm... Aku sih bisa saja mbak... Kebetulan Anissa juga masih mudik kekampungnya… Jadi aku bebas malam ini...”
“Waahhh... Cocok donk....” Ucap Denis, “Jadi bisa dong kamu nemeni aku…?”
“Hehehe… Buat bidadari kaya kamu mah… Apa sih yang nggak…?”
“Hihihi… Gombal….” Canda Denis, “ Tapi....Tapi.... Aku nggak tahu harus nginep dimana Jie... Aku khan belum pernah minggat....”
“Hehehe... Tenang saja mbak... Kalo urusan nginep, serahkan saja padaku mbak... Aku kenal banyak manager hotel....”
“Hihihihi... Iya percaya.... Secara cowok playboy kaya kamu nggak mungkin nggak punya banyak kenalan orang hotel..” Celetuk Denis.
“Hahahaha.... Ketahuan deh....”
“Dasar cabul... Tapi jie... Aku nggak mau kalo kita nginep dihotel... Aku takut... Akhir-akhir ini khan banyak penggerebekan....”
“ Trus gimana mbak...?” Tanya Ajie bingung.
“Aku juga nggak ngerti.... Terserah kamu ajalah Jie... Aku mah nurut saja...”
“ Hmmmm.... “

Sejenak, Ajie terdiam. Matanya berputar-putar menatap plafon. Berusaha mengingat-ingat tempat yang paling pas untuk mereka singgahi malam ini.

“Tapi Jie… Kalo kamu nggak punya kenalan tempat, gapapadeh... Kita pulang aja...” ucap Denis dengan nada sedikit putus asa.
“Ada sih Mbak…. Cuman lokasinya agak jauh...”
“Nggak apa-apa Jie… Yang penting malam ini aku pengen seneng-seneng dulu… Hihihi…”
“Kamu kenapa sih mbak…? Kok tumben ngajak nginep-nginep gini…?”
“Hihihi… Aku lagi males pulang aja sih, sepi dirumah sendirian… Lagian, khan aku pengen makin deket ama kamu Ajieoo….” Goda Denis.
“Hahahahaha… Dasar Mbakku yang geniitt… Pinter banget dah ah ngegombalnya…”
“Yowes yuukkk… ”
Cerita Sex Selingkuh Dientot Tetangga
Dengan hanya berbekal baju yang melekat ditubuhnya, mereka berdua nekat memutuskan untuk menghabiskan malam itu bersama. Dengan motor bebeknya Ajie langsung memutar gas, mengajak istri Marwan itu melesat jauh menembus gelapnya malam. Sambil memeluk tubuh Ajie kencang-kencang, Denis menempelkan payudaranya. Sengaja guna membuat kehangatan diantara mereka berdua semakin erat .

“Tempatnya masih jauh Jie...?” Tanya Denis tak sabaran, “Udah mulai gerimis nih…”
“Sebentar lagi kok mbak....” Ucap Ajie yang terus menerus menggeber motor bebeknya, naik ke jalanan pegunungan yang berliku-liku, “Beberapa tanjakan lagi kita bisa sampai di tujuan…”

Dan benar saja, setelah melewati beberapa tikungan dan tanjakan, akhirnya mereka berdua tiba di tujuan. Sebuah rumah mungil dua lantai yang berada di lereng bukit. Lantai dasar digunakan sebagai tempat rumah makan, dan lantai atasnya digunakan sebagai tempat tinggal.

“Kita udah sampai mbak… Yuk masuk…“ Kata Ajie sambil mengamit tangan Denis,
“Sebelum gerimisnya makin deras…”

“Hoi Woto...” Teriak Ajie memanggil seorang lelaki kurus berambut gondrong, yang sedang mengipasi puluhan sate yang ada dihadapannya.
“Hoooiii Ajieoo....”. Balas lelaki itu. Buru-buru, ia mempercepat kipasan tangannya,
“Masuk aja dulu... Aku masih melayani pembeli....” Ucapnya ramah sambil mempersilakan Denis dan Ajie masuk ke dalam rumahnya.

Seolah menyambut kedatangan mereka, kebulan asap putih langsung mengepul pekat dari tempat pemanggangan, disertai oleh aroma harum kecap manis dan daging yang terbakar. Sedap. Cuaca dingin hawa pegunungan, ditambah beberapa tusuk sate hangat, memang selalu mampu menggugah selera siapa saja yang menciumnya. Tak heran, di malam yang semakin larut ini, masih banyak saja orang yang mengantri di rumah makan itu.

Begitu ia selesai, Ajie buru-buru memperkenalkan Denis kepada Woto,” Woto.. kenalin.. Ini mbak Denis, saudara jauhku dari kota sebelah....”

“Denis...” sambut Denis sambil tersenyum ramah.
“Prawoto...” Jawab teman Ajie itu tak kalah ramahnya,
“Tumben nih sodara jauh maen sampe kesini-sini… Ada angin apa Jie…?”
“Gini Wot… Ceritanya… Mbak Denis ini pengen maen kekotaku… Naaah… Berhubung perjalanan ke kota masih cukup jauh, dan diluar hujan mulai turun, aku pinjem kamarmu buat bermalam yak…”
“Owalaaaaaahhh… Iya iya… Sok aja sanah…
“Hehehehe... Berhubung kalian sudah saling kenal, aku tinggal naek keatas dulu ya... Mau nyiapin kamar tidur buatmu mbak...”

Sambil terus bersalaman, Prawoto tak henti-hentinya tersenyum kearah Denis.

“Kenapa mas...?” tanya Denis yang merasa risih dengan tatapan mata Prawoto.
“Eh... Anu... Enggak ada apa-apa kok mbak... Aku nggak pernah mengira aja kalo si Ajie punya saudara secantik mbak... “ Jawab Prawoto,
“Mbak apanya Ajie…? Kok aku nggak pernah dikenalin yaa…?” Tanyanya lagi sambil terus menggenggam tangan mulus Denis.
“Anu… Aku Sodara dari kakek buyutnya Ajie…” Jawab Denis berusaha berimprovisasi.
“Pantesan… Beda banget ama anak setan satu itu…” Canda Prawoto
“Beda ya… Hihihi… “
“Iya. Jauh banget bedanya…. Yang sono busuk, yang ini cantik banget….Mana semookkk pula… hahahaha…” Puji lelaki kurus itu sambil melirik kearah payudara Denis.

“Hoi hoi hoi...Sudah ah rayu merayunya... Ntar malah lo jadi lengket ama mbakku...”
“Emang aku prangko... Bukan khan Mbak...? Hehehehe...” Canda Prawoto garing sambil melepas jabatan genggaman tangannya.
“Mbaaak... Ayo Siniii.... “ Ajak Ajie dari ujung anak tangga.
“Permisi dulu ya Jiee....” Kata Denis sopan, “Aku mau keatas dulu...”

Dengan langkah ringan, Denis segera menaiki tangga vertikal itu dengan santai, meninggalkan Prawoto yang di belakang. Prawoto yang masih terlena karena keseksian saudara Ajie itu, hanya bisa menatap iri kearah pantat Denis yang bergerak naik turun seiring langkah kakinya ketika menaiki anak tangga.
Cerita Dewasa Terbaru Dientot Tetangga
“Bulet bener tuh pantat...” Batin Prawoto, “Beruntung banget tuh monyet...”
“Bang...Hoi bang… Pesen sate kambingnya bang.... 30 tusuk...” Ujar seorang lelaki tua, membuyarkan lamunannya.
“Eh iya pak.. Tunggu sebentar...” Jawab Prawoto sambil bergegas melayani pesanan lelaki tua itu.
 “Romantis banget Jie...” jawab Denis singkat setelah mengetahui keindahan pemandangan dari atas balkon. “Bener kata kamu…Romantis…”

Karena balkon rumah Prawoto berada diatas jurang yang menghadap kota,membuat kerlap-kerlip lampu kota dibawahnya terlihat bak bintang-bintang yang gemerlapan. Ditambah derasnya curahan hujan dari langit, membuat suasana menjadi dingi-dingin sejuk. Sambil terus berpegangan pada pagar kayu, Denis benar-benar mencoba menikmati pemandangan dari atas balkon rumah Prawoto.

“Bagus khan mbak..?” Tanya Ajie mendekat. Dipeluknya tubuh Denis dari belakang, sambil menciumi tengkuk leher Denis.

Denispun otomatis merinding. Segera saja ia membalikkan badan lalu Denis mencium bibir Ajie, melumatnya habis tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

Dalam sekejap, kedua insan yang sedang dilanda nafsu birahi itupun segera larut dalam percintaannya. Saling cium, saling hisap, dan saling gigit. Ditengah hujan yang semakin deras, mereka seolah tak peduli dengan hembusan-hembusan air yang menerpa tubuh. Membuat keduanya menjadi basah.

“Aku sayang kamu mbak…” ucap Ajie ditengah-tengah jilatan lidahnya kedalam mulut Denis.
“Ehh… Aku juga Jie…” Jawab Denis singkat.

Dengan menggendong Denis, Ajie mengajak masuk Denis menuju kamar tidur yang baru saja ia siapkan. . Lantai kayunya berderik setiap kali mereka berjalan. Lalu tanpa menunggu waktu lama, mereka berdua pun segera melucuti pakaiannya masing-masing. Hingga tak sehelai benangpun yang menempel di tubuh mereka. Bugil.

Sejenak, mereka berdua saling bertatapan. Saling mengagumi keindahan tubuh lawan jenisnya.

“Akhirnya Mbak …. Aku bisa melihat dengan jelas…Tetekmu yang mempesona itu…” Bisik Ajie.
“Nikmatin aja Jie… malam ini aku milikmu…”

Segera saja, Ajie merebahkan tubuh ramping Denis itu keatas kasur tipis yang ada di sudut kamar. Lalu ia kembali merangsek kebagian bawah tubuh Denis, menjilati vagina basahnya dengan buas sembari tak henti-hentinya meremas payudara wanita cantik itu. Sesekali jari-jari kasar Ajie menyentil-sentil puting payudara Denis yang sudah mengeras hingga Denis melenguh-lenguh keenakan .

“Ssssh…. Enak banget Jieeee….” Desah Denis

Berulangkali, Ajie menyelipkan lidah basahnya ke vagina Denis, bergantian dengan jemarinya. Ia mengorek semua cairan birahi vagina gundul itu keluar dari celah kenikmatannya, lalu menyeruputnya dalam-dalam hingga habis.

“Ooohhh... Jie.... Aku udah nggak tahan...” Desah Denis keenakan, “Ayo cepet.. Masukan kontolmu sayang...”
“Udah siap Mbak ...?”

Tanpa menjawab, Denis hanya melebarkan pahanya, membentangkannya sejauh mungkin. Memamerkan celah sempit yang berwarna merah muda.

Dari posisinya tiduran, Denis dapat melihat Ajie yang sedang jongkok diantara selangkangannya. Penis raksasanya terlihat begitu jelas, berdiri tegang dengan gagahnya, siap menjebol semua pertahanan vagina sempitnya.

“Ayo Jie... Puaskan aku... “ Pinta Denis manja.

Melihat Ajie yang masih terpana karena menikmati keindahan tubuh indah yang ada di depan selangkangannya, Denis pun segera berinisiatif. Ia segera menangkap batang penis Ajie. Dan begitu ia menggenggamnya, tangannya gemetar. Seketika itu, Denis sadar jika batang penis lelaki yang siap menjebol gerbang vaginanya itu begitu besar.
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
Namun, walaupun ia bakal merasakan sakit, ia menginginkan penis Ajie untuk masuk kedalam tubuhnya lagi. perlahan, ia mulai meremas daging gemuk itu sembari mengocoknya perlahan.

“Kontol ini pasti akan berasa begitu enak ketika sudah masuk kedalam vaginaku…” Ucap Denis lirih sambil menatap mata Ajie dalam-dalam.
“Ayo sayang….Majukan pinggulmu, kontolin aku ….”

Mendengar ucapan Denis itu. Ajie lalu mendorong sekeras yang dia bisa. Mendorong masuk batang penisnya dalam-dalam, memasuki tubuh Denis. Karena kerasnya hentakan pinggul Ajie, Denis harus menggigit bibir bawahnya saat batang besar milik suami Anissa itu merangsek masuk ke dalam tubuhnya dengan cepat dan kasar.

CLEP...

Kepala penis Ajie menyeruak masuk.

“Oooooouhhh...” Rasa pedih itu itu langsung kembali. Tepat ketika baru kepala penis Ajie mulai menyeruak masuk kedalam lubang kenikmatannya, “Tahan Jie... Biarkan memekku beradaptasi dulu...”

CLEP...

Dorong Ajie lagi dengan keras dan tajam.

Merasakan kuatnya tekanan batang penis selingkuhannya, Denis ingin teriak sekeras mungkin karena rasa sakit dan nikmat yang ia rasakan secara bersamaan. Bibir vaginanya terisi dan terkuak begitu lebar dengan sangat cepat.

“Penuh sekali saying….” Erang Denis.

Walaupun vagina Denis beberapa waktu lalu baru saja disodok-sodok oleh penis besar Ajie, tetap saja, penis Ajie itu masih terasa begitu menyiksa. Karena besarnya hampir sebesar botol minuman air mineral, begitu tebal dan panjang.

“Oh… Sakit Jiee... tapi enak sekaliiii...” jerit Denis.

Sambil terus menahan sakit. Wanita cantik itu berusaha merasakan kenikmatan bercinta dengan pria berpenis besar itu.

“Rasanya benar-benar berbeda...” ucap Denis dalam hati, wanita cantik itu merasakan jika seluruh lorong dan dinding vaginanya begitu penuh.

“Bentar Jie... Jangan digerakkin dulu ya... “ucap Denis sambil mengatur nafasnya. Dan begitu ia telah merasa siap,
“Ayo sayang... Gerakin pelan-pelan...”

Dengan posisi misionaris, Denis kembali melakukan persetubuhan telarangnya dengan suami tetangganya itu.

“Uuuuhhh... Sesak sekali memek aku....” desah Denis sambil meremasi sprei, menahan rasa sakit, “Tapi enaaakkk....”

Besarnya penis Ajie membuat vagina Denis seperti vagina anak kecil, kulit labianya terdorong masuk dan tertarik keluar setiap kali penis Ajie bergerak. Benar-benar penuh. Sambil terus mengecupi payudara Denis secara bergantian, Ajie tak henti-hentinya mempercepat gerakan pinggulnya. Menyodok-nyodok setiap sudut vagina dan liang rahim istri tetangganya itu. Membuat istri Marwan itu benar-benar kelojotan karena merasakan nikmat yang amat sangat.

“Gimana mbak…? Kamu suka rasa kontolku dalam memekmu…?“ Tanya Ajie sembari tangannya membelai payudara Denis.

Vagina Denis mencengkeram batang penis Ajie dengan sangat kuat.

“Ooooooh… Enak banget Jiee…” Jerit Denis keras, seiring seiring sodokan batang penis Ajie yang menyodok vaginanya keluar masuk dengan cepat.
“Enak banget Ajieeeeeee…. Teruuuusss… Entotin akuuuu….” Jerit Denis lagi, seolah tak memperdulikan lagi ia sedang berada dimana.

Kenikmatan yang Denis peroleh dari persetubuhan gelap itu mengoyak semua perasaannya. Seketika. tak ada lagi rasa takut, resah, atau pun malu jika ada orang yang melihatnya menggeliat-geliat keenakan menerima sodokan dan tusukan penis lelaki lain. Masa bodoh itu semua. Biar saja semua orang tahu semua kenakalannya.

Mulutnya menganga, matanya merem melek merasakan persetubuhan nikmat itu. Suara rintihan serta erangannya membahana di seluruh penjuru rumah Prawoto.

“Suka mbak…?” Geram Ajie.
“Iyaaahh… Suka bangeeett…. Uh uh uhhh….” Erang Denis
“Mau terus…?” Tanya Ajie.
“Teeerruuussss… Ooouughhh…. Uh uh uh…” Rintih Denis.

Kenikmatan yang Denis rasakan membuat punggungnya meregang kencang, melengkung-lengkung keatas, memudahkan sodokan penis Ajie dalam vaginanya yang sudah sangat kuyup. Tangannya mencengkeram sprei erat- erat menahan supaya tubuh mungilnya tak terguncang hebat oleh sodokan pinggl Ajie yang penuh hasrat.
Cerita Sex Hot Dientot Tetangga
Payudara Denis yang besar terayun naik turun, terguncang begitu hebat hingga menampar-nampar dagu mungilnya. Nikmat persetubuhan yang benar-benar terasa enak. Belum pernah Denis merasakan kenikmatan bercinta yang seperti ini dalam hidupnya. Vaginanya terisi dan terentang begitu lebar di luar nalar pikirannya.

Melihat Denis yang merasakan keenakan, membuat tusukan penis Ajie semakin dalam.

“Goyanganmu benar-benar erotis mbak… Kamu jago banget ngentotnya…” Ucap Ajie lirih sambil menjilati mulut Denis.
“Eeehmmm…. Diam Jiee…Diam dan terus entotin memekku dengan kontol besarmu… Entoott… “

Desah Denis dengan ekspresi wajah yang sepenuhnya berselimutkan nafsu. “Sodok yang kenceng sayaaang… Entotin memekku keras-keras… ”

Tak henti-hentinya Denis meracau dan menjerit. Mengagumi kehebatan suami tetangganya itu dalam bercinta dan memohonnya agar tak berhenti menyetubuhinya
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
Mendengar kalimat-kalimat nakal Denis, membuat Ajie menghujamkan batang penisnya ke dalam tubuh Denis keras-keras, hingga pada akhirnya tubuh istri Marwan itu menegang kaku dan berteriak lantang penuh kenikmatan

“Ajieo.....Sepertinya aku mau keluar Ajie... aku sudah tak tahan... Pengen keluar...” Ucap Denis sambil memeluk pantat Ajie yang sedang dalam gerakan memompa, menuntun supaya bergerak lebih cepat lagi.
“Kita keluar bareng ya mbak... Aku juga sudah nggak tahan....” Erang Ajie.
“Iya sayang... Yuuukk... Aku udah bener-bener nggak tahan lagi.....” Jerit Denis sabil mulai kelojotan, “Aku... Aku tidak tahan lagi… Aaaa..Aahh… Aaaahh.. Aku keluar sayang... AKU KELUAARRR...NGENTOT KAMU JIEE..... “ Jerit Denis yang seolah lupa jika ia sedang berada di rumah orang lain.
“ENAK BANGET SAYAAANG..... TERUS.. TERUUUSSS... GENJOT KONTOLMU SAYAAANNGGG....AAAAARRRRRGGGGHHHH...........”

 Seketika itu, tubuh mungil Denis menggigil hebat tertusuk-tusuk batang penis Ajie yang terkubur dalam-dalam divaginanya, merasakan klimaks terbesar yang pernah dia rasakan sepanjang umurnya. Kenikmatan yang tak pernah ia dapatkan dari banyak lelaki sebelum Ajie.

CRET CRET CREETT...

Sambil mencengkeram punggung Ajie keras-keras, tubuh Denis bergetar hebat. Kelojotan seperti orang yang tersengat arus listrik, ia menggelepar-gelepar dalam gelijang kenikmatan.

Bersamaan dengan itu, Ajie pun menghujamkan batang penisnya dalam-dalam, mengobrak-abrik vagina mungil Denis hingga berbusa. Dan akhirnya, “MBAAAAKK....AKU JUGA KELUAAAR MBAK....”

CROOT CROOOT CROOOTT...

Keduanya insan yang sedang dilanda kepuasan birahi itupun menjerit, saling cium dan mengerang secara bersamaan. Bersama-sama, tubuh mereka menggelepar-gelepar, mengejang tanpa henti hingga akhirnya, terkapar kelelahan. Tubuh Ajie ambruk, menimpa tubuh Denis. Sama-sama puas.

Cairan hangat seketika itu muncrat dari dalam vagina Denis, menghantarkan lendir-lendir licin yang langsung melumuri penis Ajie.

“Oohh Ajieoo... Rasanya kontolmu benar-benar enak.... Luar biasa enak...” Puji Denis sambil menciumi pipi dan bibir selingkuhannya.
“Iya mbak... Sama.... Memekmu juga terasa wuueenak sekali... “ Balas Ajie sambil mengecupi wajah wanita idamannya itu.
“Tahu nggak Jie...?”
“Kenapa mbak...?”
“Sekarang kita resmi berselingkuh... Hihihi....”
“Hehehe... Denis Agustina....Istri nakalku...”

Dengan senyum mengembang, Denis meminta Ajie terus mendekap dirinya. Dengan posisi masih telentang di bawah, Denis mengaitkan kakinya di pinggang Ajie, berusaha menikmati setiap kedut otot vaginanya dengan penis Ajie yang masih erat tertancap.

“Aku pengen lagi Jie... Beri aku kenikmatan lagi... Entot aku lagi...” Pinta Denis lirih.
“Pasti mbak... Tak akan kusia-siakan tubuh indahmu malam ini...”
“Iiihhh... Kok cuman malam ini aja siiiihhh... “ Ucap Denis manja,
“... Aku mau kamu entotin aku setiap malam...”.
“Lhooo.....??? Kalo ada Mas Marwan gimana....?”
“Bodo... Aku nggak mau tau... Pokoknya kamu harus ngentotin aku teruuss....”
“Hmmm... Harus apa mbak....?” Tanya Ajie dengan nada menggoda.
“Harus ngentotin aku terus...” Ulang Denis dengan nada genit,
“NGENTOTIN MEMEK AKU… KONTOLIN AKU… PEJUHIN AKU TERUS...”
“Hehehehe... Kok sekarang kamu nakal banget sih mbak.... Benar benar istri yang nakal....”

Malam semakin larut, dan suasana semakin dingin. Namun, walaupun begitu Denis dan Ajie sama sekali tak merasakan hal itu. Mereka terus bercinta sepanjang malam. Ronde demi ronde mereka lalui dengan nikmat.

Benar benar buas. Malam yang buas..

"Wuihhhh.... Rasanya puas beeeeneeeer... " Ucap Ajie dengan nada kecapekan.
"Ya iyalah... Dateng tengah malem, subuh gini baru kelar.... Bisa patah tuh kontol kalo dipake terus... Hahaha..." Balas Prawoto.
"Habisan, tuh cewe enak banget dipakenya Wot.. Nagihin..."
"Hahahaha... Iyadah.... Nih makan dulu, udah aku bikinin sarapan...."
"Ntar ajalah, aku mau tidur dulu.... Aku pinjem kamar Suwanti yaaa... Pengen istirahat bentaran..."
"Bener nih nggak mau..?"
"Kamu kasih aja tuh nasi ke Mbak Denis... Kali aja dia laper..."

“Mbak... Bangun dulu mbak...” Panggil Prawoto sambil mengetuk pintu kamar tidurnya pelan, “Aku bawain sarapan nih... "

TOKTOKTOK

Tak ada jawaban. Berusaha sopan, Prawoto kembali mengetuk pintu kamar tidurnya.

TOKTOKTOK

Tak ada jawaban.

"Mbak.... Ayo sarapan dulu..." Kata Prawoto lagi.

Tetap tak ada jawaban.

Karena penasaran, Prawoto akhirnya mengintip kedalam kamar, "Mbak Denis..." Panggilnya lagi, sambil mulai masuk dan mendekat kearah Denis tidur. Pelan-pelan, Prawoto melihat kearah sudut kamar tidurnya yang remang-remang. Melihat ke arah tempat Denis yang sedang tidur. Dan betapa terkejutnya tukang sate itu ketika ia mendapati sosok wanita yang sedang pulas tidur diatas kasurnya, telanjang tanpa tertutup selembar pakaianpun.

" Zzzzzzz...... Zzzzzzz......"

Nampaknya Denis sedang tertidur pulas. Dalam posisi terlentang, hembusan desah nafasnya terdengar begitu tenang, dadanya naik turun pelan, dan senyum tipisnya terlukis tipis di wajah imutnya.

"Zzzzzz.....zzzzzzzzz....."

"Mbak Denisaa..." Panggil Prawoto pelan. Berusaha membangunkan sosok yang tetap saja tak bergeming dari tidurnya.

Sejenak, Prawoto memandangi tubuh telanjang wanita itu dalam-dalam. Wajahnya yang putih bersih dengan rambut hitam panjang tergerai diatas bantal, tubuhnya yang indah dengan kulit yang mulus berkilauan, payudaranya yang besar mengantung manja diatas perut, dan vaginanya yang gundul licin tanpa sehelai rambut pun. Seketika membuat kelelakiannya mulai mengeras.

“Ayu tenan kowe mbak...” Kagum Prawoto dalam hati.

Walau sebenarnya ia sudah sering melihat banyak teman wanita yang diajak Ajie kerumahnya, namun baru kali ini ia mengakui kehebatan teman masa kecilnya itu dalam memilih wanita.

“Tubuhmu benar-benar sempurna....” Ucap Prawoto lagi.


Dalam semburan cahaya matahari pagi yang mulai masuk melalui jendela kamarnya, Prawoto merekam dengan mata mesumnya, setiap jengkal keindahan tubuh Denis yang masih nyenyak terlelap. Termasuk kearah beberapa aurat tubuhnya yang dapat terlihat jelas olehnya. Hingga akhirnya ia mencoba membangunkan Denis lagi.

“Mbak... Yuk bangun mbak...” Bisik Prawoto lagi,
“Ayo ini sarapannya udah aku siapin.... “ Ucap Prawoto sambil mencoba menggoyang pundak Denis.
"Zzzzzz... Ehhhhmmm.... Zzzzz..." Akhirnya, Denis merespon panggilannya barusan.

Namun ternyata ia salah, karena tak lama kemudian, wanita cantik itu tertidur lagi.

“Wooo... Gebluk.... Kebo juga nih cewe kalo tidur...” batin Prawoto.

Karena melihat betapa pulasnya Denis ketika tidur, mendadak timbul niatan iseng di benak Prawoto. “Kalo tidur mulu... Ntar aku kontolin loh kamu mbak...” Ucapnya pelan setengah berbisik tepat ditelinga Denis.

“Zzzzzz….. Ehhhmmmm....” Sahut Denis lirih sambil menggeliat, ia merubah posisi tidurnya dari yang semula telentang, menjadi meringkuk kearah Prawoto berdiri.

Namun anehnya, senyum di wajahnya terlihat semakin lebar. Cantik sekali.

"Wah... wah... wah.... Nantangin bener nih cewe..." Kata Prawoto gemas.

Merasa wanita cantik yang ada di hadapannya sama sekali tak merespon panggilannya dan lebih memilih tidur, buru-buru Prawoto menurunkan celana kolor beserta CDnya, sengaja membebaskan batang kelaminnya yang sudah sedari tadi keras meronta-ronta.
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
Tanpa menunggu waktu lama, lelaki kurus itu segera mengocok penisnya cepat-cepat. Membetot batang yang tumbuh diselangkangannya itu dengan kuat. Sambil terus menatapi tubuh indah Denis. Terus, terus dan terus. Kocokan tangannya bergerak semakin cepat, cepat, dan cepat. Menghantarkan gelombang birahi hingga ke seluruh syaraf selangkangannya.

"Enak bener tuh monyet sudah merasakan tubuh wanita ini...." Iri Prawoto kepada Ajie sembari terus melihat tubuh telanjang Denis.

Tangannya tetap tak henti-hentinya mengocok batang penisnya.

"Pasti puas banget tuh kontol si kunyuk.."

Tiba-tiba, entah ide dari mana, Prawoto ingin menyentuh aurat tubuh Denis.

“Bantu aku ngecrot ya mbak....” Kata Prawoto lirih.

Dengan birahi yang sudah meninggi, tukang sate itu mulai meraba payudara Denis. Mencoba merasakan betapa lembutnya gundukan besar yang ada di tubuh Denis.

“Busyet dah... Pejuh si monyet itu masih belum kering... " Gerutu Prawoto begitu menyentuh payudara Denis yang masih basah oleh sperma Ajie, buru-buru ia mengusapkan tangannya ke kain sprei, mencoba untuk membersihkan diri dari lendir kejantanan teman prianya itu.
"Busyet mbak... Badanmu kok penuh pejuh semua ya...?" Kata Prawoto begitu sadar dengan kondisi tubuh Denis yang berantakan.

Setelah dilihat dengan seksama, rambut, muka, payudara, perut, hingga vagina Denis penuh dengan lelehan sperma Ajie. Bahkan jika dilihat lebih dekat lagi vagina Denis masih mengeluarkan lendir kenikmatannya yang bercampur dengan sperma Ajie. Mengalir turun hingga membentuk genangan-genangan di kasur Prawoto.

"Wah... wah... wah... Si kunyuk itu bener-bener kebangetan deh... Kalo gini caranya, nanti bakal aku suruh dia cuci sprei.." Gerutu Prawoto lagi.

Namun karena otak dan pikiran Prawoto sudah dilanda nafsu birahi yang sangat tinggi, akhirnya lelaki kurus itu mengesampingkan perasaan jijiknya. Perlahan, ia mulai meremasi lagi payudara Denis yang masih berlumuran sperma Ajie itu dengan gemas.

"Empuk bener tetekmu Mbak... Pantesan aja sampe dipejuhin semua kaya gini...." Kata Prawoto.

Melihat Denis yang tetap tak bergeming sedikitpun, membuat Prawoto semakin liar. Ia mulai meremasi kedua payudara Denis secara bergantian. “Ssshh... Mbak.. Tetekmu besar banget mbak... Bikin kontolku makin senut-senut...” ucap Prawoto sambil terus mengocok batang penisnya keras-keras sembari meremas, mengusap, hingga mencubit pelan.

“Eeeehhmmmm… “ Ucap Denis tiba-tiba sambil menggeliat dalam tidur.

Melihat wanita yang sedang tidur didepannya bereaksi karena ulah tangannya, Prawoto agak sedikit panik. Buru-buru ia melepas payudara Denis dan sedikit bergerak menjauh.

Ternyata Denis hanya merubah posisi tidurnya, karena tak beberapa lama kemudian ia kembalil tertidur lagi…

“ Zzzzzz…. Zzzzzz….”
“Fiiiuuuh... Untung banget…” Kata Prawoto lirih.
“Jangan-jangan Denis adalah wanita jika sudah tidur susah dibangunkan lagi….?” Sebuah pemikiran tiba-tiba muncul di benak lelaki kurus itu.
“Gimana ya kalo memang benar seperti itu…? Dientotin enak tuh...”
“Mbak Denis…? Mbak… Bangun mbak…” Panggil Prawoto sambil menggoyang-goyangkan tubuh telanjang Denis, mencoba mengetes kesadaran wanita cantik itu lagi.
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
Namun tetap saja sia-sia, saudara Ajie itu masih saja mendengkur halus.

“Mbak…. Kalo nggak bangun… Teteknya aku makan loh….” Ucap Prawoto lagi dengan nada cukup keras.
“ZZZzzzzzz…. Zzzzzz….”
“HAP… SLUURRPPP…”

Entah kenekatan darimana, Prawoto langsung mencaplok payudara Denis. Menjilati gundukan daging yang masih belepotan sperma itu sambil meremasi bergantian.

“Eehhmmm.... Zzzzz…. Zzzzz….” Desah Denis dalam tidurnya.

Dadanya masih bergerak naik turun dengan tempo yang sangat pelan.

“Buussssyyeeettttt.... Bener-bener gebluk dah nih cewe kalo tidur..… Susah banget dibanguninnya….” Girang Prawoto
"Waaahh…Mbak.. Kalo kamu masih tidur gini... Bisa-bisa aku ikut ngentotin tubuh kamu loh..." Bisik Prawoto girang, "Mbaaak…. Bantu aku ngecrot ya….?” Tambahnya lagi, berharap bisikannya direspon oleh Denis.
“Eehhmmm.... Zzzzz ….” Jawab Denis dengan dengkuran pelannya.

Merasa Denis memberi izin, segera saja tangan Prawoto mulai merabai bagian tubuh Denis lainnya. Mulai dari mengusap rambut, wajah, perut, paha, hingga vaginanya. Sementara tangan satunya terus mengocoki batang penisnya.

“Kamu cantik banget mbak…” Bisik Prawoto lagi memuji,
“Tetek kamu ini loh… Ngegemesin…Trus…. Memekmu ini… Walau masih becek kena pejuhnya si anak monyet… Tapi kayaknya sempit banget yaaa…?”

Sambil mengusapi celah kewanitaan Denis, Prawoto menggeser duduknya, pindah ke kaki tempat tidur. Dalam keremangan cahaya pagi, ia kembali mengagumi sosok wanita yang masih tertidur pulas itu. Sambil mengusap pelan tubuh Denis, Prawoto tak henti-hentinya berdecak kagum.

"Kakimu mulus banget mbak. Putih, licin, tak berbulu.... " Puji Prawoto sembari menciumi paha jenjang Denis.
"Nggak heran... Dengan tubuh seperti ini, Ajie ngentotin kamu sepanjang malam.... Ckckckck...... Beruntung banget tuh monyet.... "Gerutu Prawoto sembari terus mengusap dan membuka bibir vagina Denis, menyelipkan jemarinya pada vagina wanita cantik itu.

Langsung saja, tetesan sperma mengalir keluar dari vagina Denis.

"Wuuuiiihhh... banyak juga pejuh si monyet itu masuk ke memekmu mbak...." Heran Prawoto sambil mulai mencucuki vagina Denis pelan.
"Memekmu pasti legit banget ya mbak....?" Tanya Prawoto dengan nada mesum,
" Boleh nggak kalo memekmu aku jilat…?”
"Eeeehmmmm...." Denis kembali menggeliat, lalu meneruskan tidurnya. " Zzzzzzz... Zzzzzzz..."
"Hehehehe... Kalo tetep tidur gitu... Aku anggap boleh loh.."
" Zzzzzzz... Zzzzzzz..."
"Yessss... " Girang Prawoto. Segera saja ia memonyongkan mulutny, dan mulai mencucupi vagina Denis yang masih membasah itu. SLUUUURRP...CUP...CUP....SLUUURP...."
"Memekmu asin banget mbah.... Tapi gurih... " Kata Prawoto gemes.

Merasa ada yang mengusik tidurnya, tiba-tiba Denis mendesah,

".... Ehhhmmmm.... Kamu masih kurang ya jie...….Aku capek banget nih..... Pengen bobo..." Ucap Denis setengah sadar.

Dalam racauannya, Denis mengira jika lelaki yang sedari tadi sedang berusaha membangunkan dirinya adalah Ajie.

"....Kalo kamu masih pengen ngentotin aku... Yaudah... Niih... Maenin aja sendiri..." Igau Denis sambil menggeliatkan badannya.

Memiringkan tubuhnya kekiri, meringkuk menghadap tembok dengan pantat menungging kearah Prawoto.

"Ajie...?" Tanya Prawoto dalam hati, "Apa mungkin mbak Denis berpikir jika aku adalah Ajie....?"

GLEK

"Mbak Denis menyodorkan pantat bulatnya... Apa dia minta di sodimi ya...?" Girang Prawoto,
" Mimpi apa aku semalam ya? Dapet cewe cakep yang mau bo'olnya disodok-sodok...."
"Ayo Jiee... katanya mau nambah lagi... Nih... Buruan tusuk.." kata Denis dengan nada kecapekan.
"Kalo aku ketiduran, gausah bangunin dulu yaaa... aku ngantuk bangeet...".

Segera saja, Prawoto segera menjilati lubang anus Denis. Dengan semangat membara ia membasahi lubang anus itu sembari menyodok-sodokkan jemarinya.

"Ajiee... Nakal ya kamuu... Sekarang maunya maen bo'ol aku yaaa...?"

SLUUURRRPPP... CUP CUP CUP...

Jilatan lidah dan tusukan jari Prawoto tak henti-hentinya mengekplorasi anus Denis. Membawa sebuah sensasi persetubuhan yang berbeda pada saudara Ajie itu.

"Ssshhh... Udah ah.... jangan jilatin mulu..... Buruan kontolin aku Jie..."

Tanpa menunggu waktu lama, Prawoto lalu membalikkan tubuh Denis yang semula meringkuk miring menjadi tengkurap, lalu ia posisikan pantat Denis agak sedikit menugging. Dengan penisnya yang sudah menegang keras, ia lalu mentowel-towel vagina, berusaha membasahi sekujur batang penisnya. Dan ketika dirasa cukup licin, Prawoto mulai mengusap-usap mulut anus Denis dengan penisnya.
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
"Uuuhhh... Sssshhh... Enak banget Jieee... Kamu suruh kontol besarmu buat mau ngegoda aku yaaa...? Hihihi.... Nakal banget sih kamuuuu.... "
"Hehehehe... Mbak Denis sepertinya tak tahu jika kontol ini bukan kontol Ajie...." batin Prawoto girang.
"Enak banget Jie kontolmu.. Bikin memekku jadi geli-geli nikmat.."
"Hehehe... Iya... Mbak Denis tak merasakan perbedaannya.....Secara kontolku khan ukurannya sama dengan kontol Ajie..." Bangga Prawoto.
"Udah ah... buruan tusuk aku Jie..." Kata Denis lirih sambil menyorongkan pantatnya tinggi-tinggi kebelakang.

Merasa lubang anus Denis sudah cukup basah, tanpa aba-aba, Prawoto segera mengambil ancang-ancang. Tangannya memegang pinggul semok Denis erat-erat, lalu setelah dirasa pas, tukang sate itu mendorongkan kepala penisnya ke mulut anus saudara Ajie itu dengan kekuatan penuh.

HEEEEGGGGHH....

Erang Prawoto berusaha membenamkan bonggol kepala penisnya kelubang pembuangan Denis. Saking sempitnya lubang itu, batang penisnya sampai berkali-kali bengkok. "Susah bangeeetttt..."

Namun, Denis merasa jika persetubuhannya kali ini ada yang salah. Alih-alih merasakan enak pada lubang vaginanya, wanita cantik itu malah merasakan kepedihan pada lubang anusnya. Seketika, Denis langsung meronta sambil berusaha menjatuhkan dirinya kedepan. Mencoba melepaskan diri dari tusukan penis Prawoto,

"AAAARRRGGGHHHH... JIEEEE.... SALAH LOBANG...!..." Jerit Denis ITU BUKAN LUBANG MEMEK AKUUU....!"

CLEEEPPP

Tapi sia-sia. Walau tubuh Denis sudah menelungkup kedepan, kepala penis Prawoto tetap saja menempel di lubang anusnya. Sepertinya kepala penis itu sudah sedikit masuk kedalam liang pembuangannya. Karena walaupun Denis sudah berusaha bergerak maju guna menjauhkan anusnya dari penis Prawoto, tetap saja, ia ikut maju dan semakin membenamkan batang penisnya dalam-dalam ke liang dubur Denis.

"UUUHHH....AJIEOO.. LUBANGNYA SALAAAAHHH... ! KONTOLMU MASUK KE BO'OLKU....!" Erang Denis sambil menggeleng-gelengkan kepalanya menahan sakit.
"LEPASIN JIEEE... TARIK KONTOLMUUU...!" Jerit Denis., "BO'OLKU SAAAKIIITTTTT...!"

Sejenak Prawoto mendiamkan sodokan penisnya. Lelaki kurus yang masih berada diatas punggung Denis itu akhirnya mulai bersuara.

"Sabar ya mbak... Bentar lagi juga enak kok... Tahan aja dikit...." Kata Prawoto sambil memijat pundak Denis.

Berusaha membuat wanita yang ada dibawahnya itu untuk sedikit rileks, tak lupa ia juga menjilati lubang telinga Denis sambil mengecupi tengkuknya.

"Tahan sebentar ya sayang... Kita coba permainan baru ini...." Tambah Prawoto.

Tak menjawab, Denis hanya mengangguk pelan.

Merasa Denis sudah cukup tenang, Prawoto kembali menggoyangkan pinggulnya. Menusuki anus Denis dalam-dalam dengan penisnya yang besar.

Kembali, Denis menjerit dengan keras ketika Prawoto berhasil memasukkan sebagian penisnya ke dalam duburnya. Denis merasakan sakit yang amat sangat ketika lubang anusnya membesar diterobos oleh batang penis penjual sate yang berukuran raksasa itu.

"Jangan Jiee.. Jangaaannn…. Aku mohon hentikan..." Erang Denis
" Sakit bangeeet.... Aku ngga kuuuaaatttt….. Aaaaarrgghh…." Jerit Denis menjadi-jadi

Berbeda dengan apa yang sedang Denis rasakan, Prawoto justru merasakan nikmat yang amat sangat. Ia benar-benar menghayati rasa hangat akibat jepitan anus wanita cantik itu.

"Mumpung mbak Denis masih mengira aku Ajie, sekalian aja aku nikmatin tubuh indah ini... Hehehehe..."
"Tahan mbaaak... Tahaaannn...." Ucap Prawoto berusaha menenangkan.

Antara kecapekan atau mengantuk, entah apa yang ada dipikiran Denis saat itu. Walau sudah jelas-jelas suara yang ada diatas tubuhnya itu berbeda dengan suara Ajie, namun tetap saja ia berpikiran jika orang itu adalah Ajie.

"Ampun Jiee... Ampuuunnn.... " Suara Denis memelas,
"Pake memek aku aja lagi Jieee... Jangan di bo'ol... Saaakiiittt....." Kata Denis lagi sambil meremasi sprei dengan kedua tangannya.
"Oooohhh… Mbaaaakkk… Sabar mbaaak.... Bentar lagi pasti bakalan enak kok... Bo'olmu pasti bakalan enaaaakk..... Shhhhh...." Desah Prawoto yang kali ini mulai lebih berani berucap kata.

Perlahan, Prawoto mulai menggoyangkan pantat putih Denis kekanan kiri, naik turun hingga penisnya masuk seluruhnya. Denis yang tak berdaya itu hanya bisa menarik nafas dalam-dalam, berusaha menahan sakit semampunya, tangannya terus-terusan mencengkeram sprei hingga jari-jarinya memutih.
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
"Pasti rasanya sangat sakit ya mbak.... Tapi enak....Hehehehe...." kekeh Prawoto dalam hati

Denis merasa dirinya benar-benar penuh, berulang kali tubuhnya merinding geli, seperti sensasi ketika ingin buang air besar. Disodok, ditarik, geli, merinding - Disodok, ditarik, geli, merinding.

Berulang kali, Denis merasakan sensasi itu. Hingga akhirnya, rasa sakit yang ia rasakan diawal persetubuhan itu berangsur hilang, berkurang, hingga sirna. Tergantikan oleh rasa gatal, geli sekaligus nikmat.

"Hoooossshhh..... Oooohhh….. Sssshhhh...." Kepala Denis menengadah keatas, bibirnya membulat dan membentuk huruf O. Ia mulai mendesah.
"Ssshh.... Oooohhh.... Udah yaa main bo'olnya Jieee.... Masukin memek aku aja...." Desahnya lirih.

Walaupun Denis terlihat sudah mulai menikmati sodominya, tapi entah kenapa wanita itu menolak untuk mengakuinya.

"Masa bodoh..." erang Prawoto, "Aku lagi pengen ngentotin bo'olmu mbak..."
"Udah doong Jieee... Udahhh...."

Tak mendengar desahan Denis, Prawoto semakin mempercepat sodokan-sodokan di pantat bulat Denis sambil meremas-remas payudara wanita cantik yang sangat putih dan mulus itu. Cairan bening kekuningan pun mulai merembes keluar, menyelimuti penis Prawoto setiap kali ia tarik keluar.

Diiringi desah dan erangan suara Denis, lendir anus itu mulai mengalir turun, keluar bercampur dengan sperma Ajie, mengalir terus ke pahanya yang putih mulus.

Dengan senyum kemenangan yang mengembang lebar, Prawoto sangat menikmati jepitan anus Denis yang sempit dan panas itu dipenisnya. Walau sebenarnya ada sedikit rasa sakit yang ia rasakan karena mungilnya liang anus Denis, tapi Prawoto sama sekali tak mempedulikannya. Terlebih, karena anus Denis yang mulai licin karena lendirnya, Prawoto pun menjadi semakin bersemangat terus menyodokkan pinggulnya keluar masuk dengan cepat.

"Bo'olmu enak sekali mbak.... Peret...." Ucap Prawoto yang begitu menikmati persetubuhan itu ketika otot-otot anus Denis seolah berdenyut memijati batang penisnya.

Setelah kurang lebih 15 menit Prawoto menyodomi Denis, ia merasakan jika gelombang orgasmenya akan segera tiba.

Tapi, bukan Prawoto namanya jika ia tak bisa mengajak teman tidurnya itu tak ikut merasakan nikmatnya orgasme. "Sekarang giliranmu untuk merasa enak mbak..." Kata Prawoto yang buru-buru mencabut batang penisnya lalu menusukkan dalam-dalam ke vagina Denis.

"AAAARRRRGGGHHH..... AJIEEEE... PELAN-PELAAAANNN....." Jerit Denis lagi.

Ia benar-benar tak menyangka jika Ajie yang baru saja menyodominya, tiba-tiba memasukkan penis besarnya kedalam vaginanya. Rasa sakit yang berubah menjadi enak.

Seketika itu, Denis mendesah-desah keenakan. Dengan posisi doggy, ia mulai menggoyangkan pantat semoknya. Membalas setiap sodokan dan tusukan penis Prawoto dengan goyangan remes asyik vaginanya.

"Hooossshh.... Sempit banget mbaaakkk.... Nggak kalah dengan bo'olmu...." Erang Prawoto.
"Kontolmu juga berasa makin besar Jieee... beda banget dengan semaleemm..." balas Denis,
"Terus entot aku Jie.. Entot memek aku dengan kontol besarmu.... Sssshhhh...."

Denis buru-buru melebarkan kakinya dan menaikkan pantatnya, membuat batang penis Prawoto bisa masuk seluruhnya ke dalam lubang vaginanya.

"Wuooohhh.... memekmu bisa memijat ya mbak...? Enak banget ngurutnya.." Girang Prawoto sambil menikmati jepiran vagina Denis.

Baru kali ini, tukang sate itu bisa merasakan sensasi kenikmatan yang luar biasa seumur hidupnya.

 "Hihihihi... Biar kamu puas Jie..."

Tak ingin merasa dikalahkan, Prawoto segera meraih payudara Denis yang bergelantungan dengan tangan kiri, dan merogoh klitorisnya dengan tangan kanan. Berulang kali ia meremasi payudara Denis kuat-kuat sambil terus-terusan menarik payudara Denis kebelakang, seolah payudara yang berukuran besar itu adalah tali kekang tubuh Denis. Tak lupa ia pun mulai mengobel klitoris Denis yang sudah menegang keras, menghantarkan setrum-setrum birahi bertegangan tinggi yang membuat seluruh syaraf kenikmatan tubuh saudara Ajie itu terangsang penuh.
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
CLOK CLOK CLOK CLOK

Bunyi pompaan penis Prawoto pada vagina Denis.

"Oooohhhh... Kamu curaaaaannnggg JIEEEE..... Curaaang bangeeet.. ooohhh..." Erang Denis yang tak bisa melakukan pembalasan apapun, yang bisa ia lakukan hanya meletakkan kepalanya dibantal dan menunggingkan pantatnya tinggi-tinggi.
"Hooohh... Aku sudah mau keluar Ajie... aku mau keluarrr...”

Tiba-tiba, Prawoto merasakan vagina Denis menyemburkan cairan hangat kepenisnya. Banyak sekali, hingga mengalir turun kepahanya.

"Hooooohhhh.... Ajieeee..... Enaaak baaangeeettttt...." Ucap Denis yang mendadak lemas dengan desahan nafas yang menderu-deru.
"Bentar Jie... Tahan bentar... Memek aku ngilu..."

Tak mengindahkan permintaan Denis, Prawoto malah terus memompa.

"Curaaaannnggg... " Jerit Denis lagi yang tak diberi kesempatan untuk menikmati orgasmenya.

Dengan terpaksa ia semakin melebarkan kakinya, supaya Prawoto bisa segera orgasme.

CLOK CLOK CLOK CLOK

Lagi-lagi, suara persetubuhan mereka terdengar begitu nyaring. Membahana keseluruh penjuru kamar, menghajar vagina Denis yang benar-benar basah.

"Shhh... Uhh uhhh...Enak nggak Jiee...? Ssshhh.... " tanya Denis sambil mendesah-desah keenakan karena rasa ngilu vaginanya yang semakin menjadi-jadi.
"Pastinya mbak..."
"Terus sodok yang kenceng Jie... aku mau keluar laagiii... Oooooouuuuhhhh...."
"Hah... keluar lagi mbak....?"
"Iya iya iyaaaa.... Aku keluaaar laaaagiiiii....."

Lagi-lagi, Prawoto merasakan denyutan hebat pada batang penisnya ketika vagina Denis berkontraksi karena orgasme. Hisapan, pijatan, dan urutan yang berulang kali diterima oleh penisnya. Mau tak mau membuat pertahanan tukang sate itu jebol juga. Ia merasakan penisnya sudah tak mampu lagi menahan rasa panas orgasme yang sudah menggumpal di ujung penisnya.

"Mbak... aku mau keluar...." Erang Prawoto yang kali ini berpegangan pada pinggang ramping Denis, dan menghantamkan pinggulnya keras-keras kedepan.

Kearah vagina Denis.

"Aku mau sampe mbaaakkk..."
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
Dengan gerakan super cepat, Prawoto lalu mencabut batang penisnya dari anus Denis, lalu bergerak ke depan. Ke arah wajah Denis yang sedang merem melek keenakan. Merasakan sisa orgasmenya.

"Buka mulutmu mbakk... Aku mau ngentotin mulutmu..." Ucap Prawoto lantang.

Tanpa menyadari siapa yang memerintah, Denis segera membuka mulutnya lebar-lebar, dan membiarkan batang penis besar itu mulai memperkosa mulut dan tenggorokannya.

GAAG...GAAG...GAAG...GAAG...GAAG...GAAG...

Suara yang muncul setiap kali Prawoto menusukkan penisnya dalam-dalam.

Hingga akhirnya.

CROT CROOT CROOCOOOTTT..

Gumpalan hangat sperma langsung menyerbu rongga mulut Denis. Menghantarkan jutaan benih-benih lelaki masuk kedalam tenggorokannya.

"Huuuuooooohhhhh..... ENAAAAK BAAANGEEEET MBAAAAKKKKK...." Jerit Prawoto lantang sambil menghentak-hentakkan pinggulnya keras-keras kemulut Denis.
"Ga heran kalo Ajie bilang ngentotin cewe yang namanya Denis Agustina tuh enak banget.. Ternyata memang bener.... Hehehehe"
"Hihihi... Ngentotin aku enak yaaa...." Tawa Denis genit,
"Looohhh....? Kenapa....? Ajie bilang apa...?"

Mendadak, Denis tersadar. Buru-buru jemari lentiknya melepas penis besar yang sedang ia jilati.

Kepalanya mendongak keatas, melihat sosok lelaki kurus yang baru saja menyetubuhinya.

Ternyata bukan tetangganya, melainkan....

"Prawoto....?"

***

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa, tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru Foto Hot 2016   

Cerita Sex Joe and Me Next Day

Orisex web dewasa yang berisikan "Cerita Sex Joe and Me Next Day" cerita sex 2016, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa terbaru dan foto bugil tante bispak abg hot.  

Cerita Pesta Sex, Cerita Sex, Cerita Dewasa
Cerita Sex Joe and Me Next Day - Ist

Cerita Sex Terbaru | Jika anda pernah membaca kisah berjudul "Joe and Me", sebenarnya kisah itu ada lanjutannya.. Yang pertama kemarin itu cerita di hari jumat malam waktu kami berangkat. Kemudian sedikit cerita untuk sabtu paginya. Nah.. Ini cerita sepanjang sabtu. Enjoy..

Kami semua menuju ruang TV. Joe duduk di singel sofa empuk miliknya depan TV. Barry mulai menjalankan VCD Player dengan film blue yang mereka punya. Aku duduk menyamping diatas pangkuan Joe, pantatku disela sela pahanya.

Ketika film dimainkan, tangan Barry dan Sylvy sudah mulai saling merangsang, sementara Micky dan Amy sudah berciuman diatas sofa panjang. Sepertinya sudah tidak ada lagi yang memperhatikan film di VCD, karena masing-masing sudah memulai permainannya sendiri sendiri.

Jari-jari Joe sudah mulai membelai celah memekku. Menarik-narik klirotisku membuatku semakin terangsang. Ia juga menciumi tetekku menggigit putingku. Tangan kiriku mengocok kontolnya lembut. Tak lama, kakiku diangkatnya hingga aku duduk berhadapan dengannya sementara kontolnya terjepit antara perutnya dan memekku dan kedua kakiku melewati sandaran sofa. Perlahan Joe mengorek-ngorek lubang memekku dengan kontolnya.

"Aahhhhh.." desahku saat kepala penisnya mulai menerobos masuk dalam memekku.

Aku menekan pantatku kebawah, hingga penisnya masuk sampai ke batangnya, sekalipun rasanya sakit sekali, tapi nikmatnya luar biasa. Kemudian aku terlentang diatas pangkuannya masih dengan kontol yang tertancap dalam memekku.
 Cerita Sex  Joe and Me Next Day
Amy dan Sylvy mendekatiku, mereka menjilati putingku dan menggigit gigitnya serta meremas remasnya hingga memerah, sementara Micky dan Barry memasukkan kontol mereka ke dalam vagina kedua perempuan yang sedang menungging itu, kemudian mengocoknya.

Jari-jari Sylvy dan Amy menggelitik klitorisku, membuatku semakin bergetar. Joe' memegang pinggangku dan sedikit mengangkatnya, hingga ia bisa mengocokkan kontolnya dalam memekku.

"Ahhhh.. Sshhhh.." desahku keenakan..

Tanganku berpegangan pada sandaran tangan sofa dan mulai mengangkat pantatku dan memutar mutarnya, hingga kontol Joe yang panjang serasa mengaduk aduk memekku. Pelan namun pasti, pantat Joe' pun di goyangkan mengikuti irama goyangan pantatku. Makin cepat dan makin tak beraturan..

"Ahhhh.. Joeeee.."

Ia mengeluarkan sebuah vibrator kecil, seukuran ibu jari dan memasangnya pada getaran tertinggi. Kemudian menempelkan pada klitorisku.

"Aahhhh." Jeritku seakan tersetrum listrik seluruh tubuhku, bersamaan dengan itu terasa memekku berkedut sangat kuat dan.
"Aahhhh.. Joeeee."
Cerita Dewasa Joe and Me Next Day
Aku menggoyangkan pantatku semakin kuat dan badanku bergetar sangat keras dan kurasa dinding memekku mengejang sangat kuat menjepit kontol Joe yang masih ada didalam.

"Aaahhhh.. Sayang.. Ohh.. Fffuck!" Desah Joe, bersamaan dengan mengalirnya pejuhnya dalam memekku.

Kedua orang di sebelahku juga mulai mendesah dan mencengkram erat pegangan sofa. Masih dalam posisi yang sama, aku menghampiri Amy dan menghisap teteknya, sementara Joe' mecium bibir dan memainkan lidahnya dalam mulut Sylvy sambil meremas teteknya. Tak lama mereka menjerit keras sambil menggoyangkan pantat mereka dan kemudian menelungkupkan kepalanya di sandaran kursi.

Setelah sejenak kami semua berisitarahat ditempat, kami semua bangkit dari tempat duduk kami. 'Plop' suara dari kontolnya Joe yang tadi tertanam dalam memekku ketika terlepas. Joe mengangkatku ke kamar mandi dan meletakkanku dalam bathtub kemudian mengisinya dengan air hangat. Dengan tubuh yang sangat letih, aku tertidur dalam bathtub yang hangat.
Cerita Mesum Joe and Me Next Day
Ketika aku terbangun, air sudah meluber keluar dari bathtub. Kemudian aku mandi dan membersihkan memekku dengan sabun. Terasa sangat perih karena sudah beberapa kali dimasukkan kontolnya Joe yang sangat besar itu. Kemudian aku keluar dengan baju mandi yang masih ada di kamar mandi. Ternyata Barry, Micky, Amy dan Sylvy terlelap diatas sofa panjang depan TV, sementara kulihat Joe yang masih telanjang berdiri di dapur sedang membuat secangkir kopi.

"Sudah mandinya? Seger?"
"He.. eh.." Jawabku sambil menganggukkan kepala.
"Ini kopimu" Katanya sambil menyerahkan kopi susu kesukaan ku.
"Ke kolam yuk.. Pemandangannya bagus!" Ajaknya sambil melilitkan handuk di pinggangnya.

Aku mengikutinya kolam indoor dengan kaca di sekelilingnya. Pemandangan senja yang indah terlihat dibalik kaca. Matahari yang sudah memerah membuat suasana menjadi sangat romantis. Tapi aku menggigil karena penghangat ruangan baru saja dinyalakan. Tiba-tiba, Joe melepaskan handuknya dan masuk ke dalam kolam kecil itu.

"Ayo masuk!" ajaknya.

Pertama aku takut, karena dingin sekali udaranya, tapi kemudian ketika aku memasukkan jari kakiku ke dalamnya, ternyata hangat! Ternyata kolam itu bisa berfungsi menjadi kolam air panas. Maka aku memberanikan masuk ke dalamnya.

Didalam kolam terdapat tangga kecil hingga kami bisa duduk sambil berendam hingga leher. Joe duduk di salah satu pojok kemudian ia menarikku dan meletakkan kepalaku di pundaknya. Ia mengangkat daguku dan mengecup bibirku mesra. Aku membalikkan badanku dan memeluknya dari depan kemudian mencium bibirnya. Lidahnya mulai menari dalam mulutku. Tangannya memijat-mijat tetekku dan menarik narik putingnya. Tangan kananku mulai mengelus-elus kontolnya yang sudah setengah berdiri. Tak lama jarinya mengorek-ngorek memekku.

"Shh.. Ah.. Aduh.. Sakit say.. Perih!"

Ujarku langsung melepaskan ciumanku. Terasa sangat perih di daerah klitorisku.
Cerita Ngentot Joe and Me Next Day
"Iya.. Pelan pelan deh.. Masukkin aja ya say biar nggak terasa perihnya. Biar terasa enaknya"

Terdiam ku sesaat, sambil merasakan jarinya yang sudah mulai dimasukkan satu persatu dalam memekku.

"Iya deh.. Tapi pelan pelan ya.. Ujungnya sakit nih!" Kataku sambil membimbing jarinya ke klitorisku yang terasa agak perih, berusaha menunjukan daerah yang sakit.

"Ya sudah.. Dari belakang aja.. Kamu munggungin aku"

Ujarnya sambil membimbing pantatku naik ke pahanya hingga aku duduk membelakangi Joe. Perlahan ia membimbing kontolnya masuk ke dalam memekku.

"Sshh.. Aaahh.." desahku ketika kurasakan kontolnya yang panjang 20 cm dan tebal 5 cm itu menyeruak masuk dalam memekku yang masih sedikit perih.
"Tahan sayang.." sambil mendorong pantatku hingga kontolnya masuk sepenuhnya ke dalam memekku.

Terasa sedikit perih. Aku bertahan pada pinggir kolam, kemudian mulai menaikturunkan pantatku. Setiap aku menurunkan pantatku, terasa Joe' mengangkat pantatnya, hingga kontolnya masuk lebih dalam dari yang kuperkirakan.

"Sshh.. Ahh.. Enak sayang.." Ujarku setiap ia menusukkan kontolnya.

Makin lama, makin cepat dengan sentakan sentakan yang mengejutkan, membuatku semakin melayang.

"Aaahh.. Ahh.. Ssshh.. Mau keluar saayy.."

Tanganku makin mencengkram kuat pinggiran kolam, merapatkan pahaku supaya dapat lebih menggigit kontolnya. Tiba tiba, Joe mendorongku sedikit, hingga aku berdiri agak bungkuk menghadap pinggiran kolam. Sementara ia menempelkan dadanya, erat di punggungku sambil meremas remas tetekku dan menusukkan kontolnya bertubi tubi dalam memekku.
Cerita Sex 2016 Joe and Me Next Day
"Aaahh.. Ssshh.. Joee.." Jeritku tak tahan.
"Tahan say.. Dikit laggii.. Aaarrgghh..!!"

Jeritnya bersamaan dengan keluarnya pejuhnya dalam memekku bercampur cairan cintaku yang juga keluar saat itu. Lemas rasanya lututku hingga aku berlutut dan bertopang pada pinggir kolam.

"Aduh.. Enak ya.."

Tiba tiba ada suara yang mengejutkan kami berdua. Ternyata keempat teman Joe yang muncul di belakang kami. Barry kemudian duduk di depanku mengarahkan kontolnya ke mulutku.

"Kata Joe' isapan mu maut! Isap punya aku ya! Aku ingin ngerasain permainan lidah mu"

Sebentar aku melihat ke Joe seakan meminta konfirmasinya.

"Maaf sayang, habisnya kamu jago banget sih kalau ngisep!" dengan senyumnya yang manis, ia mencium punggungku.

Ketika aku mulai memasukkan kontolnya ke dalam mulutku, tiba-tiba Joe menarik kontolnya dari dalam memekku. Sempat kulirik ke belakang, ternyata ia ditarik oleh Amy dan Sylvy ke bungalow di pinggir kolam.
 Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
Kumainkan lidahku di kepala kontol milik Barry yang ternyata memiliki ketebalan yang sama dengan Joe, 5 cm tapi masih lebih panjang milik Joe. Kuhisap bijinya dan menjilat batangnya, seperti menjilat es krim. Aku masukkan kontol sepanjang 14 cm itu ke dalam mulutku sambil kukocok. Micky memelukku dari belakang, menciumi punggungku dan memainkan jarinya di putingku dan memekku.

"Aaahh.. Joeee.." Jerit Amy membuatku harus meliriknya.

Di bungalow yang tak jauh dari tempat kami, kulihat Amy menunggingkan pantatnya, sementara Joe sedang memasukkan kontolnya ke dalam vagina Amy. Dan Sylvy menjilati vagina Amy dari bawah sambil meraba-raba memekknya sendiri. Tanpa sadar aku lebih cepat mengocok kontolnya Barry dan lebih cepat memutar mutar lidahku di kepala kontolnya.

"Ssshh.. Aaahh.. Lidah lo enak banget Joe' Aku mau keluar say.. Telen ya.." Ujar Barry ke Joe dan aku sambil menekan kepalaku hingga gelagapan.

Hingga aku hampir tak dapat bernafas menerima pejuhnya dalam mulutku. Aku terus menghisapnya hingga kontolnya menciut. Tapi tetap aku tak melepaskannya hingga kontolnya kembali berdiri tegak.
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
Barry turun dan masuk ke dalam kolam, bertukar tempat dengan Micky yang tadi dibelakangku menjadi berhadapan denganku. Aku dipangkunya dan Micky duduk di tangga. Perlahan ia memasukkan kontolnya ke dalam memekku.

"Aahh.. Mick.." Desahku ketika semua batangnya masuk ke dalam memekku.

Serasa penuh, sekalipun memekku baru saja dimasukkan oleh kontol Joe yang besar, tapi tetap saja rasanya penuh. Sebentar kulirik bungalow tempat Joe dan dua perempuan lainnya. Kulihat Amy dan Sylvy terlentang hampir bertindihan, sambil membuka liang memeknya.

Sementara Joe memasukkan kontolnya bergantian dari vagina Amy ke Sylvy. Kemudian Amy lagi dan Sylvy lagi, Kedua perempuan itu berteriak setiap kali Joe menghujamkan kontolnya ke vagina mereka.

"Sshhhh.. Ahhhh.." Aku terkejut ketika Micky mulai mengocok memekku.

Ia mencium dan melumat bibirku mesra. Sementara Barry dibelakangku mulai mengelus elus tetekku. Tak berapa lama, Barry mulai mengorek lubang pantatku dengan kontolnya.

"Ahh.. Barry.." Desahku ketika kontolnya masuk ke dalam memekku.
"Ssshh.. Aaahh.. Lleebiihh cceeppaat Mick.. Akku mmau kkeluuaarr.." Desahku keenakan.
"Barengg saayyaangngg.. Aaahh.. Ttahhnn.. Bbenntaar llaggii.. Ssshh.. Aaahh aahh" Jerit Micky bersamaan dengan mengalirnya pejuhnya ke dalam memekku bercampur dengan cairan cinta di dalamnya. Juga kontol di pantatku yang juga menembakkan pejuhnya.

Kakiku mengikat pinggang Micky dengan erat, menahan kenikmatan yang tiada tara.
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
Sekalipun dalam kelelahan, aku masih menginginkan kontol Joe yang besar itu bersarang dalam memekku. Hingga dengan sedikit tertatih, aku melepaskan pelukan dari Micky dan Barry, dan membersihkan memekku dalam kolam itu dengan mengusap-usapnya, dan menghampiri Joe dan kedua perempuan yang masih bergelut. Joe terlentang diatas kursi panjang dengan Amy dan Sylvy menjilati kontol Joe yang panjang itu. Kuarahkan memekku ke mulut Joe.

"Ssshh.. Hhhaa.. Joee.. Enaakk Sayyangg.." Desahku ketika ia mulai menjalari memekku dengan lidahnya yang hangat. T

iba tiba, ia mengorek liang memekku dengan lidahnya membuat aku semakin menggelinjang.

"Ahh.. Joee.. Enak.." Desahku sambil mengacak acak rambutnya dan menekan kepalanya ke terbenam dalam selangkanganku.

Tak lama, terasa liang memekku mulai berkontraksi. Pangkal pahaku mulai bergetar keenakan.

Tiba tiba Joe' mengangkat pantatku dan membawaku ke arah kontolnya dan memasukkan kontolnya dalam memekku.

"Ssshh.. Aaahh.. Aaacchkk.. Joee.. Aaa.."

Jeritku saat kontolnya menyeruak masuk, bersamaan dengan bergetarnya liang memekku menandakan aku telah orgasme dan akupun terkulai lemas di dadanya yang bidang, dengan kontol yang masih berdiri tegak dalam memekku. Dengan sisa-sisa tenagaku, aku kembali menggoyangkan pantatku, hingga Joe dapat mengeluarkan pejuhnya.

"Shhhh.. Sayyaanngg.. Eennakk.. Ooohh.." Joe melenguh panjang, ketika ia mengeluarkan pejuhnya dalam memekku. Kami semua tertidur di pinggir kolam, hingga pagi.

***

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa, tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru Foto Hot 2016  

Cerita Sex Sensation of My Campus

Orisex web dewasa yang berisikan "Cerita Sex Sensation of My Campus" cerita sex 2016, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa terbaru dan foto bugil tante bispak abg hot.  

Cerita Sex Mahasiswi, Cerita Dewasa, Cerita Mesum
Cerita Sex Sensation of My Campus - Ist

Cerita Sex Terbaru | Ini ceritaku tahun 1999 kemarin, bulan dan tanggalnya lupa. 'Introduce my self', panggil saja aku Iyan, waktu itu umurku 19 tahun, 179 cm/68 kg, Sunda-Jepang, aku anak band (yang hobby pergi ke cafe/nite club pasti tahu bandku deh..) di kota 'S' (SUPERMAN) sampai sekarang. Makasih yang sudah kerim email buat ceritaku yang pertama (Sensation of Car-Park), I'll try to reply you all.

Nama dan tempat pakai inisial saja yah, jaga privacy. Tapi kalau nama panggilan tetap tidak dirubah kok.

"Let's Taste Another Sensation!"
"Gubrak..! {{{STEREO}}}"
"Auuwww..!"
"Ooopss..! Sorry.. sorry nggak sengaja, kamu nggak pa-pa kan..?" kuambil tas dan buku yang tercecer di pelataran kantor administrasi ST**** (tiitt..! Top Secret laahh), kampusku.Setelah kulihat ke atas, "Buju buneekk..!" di depanku ada cewek cakep banget (kaya 'Allien' deh pokoknya, terlalu banget cakepnya).

Matanya bulat, kecil, sipit (lucu deh pokoknya tuh mata), kulit kuning halus dan body-nya..
woosshh..!
"Kamu nggak pa-pa kan? Sorry nggak sengaja. Iyan," langsung kusebut nama sambil kasih tangan ke dia.
"Diana.." jawab dia singkat tapi cuekin tanganku.
"Ke kantin yuk, waktu makan nih udah siang, pleasee..!"
"Apa..! Kamu kenapa hah..? Udah nubruk, nyerocos sana-sini, terus ngajakin ke kantin? Emang aku mau makan sama kamu?"

Astaga, marah nih doi.

"Aku kan cuma mau tebus salahku, tapi kalo kamunya nggak mau, nggak pa-pa, jangan marah gitu dong.. tahu nggak? Suara kamu tuh bikin jebol telinga!" Aku langsung pergi dari hadapannya sambil komat-kamit nyumpahin tuh cewek.

Sebenarnya sayang juga sih ninggalin cewek 'Allien' seperti dia.
Cerita Sex Sensation of My Campus
Lagi enak-enaknya melumat sendok sama garpu, wee.. sebelah ramai sekali, biasa deh cewek kalau ketemu gank-nya kan gosip terus. Aku lirik ke gank cewek sebelah.
"Shit..!" si 'Allien' ada di situ tuh.

Wuiihh.., waktu dia melihatku, langsung kujulurkan lidah ke arahnya. Dia 'manyun', terus balas melet ke aku. Sialan tuh mata sampai 'kiyer-kiyer' (baru kali ini melet penuh penghayatan sampai segitunya, mana temannya ikutan ketawa lagi). Aku rada cuekin dia sih.., habis tadi disemprot suara geledeknya.

Jam 13.30 aku pergi dari kampus, harus check sound di 'C', salah satu cafe yang terletak di pinggir rawa-rawa, atau apalah (tahu nggak yang ada di kota 'S' cafe apaan tuh..?).

Sempat senyum-senyum juga sih kalau ingat kejadian barusan, tapi kalau suara geledeknya yang cempreng itu jadi sewot juga mengingatnya.


Jam 18.00 (kaya kronologi saja, dari tadi pakai jam terus) aku sudah 'tongkrongin' salah satu bangku kampusku.

"Gila bener malem gini sempet-sempetnya dosen kasih kuliah tambahan, mana sampe jam 20.00 lagi.. huuii males banget, kegiatanku hari ini padet banget." kataku dalam hati mengerutu.

Bel selesai kuliah agak terlambat 5 menit, buru-buru aku lari ke parkiran habis gerah, ingin segera mandi.

"Gubrak..! {{{STEREO}}}" another shit just happen on me today.
"Ya ampuunn..! kamu tuh lari-lari mulu sih dari tadi pagi kaya maling, sekarang mo alesan apa lagi hah..? Bisa keropos aku kamu tubrukin seharian, tahu nggak kamu..? Emang nggak ada kerjaan laen lagi apa selaen nubrukin aku..?"

Gila.., suara geledek yang sempat kukenal tadi siang kedengaran lagi malam ini. Aku tidak merasa kangen sama suara itu, tapi kenapa kedengaran lagi malam ini. Kutubruk dia sekali lagi.. bukan nubruk sih, meluk kayanya (sudah niat kok).

"Sorry sekali lagi. Oh yah kalo kamu tereak-tereak terus, bakalan aku tubrukin terus kamu malem ini, denger nggak kamu?" abis bisikin telinganya, cuek aku langsung pergi.

Dia diam saja meskipun di situ banyak teman-temannya, tapi semua pada diam waktu kupeluk dia tadi.

Dan sialnya (kena karma kali..), setelah sampai di pelataran parkir, ternyata Estilo-ku ngadat habis nih mesinnya. Ugh..! Turun, lalu kutendang ban Estilo sablengku itu. Kulihat keadaan kampus sudah lumayan sepi. Di pelataran parkir hanya ada 7 mobil saja yang parkir.

"Sukuurr..!" kudengar suara cekikikan di belakang yang ternyata si suara geledek.
Cerita Sex 2016 Sensation of My Campus
Lalu dia masuk ke Charade-CX dua baris sebelah kanan Estilo sablengku. Aku lari ke pintu cockpit-nya, jendelanya terbuka (belakangan aku tahu nanti kalau dia jalan bakalan ngeledekin aku lagi). Aku ambil cepat kunci mobilnya sambil kubawa pergi ke mobilku. Sambil lari, si 'Allien' menyusul di belakang, aku tunggu dia sambil duduk di kap mesin mobilku.

Huuiihh.., kelihatan tambah sangar wajahnya.

"Kamu tuh jahat banget sama cewek, aku punya salah apa sama kamu..? Kamu pikir dong, seharian aku yang kamu rugiin..!" kaya dalang nih cewek tidak berhenti nyerocosnya.
"Balikin kunciku..!" bentak si 'Allien' sambil berusaha merebut kuncinya dari genggamanku.

Reflek aku berkelit dan beruntun membuat kepala si 'Allien' jatuh ke dadaku. Waduuhh.., tambah bertumpuk dosaku ke dia.

"Diana..?" sambil kupegang bahu si 'Allien' yang cakep ini,
"Maafin aku yah, hari ini aku bener-bener nggak sengaja tubruk kamu sampe dua kali, tapi kamu juga marah-marahnya keterlaluan banget.. Oke aku terima aku salah, tapi jangan terus-terusan marah dong, apalagi di depan anak kampus gitu, aku kan juga punya malu.. But it's true, aku ngaku kalo hari ini dosaku numpuk ke kamu.. aku bener-bener minta maaf ke kamu." kataku menjelaskan.

Kuangkat wajah Diana ke atas, walah.. dia tetap saja pasang wajah sewot. Kugandeng tangannya ke arah pintu Estilo-ku, kududukkan dia di jok kulit mobilku, lalu aku jongkok di bawahnya.

"Diana, maafin aku yah.." sambil tetap tidak merperhatikan aku, dia buang mukanya.
"Diana, aku nggak bermaksud jahat, aku cuman.. (tidak dapat meneruskan yang mau kuomongkan ke Diana nih). Kamu dari tadi marah mulu yah.. pengen deh liat kamu senyum. Now give me your best smile, pleasee..!"

Kugenggam tangan Diana sambil menyerahkan kunci mobilnya. Setelah kunci berpindah tangan ke Diana,

"Plaakk..! {{{STEREO}}}" gila.., pipiku ditampar si 'Allien'.
"Iyan..! nama kamu Iyan kan..? Diana juga minta maap yah sama kamu.."
"Trus kok tampar aku?"
"Kan tadi minta aku supaya senyum? Nah itu tadi yang bisa bikin aku senyum ke kamu." Diana tersenyum ke arahku, meskipun di pelataran parkir itu gelap, dapat kulihat kok cakepnya nambah pas lagi senyum, apalagi dengan nakalnya dia malah memencet hidungku.
"Gotcha..!" sambil pencet hidungku dia berdiri.
"Maafin Diana juga yah Yan.." sambil dia meninggalkanku yang hanya terbengong.

Udah aahh.., pokoknya malam itu tidak ada apa-apa (nothing special, lha aku sama dia hanya saling maaf-maafan saja).

Paginya waktu parkir mobil di kampus, Charade-CX-nya 'Allien' tidak ada.

"Waduuh.., nggak kuliah nih hari tuh anak," pikirku.
"Hey..! Nggak nubruk lagi, ngelamun aja..!"
Cerita Dewasa Sensation of My Campus
Kaget kudengar suara yang sekarang bikin aku kangen keras kedengaran di belakangku. Setelah kulihat ke belakang, "Ya ampuunn..!" tuh 'Allien' dengan lucunya sambil mengangkat kayu papan yang gedenya lumayan, "Hihihi.."

"Itu papan buat apaan..?"
"Ya kali aja penyakit nubruk kamu kambuh lagi, buat jaga-jaga nih.."
"Hahaha.. bisa aja kamu. Udah doong papannya ditaruh.., ntar dikira lagi ngomong ama tukang kayu.."
"Wee.., tukang kayu nggak ada yang cakep kaya gini nih..!" katanya sambil meletakkan papan, si 'Allien' mendekatiku.
"Hayoo..! Sapa kemaren malem yang miss call?" si 'Allien' pukul lenganku.
"Auuhh..! Sakit Ren..!"
"Eh tahu yah? Belom tidur? Kamu nggak telephone balik sih? Aku miss call kamu gara-gara nggak enak kan kalo telephone malem, ntar kamunya udah tidur.."
"Iya juga sih.. tapi emang ada apa sih Yan mo telephone Diana..?"
"Mau tubruk kamu kali.."
"Huu.., Maunya..!" Bibir si 'Allien' manyun tuh.
"Eh yah CX-nya kok nggak ada?"
"Iya, tadi pagi dipake ama Chie-chie keluar kota, aku cuman numpang berangkat, napa..? Emang mau nganterin apa?"
"Enak aja..! Emang taksi apa nganterin kamu, mo bayar berapa sih sekali anter?"
"Neh bayar.. bayar pake ini nih..!" katanya sambil si 'Allien' ngepalkan tinjunya ke arah aku.
"Aku mau masuk dulu yah, yuk Yan..!"
"Iya ati-ati yah Ren.."
"Hah..? Ati-ati..? Emang ada apaan..? Kelasku kan nggak di luar kota.."
"Yah.., biar deket tapi ntar kalo-kalo ada yang tubruk kamu selaen aku..?"
"Hahaha.. bisa aja kamu Yan, di kampus nih yang punya predikat tukang tubruk tuh cuman kamu tahu..!" katan si 'Allien' sambil meninggalkanku yang masih saja ketawa-ketawa.
Cerita Mesum Sensation of My Campus
Ngobrol sama dia enak juga, dari situ aku mengetahui kalau si 'Allien' tuh ternyata satu angkatan di atasku.

"Huaaaa.." tidak terasa ngantuk juga aku pagi ini mendengar dosen lagi 'in the hoy' sama spidol dan white board-nya sambil menerangkan Bab V Statistika.

Karena merasa ngantuk, aku ijin ke belakang mau cuci muka sekalian cari teh hangat di kantin. Waktu sampai depan kelas si 'Allien' (kalau mau ke toilet pasti melewati kelas si 'Allien' yang ada di depan toilet) dan lagi enak-enaknya melamun, tidak sadar pintu kelas (di sebelah kanan) terbuka. Dengan setengah kaget aku meloncat ke kiri.

"Ya ampun Iyaann..! Bener-bener deh kamu tuh tukang tubruk berijazah, belom abis bekas tubrukan kemaren, sekarang mo tubruk aku lagi..!"
"Huuaa..!" si 'Allien' yang kulamuni sekarang ada di depanku sambil mulai lagi cerewetnya.
"Ngantuk yah Yan..?" si 'Allien' menjewer telingaku.
"Adududuuhh.. sakit tahu..! Iya nih ngantuk banget, kemaren pulang jam dua pagi Ren, ke kantin yuk..!"
"Iya yuk, aku juga lagi males di kelas.." sambil kami berjalan ke kantin.
"Kamu sih ngeluyur sampe jam segitu, rugi kan ama kesehatan kamu.."
"Enak aja dikatain ngeluyur, aku mah kalo jam segitu bukan ngeluyur, tapi kerja."
"Hah..! Jadi kamu.. Ich Yan, kamu kok bisa sih jadi gituan..?" sambil dia minum soda dinginnya.
"Jadi apaan..? Enak aja ngatain gigo.."
"Nah trus kalo tiap malem kerja..? Apa coba namanya..?"
"Aku kalo malem kudu ngeband di cafe Ren.. Iyan pengen mandiri doong bayar kuliah sendiri trus kalo ntar rada siangan kudu kerja di salah satu Production House di sini (kota 'S'), makanya tiap hari bawaannya ngantuk mulu. Kemaren contohnya tuh tubrukin kamu.."
"Ooohh jadi kamu ngeband di cafe, Yan..?" tanyanya.

Ich.., kurang 'dugem' juga nih anak sampai tidak tahu lawan bicaranya calon selebritis (huehehe.. maunya sih).

"Kamu hebat yah Yan, kuliah bisa bayar sendiri, umur segini juga udah kerja, Diana ngiri deh sama kamu. Hihihi kayanya bangga juga ditubruk ama orang hebat kaya kamu.."
"Hebat nubruknya..! Huahaha.. bisa aja kamu, ntar aku nggak tanggung jawab kalo tiap hari tubrukin kamu.."
"Coba kalo berani..? Hayoo sekarang juga!" tantang si 'Allien'.
"Waduh di sini mah lagi rame banyak yang ngeliat, kalo berani ke toilet aja sekarang hayoo..!" kujawab tantangan si 'Allien' yang bikin kuping panas.
"Hah..! Emang kamu mau tubruk apa gebleek..?" jawab si 'Allien' sambil ngucek-ucek rambutku.
"Tubruk ini.." sambil kuletakkan jari telunjukku di bibir Diana.
"Kamu ini kenapa sih Yan..? Berani-beraninya..!" si 'Allien' menghindar waktu jariku menyentuh bibirnya.
"Tangan kamu kan kotor Yaann..!"
"Emang kalo udah cuci tangan aku boleh cium kamu yah..?"
"Huueekk..! Sapa juga yang mau cium kamu gebleekk..! Kalo ntar bibirku jadi memble gimana..?"
"Kita kawin aja sekalian, biar memble kamu nggak perlu kuatir lagi kalo ntar nggak laku.. kan udah punya Iyan, yah kan..?"
"Wee.., sapa juga yang mo kawin ama kamu.. udah aah Yan.. yuk..!"

Tidak ngomong apa-apa lagi, Diana langsung berjalan meninggalkanku yang hanya tersenyum saja melihat dia sewot gitu.
Cerita Ngentot Sensation of My Campus
Sambil membuang keringatnya si 'kecil' (baca: pipis) di toilet karena merasa tenggorokanku agak gatal, aku sampai tersedak batuk kencang sekali.

Huuii..! Lega deh habis pipis jadi enteng banget deh. Sesampainya di luar toilet,

"Yan..! Hihihi, aku tahu kalo kamu batuk kamu kenceng banget, sakit yah..?"

Yiihhaa..! si 'Allien' ada di depan toilet cewek sebelah. Senang sekali deh dapat melihat dia lagi.

"Kamu belom masuk kelas juga Ren..?" tanyaku sambil kudekati dia lagi.

"Kan tadi udah bilang kalo aku lagi males banget Yan.."
"Eh yah Ren, gimana jadi nggak?"
"Jadi apanya?"
"Tangan Iyan udah dicuci nih.."
"Trus..?"
"Aku mo cium kamu," kataku sambil kucoba mendekati bibir Diana.
"Iyan.. hhmmppff..!"
"Hhuuaa..! At last..! Aku bisa cium si 'Allien'." kataku dalam hati.

Sebenarnya Diana kelihatan agak menolak ciumanku, dia pukul-pukul lenganku tapi dia tidak berteriak-teriak atau melepaskan ciumanku.

Tidak berapa lama, dia mulai menjawab ciumanku. Lidah kami saling melumat. Lidahku mengusap rongga mulut atasnya yang bikin kepala si 'Allien' sampai mendongak ke atas (ciuman khas Iyan) sampai megap-megap. Kutarik dia masuk ke dalem toilet cewek yang ada di belakangnya.

Diana sempat menarik tangannya. Agak memaksa, dapat juga kubawa 'Allien' masuk ke dalam toilet cewek (maklum lah, tenaga cowok kan lebih kuat).

"Iyaann..?"

Aku tidak kasih komentar waktu dia panggil namaku, langsung kulumat lagi bibirnya (eh yah kelupaan di dalam toilet cewek nih baunya kan tidak terlalu pesing seperti toilet cowok,semua juga tahu kan kalau toilet cowok sekolahan pasti gitu deh, mulai SMP, betul nggak..?).

Setelah ambil napas sebentar, kutunjuk satu kamar kecil di dalam toilet, Diana geleng-geleng kepala. Hehehe.. bukan nafsu dong kalau aku tidak langsung menarik Diana ke salah satu kamar kecil itu.

Di dalam aku sempat lihat Diana yang hanya melihatku dengan mata kecil sayunya itu. Aku tersenyum ke dia sambil tanganku mengusap pipinya lembut, dan dia malah merem sambil gerakin wajahnya seperti kucing kalau dielus. Kupeluk dan kucium rambut dia kuat-kuat, hmm.. wangi deh.

Dengan sedikit menunduk (tubuhnya 159 cm dan 36B, proporsial dan sexy habis, montok gitu kalau orang yang lagi horny bilang) kembali kucium bibirnya, sekarang dia malah memelukku sambil ngusap-usap rambutku, hhmm.. good tasted. Aku paling suka kalau pas ciuman rambutku dielus-elus, asal jangan dijambak saja.
Cerita Sex Terbaru Sensation of My Campus
Setelah puas kerjain bibir 'Allien', aku turun ke leher jenjangnya itu. Kukecup dan hisap lembut. Sambil tetap mengusap rambutku, Diana mulai respon nih sepertinya, nafasnya mulaiagak kedodoran juga waktu kucium lembut merata leher samping terus ke depan. Tanganku yang dari tadi melingkar di pinggangnya mulai pelan naik melewati semua lekuk pinggang, perut dan berhenti di pangkal lingkar buah dadanya yang masih tertutup kaos kerah ketat warna birunya.

Kumainkan ibu jariku memutari pangkal lingkar bawah payudaranya.

Kurapatkan pelukan tangan kiriku dengan menarik lebih dalam tubuhnya, dan dia merespon sedikit menjauh saat bagian tubuh bawahnya yang tertutup rok hitam sedikit di atas lutut dengan belahan di pinggir kanan kirinya bersentuhan dengan si 'kecil' yang mulai menggeliat lembut dari tidur panjangnya. Cepat kudorong tubuhnya dengan sedikit agak nafsu (emang nafsu kok) sampai menyentuh tembok kamar toilet yang ada di belakangnya.


"Ooohh..!" Yah, hanya satu desahan itu saja yang Diana keluarkan saat tangan kananku mulai menyentuh lingkar indah di dadanya itu.
"So big to lick..!" kataku pelan.

(Huehehe.., pembaca mau nggak licking payudaranya Diana..? Langkahin dulu mayat dosen Statistikaku, baru kubayar pakai 'toket'-nya Diana.)

"What The..!! Apa-apaan nih?" tangan si 'Allien' tidak tahu bagaimana mulanya sudah ada di depan celanaku menangkap si 'kecil' yang karena pegangannya berubah jadi si 'bandot'.
"Diana..?"
"Hmm..? Kenapa? Surprisee..! Kamu kudu tanggung jawab Yan..!"

Hualaahh.. tidak disangka kalimat itu keluar dari bibir Diana sambil dia mulai membuka zipper celanaku. Setelah si 'kecil' lolos dari dalamku, Diana merosot ke bawah sejajar dengan si 'bandot'-ku.

"Huaa..! Kaya Power Rangers yah Yan..? Hihihi.. lucu, gagah.." Astaga Diana, si 'bandot' bonggolku disamakan dengan Power Rangers, what a girl.. untung saja tidak dikatakan Tele Tubbies bersaudara, bisa-bisa ditaruh di lemari hiasnya dong.
"Hallo.. nama Chie-chie Diana, kamu namanya sapa..?" baru kali ini kemaluan diajak bercanda seperti Pokemon.

Belum menjawab candaan si Diana, si 'Power Rangers'-ku sudah hilang dimakan sama salah satu monsternya si 'Astronema' (musuh Power Rangers), yah si Diana ini.

"Huugghh..! Dianae..!" kaget aku berteriak kecil merasakan sentuhan lidah Diana.

Lidahnya tidak mau diam, terus menjilati kemaluanku, dan sekali-kali dihisapnya lembut, maju-mundur sambil tangannya mengurut sisa bonggol si 'bandot'. Huaa.. pokoknya ampuun deh, lembut sekali. Dengan lembut lidahnya membatasi geliat dari si 'bandot'. Dengan lembut pula dia mulai menurunkan celanaku lebih ke bawah (gila celana di bawah lantai toilet kan kotor, nyuci deh nanti) sambil mulai mengelus testisnya.

Kepala Diana miring sedikit ke kanan dengan mata melihat ke atas ke arahku yang lagi menunjukkan senyum yang paling horny (pernah tahu nggak senyuman model gini?). Terasa ngilu di seluruh kemaluanku. Aahh.., apalagi waktu lidah Diana mengusap ujung bawah si 'kecil'-ku, seperti jutaan sengatan listrik lemah mulai merayapi seluruh persendian urat-urat nadi di tubuhku, berpusat di daerah bertuliskan 'Awas Anjing Galak!' (baca: kejantananku).

Meski tidak sepenuhnya masuk, tapi Diana terus saja memasukkan semua dan berusaha untuk menelannya lambat-lambat sambil lidahnya tidak pernah berhenti menjilati seluruh bagian kejantananku, ditambah lagi pijatan lembut tangannya di bawah testisku.

Waktu itu wajah Diana sangat bernafsu, matanya dipejamkan, sedikit peluh keluar dari dahi menuju ke pipinya. Bibirnya yang tipis berusaha selalu meresapi pelan-pelan tiap kali penisku masuk lebih dalam, dan dia akan menghisap kuat saat dia mengeluarkannya lagi, seperti tidak mau melepaskan si 'kecil,' benar-benar bikin cowok gila nih cewek.

"Aaagghh Dianae..! Udah Diana! Udah! Iyan mo sampe Reenn!" ampun deh, aku paling tidak kuat menahan kalau kemaluanku diserang terus-terusan sama blow job seorang cewek.
"Diana! Udah Reen! Lepasin! Jijik Ren! Udah! Aaahh..!"

Denyut dengan kejutan-kejutan statis terasa mulai menerpa semua jalan darahku, mulai dari urat saraf kemaluanku menuju seluruh cabang otak di dalam setiap tubuhku (aku cocok tidak jadi guru Biologi? Hihihi). Bersamaan dengan itu tubuhku pun menegang.

"Aagghh..! Dianae..! Aku dapat Reen.. Aaahhgg..!" Sekitar 6-7 kali kedutan diikuti cairan segar kejantananku membanjiri mulut kecil si Diana ini tanpa dapat kulepas dari jepitan mulut dan tangan nakal si Diana.

Dia tidak mau melepaskan si 'kecil' dan testisku dari serbuan bibir sexy-nya, seperti dibetot oleh vacum cleaner deh hisapannya tidak habis-habis, dan lucunya sempat juga terdengar gelegak tenggorokan Diana.
Cerita Hot Sex Sensation of My Campus
"Waduuhh.. bener-bener nih cewek.. ditelen abis..!" kataku dalam hati.
"Haahh.. Hhh.." nafasku waktu itu benar-benar tidak karuan deh.

Si Diana malah senyum-senyum nih ke arahku sambil berdiri,

"Gimana Iyan sayang..? Good tasted..?"
"God bless my little brother," sambil kuangkat kepala Diana yang senyum setelah ucapanku tadi.
"Your turn my little fella.." setelah cium bibirnya, (huueekk sisa sperma) aku merosot ke bawah masuk ke dalam rok hitam Diana (hih kaya Barongsai yah?).

Aku mulai mencium dari betis indah Diana dan menjilatinya bergantian kanan dan kiri.

Tanganku? Tanganku tentu tidak hanya diam saja, melainkan meraba paha Diana. Ciuman dan jilatan itu mulai naik ke paha dalam, terus sampai ke pangkal paha. Kusentuh lembut celana dalamnya yang berwarna maroon (walaah tidak matching banget sama kaos birunya), kuusap dan gosok pelan bagian bawah lembah indah itu. Terangkat-angkat pinggang Diana diikuti rintih dan desis manjanya. Terasa basah dan lengket vaginanya meski hanya dari luar.

Pangkal pahanya kuraba dan kuusap sambil lidahku mulai menjilat dan mencium kain penutup pusatnya itu. Nafas yang tersedak dan gelinjang badan Diana tidak dapat membendungku untuk berhenti memperlakukan kewanitaanya seperti itu.

"Hggh..! Haahh.. Ssshh..!" Kupegang celana dalamnya dan pelan kuloloskan ke bawah, kutarik tubuhnya dan lepas sudah penutup terakhir yang ada pada kewanitaan Diana.
"What The..? Dianaaaa..?" Benar-benar tidak dapat disangka deh kelakuan Diana, bagaimana tidak heran campur tertawa kalau kalian semua punya kesempatan melihat sosok kewanitaan Diana.

Bayangkan saja, di sebelah kanan agak ke atas tepat sederetan dangan bulu-bulu pubic-nya yang tipis teratur terjaga rapih itu ada tatto yang benar-benar dapat membuat kita tertawa deh. Tatto-nya itu sebuah rambu larangan seperti 'No Smoking', tapi gambar cigarette-nya tuh diganti dengan tulisan 'BOYS.' Hueheheh.. terserah percaya apa tidak? Ini benar-benar surprise sekali buatku.

"Surprise is surprise like I said, right my fella..?" Aku hanya tersenyum saja melihat gaya si Diana yang goyang dangdut sambil tolak pinggang mengarahkan kemaluannya lebih dalam ke mulutku.

Kubelai bulu-bulu tipis dan halus yang menutupi daerah paling terjaga kepribadiannya itu.

Kewanitaan itu keliatan sudah sangat basah dan terasa berdenyut-denyut. Saat kucoba sentuh, tubuh Diana langsung terangkat tertahan. Kusentuh lagi dan kugesekkan jariku pelan melewati belahan kemaluan indah itu. Erangan kecil mengiringi gerak tubuh Diana.

Kubuka lebar-lebar paha Diana, kuberikan bahuku sebagai tumpuan kakinya agar dapat lebih leluasa aku menatap liang kewanitaannya. Kudekatkan kepalaku ke liang senggamanya. Tidak ada bau yang tidak enak sama sekali. Kujulurkan lidahku mengusap pelan dan lembut dari atas pubic hairnya menuju ke bawah. Kumasukkan lidahku sedalam-dalamnya ke dalam lubang kenikmatannya. Bau kewanitaannya semakin kuat tercium. Vaginanya benar-benar cepat sekali basah.
Cerita Mesum Terbaru Sensation of My Campus
Tiba-tiba Diana menjambak rambutku dengan kuat, dan menggerakkan kepalaku naik turun di permukaan liang senggamanya dengan cepat dan agak sedikit kasar (nafsu kali dia yah?). Lalu dia menegang. Dengan jariku, secara terus menerus klitorisnya kusentuh, pelintir, lalu kugosok. Mulutku pun langsung menghisap liang kewanitaannya, sehingga suara yang dikeluarkan kali ini agak kuat diiringi dengan badannya yang terangkat kejang.

Basah deh jariku waktu itu, aku belum sadar juga kalau si Diana ini mau 'nge-blow' (istilah orgasme Iyan).

"Iyaann..! Ouuggffhh..! Diana dapet Yan.. Diana dapeett.. Hggffhh..!" Tidak tahu kenapa, aku sangat bernafsu ingin merasakan lendir kewanitaan Diana.
"Hmm sedap juga.." kuhisap vaginanya.

Diana hanya merintih manja sambil meliukkan tubuhnya. Aku tidak dapat berpikir, cepat sekali cewek ini jadi basah seperti ini. Diana malah makin merapatkan kepalaku ke arah vagina basahnya yang lagi berdenyut dan berkontraksi hebat sekali.

Sambil terus memberikan kecupan demi kecupan, hisapan demi hisapan yang lembut, aku tidak mau moment yang dia dapat hilang cepat begitu saja. Bibir kemaluannya kujilat, kujulurkan lidah dan menusuk ke dalam lubangnya, mengusap habis labia minoranya. Mulutku basah oleh lendir kenikmatan dari dalam liang kewanitaannya. Aku berhenti, dan dengan kain roknya, kuusap mulutku yang basah karena cairan kewanitaannya (hihi.. rasain kamu biar impas, nyuci.. nyuci juga deh kamu Ren).

Beberapa saat dia kembali menekan kepalaku di antara pangkal pahanya yang tegang disertai sedikit pinggulnya yang terangkat. Kemudian terasa mengendur pegangan tangannya di kepalaku.

Diangkatnya wajahku, walalah.. senyuman.., dia melas sekali. Kewanitaan nikmat itu kubelai, kucium labianya sambil menyibakkan lebih lebar lagi dan klitorisnya, kukulum dengan lidahku, kugigit-gigit kecil dengan lembut. Lidahku masuk lagi ke dalam liang nikmatnya yang basah itu. Diana tersentak lemah saat lidahku masuk ke dalam liang nikmatnya itu.

"Yaann.. udah Yaan, Diana nggak kuat lagii Yaan..!" desahnya.

Aku terus mencium kemaluannya dengan lembut. Terangkat punggungnya meski dengan lemah menahan kenikmatan. Dia mendesis pelan sambil menggeliat manja. Hal ini malah membuat Diana semakin mengerang. Aku mulai mempercepat jilatanku, klitorisnya kuhisap, kujilat semauku.

Kurasa ada cairan yang keluar dari kemaluannya lagi. Karena ingin memuaskan Diana yang mulai panas lagi, lidahku kembali menuju kewanitaannya. Kuhisap seluruh cairan tersebut dan menelannya.

Kusibakkan vaginanya yang telah basah itu. Kujulurkan lidahku sambil memilin clitorisnya. Diana hanya mendesah. Liang kewanitaan Diana semakin memerah. Aku jadi semakin terangsang ketika kembali merasakan cairan berwarna putih keluar lagi dari lubang vaginanya.

"Diana is back..!" pikirku.

Dengan mata sayu terpejam, mulut setengah menganga, tangan mengangkat rok hitamnya dan satunya memegangi kepalaku, sambil paha terkangkang lebar di bahuku memberikan kemaluannya yang terkuak bebas untukku.

"Yaan..?" Diana merunduk langsung menyambar bibirku. Walalah.. tidak romantis banget, kalian dapat bayangkan tidak, melakukan French Kiss sambil jongkok (huahahaha). Tanganku dipegang lembut oleh Diana dan,
"Huuaa..!" mulai kapan Diana jadi telanjang dada.

Kuangkat tubuh Diana berdiri sejajar denganku. Kulumat lidah dan bibirnya. Ciuman kali ini terasa lain, lebih panas dari yang kami lakukan sebelumnya, karena tanganku mulai mengusap lembut payudara indah, mulus, besar dan mantap cengkramannya secara intens dan lembut dari bawah ke atas menuju putingnya yang tegak menantang kemerahan itu yang berakhir dalam pilinan ibu jari dan jari telunjukku.
Cerita Lucah Sensation of My Campus
Desah nafas yang sama-sama lagi kedodoran mulai saling bersahutan. Mulai kucium turun mengusap dagu ke leher. Kukecup mesra dada atasnya sambil meninggalkan noda merah di sekitar dada bagian atasnya.

"Sluurrpp..!" kutelusuri puting indah sebelah kiri menantang milik Diana.
"Hhhmm..," rintih Diana yang manja mulai ada saat ku-explore putingnya sambil menjambak rambutku agak kasar.

Aku berusaha menelan puting Diana, tapi anehnya puting itu sepertinya lemah, tapi kok tidak bisa lepas yak? (Huehehe), nah habis gemes banget sama lancip putingnya nih. Kuhisap mulai dari hisapan lemah dan condong agak kencang juga. Mulut yang sexy sekali itu hanya megap-megap saja tuh. Cium lagi deh bibir Diana yang lagi nganggur, dan ini membuat dia kaget juga atas serangan dadakanku ini. Dan belum sempat dia meresapi ciumanku langsung kuganti lehernya sebagai sasaran jilatanku, tidak lama juga langsung kuhisap kembali payudaranya terutama puting sebelah kanannya yang tadi sempat kucuekin.


"Gila kamu.. gila kamu Yaann..!" Diana mengejekku gara-gara serangan beruntunku yang tidak dapat dia duga kemana arahnya.

Setelah puas dengan puting kanannya yang semakin merah dan basah akibat Tumis (jilaT, kulUM,ISep), aku turun menjilati perut mulus Diana dan berhenti untuk menggelitik pusar Diana yang membuat dia semakin tidak dapat mengontrol liukan perutnya. Huaa.. nih anak sempat-sempatnya melakukan striptease.

Tanganku menggapai-gapai buah dadanya dengan lincah, kuremas dan kupilin putingnya. Diana membelai rambutku dan dipegangnya erat pundakku. Menjilat, mengigigit-gigit kecil, menghisap serta memutar-mutarkan lidah dan berusaha memasukkan ke liang pusar Diana (hihi aneh juga nih cewek, sensitive area kok di pusar).

Sambil agak miring berdiri bersandarkan bak mandi toilet, mulai kembali kutelusuri silhoutte tubuhnya menuju ke daerah kewanitaannya lagi.

"Hai kangen nggak sama Abang..?" kubalas candaan Diana di kemaluannya, Diana pun hanya tersenyum kecut.

Dengan berpegangan di bak mandi, tubuhnya bergemetar dan tersentak-sentak setiap lidahkukembali merangsang bagian paling peka di vaginanya. Dengan kasar vaginanya disorongkan ke depan untuk memaksa lidahku masuk lebih dalam ke dalam liangnya. Mendadak dia melintir, bergeliat-geliat oleh jilatanku di klitorisnya yang begitu menggelitik seluruh sendi urat kenikmatan yang begitu membuatnya penasaran.

Sekitar 3 menit, tiba-tiba cewek ini mulai bergerak gelisah. Pahanya mengangkang semakin lebar dan dinaikkan ke bahuku lagi sebagai tumpuannya. Tanganku cepat menangkap buah dadanya, lalu memeras lebih keras serta menghisap klitorisnya dengan gerakan cepat.
Cerita Dewasa Tertbaru Sensation of My Campus
Tiba-tiba saja, ada suara langkah kaki menyelonong masuk ke dalam ruang toilet. Refleks Diana langsung membetot kepalaku jauh dari kemaluannya. Cepat kukulum lagi liang vaginanya sambil tanganku kembali meremas agak kasar payudaranya. Kulihat ke atas kepala Diana geleng ke kanan ke kiri sambil kedua tangannya berusaha menolak kepalaku.

Kedengaran tuh manusia masuk ke kamar toilet sebelah, dan sepertinya kedengaran juga suara kain yang dibuka, dan tidak seberapa lama, "Sialaann..!" umpatku dalam hati.

"Sssrr.. sshh..! {{{STEREO}}}"
"Nih orang pipis nggak tanggung-tanggung, kaya bendungan ambrol.. kenceng banget walalahh mulai kemaren ga pipis apa? Tuh suara ampe segitunya." umpatku lagi.

Sialnya, bersamaan dengan itu tubuh Diana mengejang.

"Aaagghh..!"
"Waduh nih anak pas 'nge-blow'.." batinku.

Segera aku cepat berpikir bagaimana caranya manusia di sebelah tidak bikin geger kalau tahu ada orang yang lagi 'ngejen' juga di sebelahnya. Cepat kuhisap keras kewanitaan Diana, kuhirup semua cairan kewanitaannya yang lagi berdenyut ambrol juga. Setelah kuhirup dan hisap sejenak kutahan hisapanku, dan kusembur dan tiup kencang-kencang.

"Brrtt..! Ddrrgghh..! {{{STEREO}}}" begitu sepertinya suara akibat semburan hisapanku pada kemaluan Diana.

Berulangkali kuulang style itu pada vaginanya. Hehehe.. kedengaran kompak sekali dengan rintihan dan erangan Diana yang dilanda badai kenikmatan untuk kesekian kalinya.

"Hgghh.. Pppff.. Puuff.. Aagghh..!" desahnya.
"Brrtt..! Ddrrgghh.. Jjjrrgg..!" bunyi dari hasil rekayasaku di kemaluan Diana.

Nada kontras itu terdengar bersahutan selama puluhan hitungan dalam detik.

Pembaca bisa tahu tidak maksudku membuat moment seperti itu tadi? Yah benar, kubuat sedemikian mungkin agar manusia di sebelah mengira kalau kamar di sebelahnya lagi ada orang buang hajat. Lima menit kemudian, setelah saling berpelukan dengan Diana, akhirnya pergi juga orang itu dari toilet sebelah.

Kupeluk Diana yang sedikit gontai, kukecup lembut keningnya.

"Welcome to my sensation world." kataku.Diana hanya tersenyum kecil sambil menyandarkan kepalanya ke dadaku dan tangannya memegan si 'bandot' yang masih saja menuntut apa yang belum dia dapat.

"Sabar yah kecil, ntar jatahnya bakalan dapet deh.." katanya lucu.

Dengan tangan kirinya Diana mendekap leherku erat sekali sambil mengecup dadaku manja, kadang juga dia meraih rambutku.

"Nakaall..! Tapi Diana suka ama kamu.. bikin ati tegang aja kamu Yan sampe dapet double (multiple orgasm) barusan."
"Diana jadi suka kamu Yaan.." dikecup lembut bibirku.
"Kamu ntar yah jatahnya, chie-chie capek banget nih.." sempat-sempatnya si 'kecil' dibecandain lagi.

Kubuat respon otot kemaluan si 'kecil' mengangguk-angguk untuk jawab candaan dan pegangan Diana,

"Ok.. Ok..!" teriak si 'kecil' sama Boss-nya.

Habis memakai baju, sempat kami kissing sebentar sambil bilang sayang. Diana keluar dari kamar dan toilet.. wee.. kaya security dia kasih kode ke aku kalau keadaan aman buat keluar dari 'losmen neraka' (baca: toilet cewek) ini.

"Yan.. aku entar sore ada kuliah tambahan, tungguin yah..!"
"Iyaa tuan putrii..," sambil kupeluk dan kecup kening Diana.
"Hhhuu..! {{{STEREO}}}" walalah.. ada teman yang meledek waktu aku peluk dan cium mesra ke Diana.

Soalnya dekat dari toilet itu ada markas anak-anak HIMAPALA. Wee sialan, untung saja mereka tidak sempat merekam kejadian di toilet tadi pakai handycam kebangaan mereka (gimana teman-teman HIMAPALA ST*** yang punya Handycam? Tahu siapa aku..? Hehehe..).

Menunggu Diana lumayan lama juga, apalagi sudah jam setengah lima. Akhirnya pintu kelasnya terbuka juga. Walalah.. dasar dosen. Pergi duluan meninggalkan mahasiswanya. Anehnya, waktu semua pada keluar, aku tidak melihat hidung Diana keluar dari kelas, apalagi 'toket' indahnya.
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
"Yaan..! Nama kamu Iyan kan? Diana sakit tuh, dia masih di dalem kelas, pusing katanya.

Emang abis kamu apain sih tadi? Kamu tubrukin lagi kaya kemaren?" ada teman Diana yang ngomong sambil gebukin aku pakai buku tebelnya dia.

"Wee.. enak aja.. lagian tuh buku kalo udah nggak kepake, jual kiloan aja daripada buat gebukin orang..
"Emang bener Diana sakit yah?" sambungku.
"Iya tuh.. eh yah kamu udah kenalan sama dia yah.. waah cepet banget kamu.. Diana tadi pesen ama aku kalo dia minta kamu nemuin dia sekarang. Gila kamu Yan cepet banget. Eh yah namaku Lisbeth.."
"Cepet apaan? Apa yang cepet banget?" heran juga aku dengan omongannya, tapi nih cewek boleh juga, lebih tinggi dari Diana, langsing, putih, mulus juga, wajahnya manis sekali, rambut sedikit ikal, hmm.. payudara 34 (tidak tahu cup-nya).
"Lis, kamu mau juga nggak?"
"Mau apaan sih?" Lisbeth mencoba mengejar maksud pertanyaanku.
"Ditubruk ama Iyan.."
"Sapii.. dasar tukang tubruk..!" sambil pukulin buku tebelnya lebih kencang ke pantatku.
"Hee.. pukulnya kok belakang sih?"
"Emang kamu mau aku pukul yang depan.. hihi..?" gila nih cewek agak bikin aku terangsang juga.
"Udah ah.. aku ke Diana dulu deh.. kamu pulang sana udah malem tuh, diperkosa orang tahu rasa entar..!" jawabku sambil pergi masuk kelas.
"Ooo arek nggak genah (anak tidak waras: dalam basa Jawa), Nggapleki (salah satu dirty words di kotaku)..!" maki Lisbeth.

Di dalam kelas, Diana kelihatan pucat sekali wajahnya.

"Kenapa..?" tanyaku sambil mengelus rambut Diana.
"Ngak pa-pa, cape aja. Kamu sih bikin aku kaya gini.. nggak bisa jalan jadinya.."
"Pulang yuk..? Kalo capek kugendong yah sampe parkiran.."
"Hihi.. kamu gilanya bener-bener deh. Malu dong Yan..?"
"Nggak pa-pa, biar semua tahu kalo kamu tuh punyaku.."
"Emang kalo kamu gendong aku mereka semua bisa tahu kalo aku sayang sama kamu..?" tanya Diana.
"Iya kali. Kita ke HIMAPALA yah..? Kamu istirahat bentaran di sana, trus entar pulang.."
"Maluu Yaan.. Diana malu.. Aaahh Iyaann..!" langsung kuangkat badannya.
"Ssstt.., nggak usah teriak dong.. deket kuping lagi.." sambil ku bawa badan Diana.
"Yaan..?"
"Hmm..? Hmmppfgfgf.." astaga, nih anak walau digendong bisa sambil ciuman juga.

Aku dudukin Diana ke meja dosen (sorry Pak dosen..) sambil tetep ngelakuin French Kiss.

Lidah dia udah langsung nyelonong masuk ke mulutku. Hmm.. feel so good, Diana cium aku lembut banget ga ada napsu cuman sayang aja dari dia.Braakk!!{{{{{STEREO}}}}"Ya ampuunn!! kalian.. kkhh.. kkaalliiaan??"Huaa pintu kelas kebukaa.. aku ama Diana jelalatan deh kaget banget tapi wee.. pelukan Diana tetep nangkring di leher. Abiis.. dia tahu sapa yang di pintu, dia malah nyandarin kepalanya ke dadaku.

"Lisbeeth!! ngapain masuukk euuyy??" sewot juga liatin si Lisbeth cengar-cengir di pintu."Udah diem kamu! stoop doong ketawanya!" sambil aku gendong Diana ke markas anak HIMAPALA (lumayan deket kok markasnya cuman di belakang kelas aja).Habis melihat Diana yang langsung ketiduran dalam pelukanku di lantai markas anak HIMA, aku merebahkan tubuhnya, kupakai tasku buat bantalan kepalanya.

Setelah pesan titip jagain Diana ke anak yang piket, aku pamit mau beli soft drink. Untung saja yang piket kebetulan cewek.

"Ida aku titip cewekku yah.. aku ada di kantin, laper nih.."
"Enak aja emang di sini tempat parkir motor apa heh..?"
"Iya aku tahu kok, sorrie deh.. dia sakit tuh tidurin sejam aja, ntar aku bangunin kalo pulang.. kasian kan..? Eh yah kalo ada cowok mo masuk larang aja yah.. pleasee?"
"Iya.. iya udah sana!" usir Ida sambil terusin baca comicnya.Aku lari balik ke kelas untuk ngambil tas dan buku Diana yang ketinggalan.
"Wee.. kamu masih di sini..? Belom pulang juga..?"
"Males Yan.." jawab Lisbeth, agak kaget juga kumasuk lagi ke kelas.
"Nih.. mo ambil tas Diana. Apaan sih liat-liat..?"
"Nggak kok.. cuman.. eh.. nggak jadi deh Yan.." what's wrong with her? si Lisbeth neh napa juga jadi gagu kaya gini?"Yah udah deh Lis.. aku nungguin Diana di HIMA yah.. yuk"
"Yan.." duuhh neh anak ngerepotin aja bikin brenti pas mo keluar pintu.Lisbeth bangun dari meja dosen yang dia duduki.
"Ada apa sih..?"
"Aku.. aakku.. udah tahu semua Yan.."
"Tahu apaan..?"
"Itu.. Yan.."
"Itu-itu apaan sih..?" duh bikin bingung juga nih cewek.
"Yan, aku ama Diana udah temenan mulai SMA. Kita berdua selalu cerita yang kami rasain. Diana tadi di kelas nggak konsentrasi Yan.. dia cerita ke aku kalo.. kalo.. hhmm.. kalo.. kalo dia kebayang terus ama.. ama.. duuhh jadi nggak enak nih ngomongnya ke kamu.."
"Apaan sih?" sedikit kubentak Lisbeth yang tidak jelas maunya.
"Power Rangers.. iya Power Rangers kamu tuh Yan yang dibayangin ama Diana terus.. dia bilang kalo nggak bisa ngelupain Power Rangers kamu.."
"JGEERR..! {{{STEREO}}}" seperti disambar truck container muatan sapi mendengar si Lisbeth bicara barusan.
"Hah..? Jadii.. jadi Diana cerita ke kamu..?"
"Kan udah dibilangin tadi, kalo kita tuh temenan dekat banget Yan.. Kita bedua nggak ada rahasia-rahasiaan lagi Yan. Iya, yang di toilet tadi dia juga cerita ke aku waktu ada kelas tadi," jelasnya.
"Waduuh.. si sapi (Lisbeth) nih ngejelasin sampe sedetail-detailnya." batinku.
"Yaann.. terus terang tadi waktu Diana cerita sempet bikin aku keringetan juga Yan.."
"Yaann.. Lis.. Lisbeth juga pengen dapet dari kamu Yaann..!" Lisbeth lari mendekatiku, dan langsung memelukku.
"Lisbeth.. Lisbeth juga suka sama Iyan.. Aku juga pengen dapetin dari kamu.. Lisbeth juga pengen.. Power Rangers kamu..!"
"Hgghh..! Damn..!" habis ngomong Lisbeth langsung menangkap si 'kecil'.
"Lis.. hHPpghgghg..!" tidak tahu kenapa, aku jadi merespon bibirnya yang mulai melumat mulutku.


Kuladeni mulai bibir kami bersentuhan sampai akhirnya si Lisbeth melumat lidahku dengan lidahnya di dalam mulutku. Tidak hanya berhenti di situ saja, tangannya dengan aktif malah mengusap lembut si 'kecil' yang langsung menggeliat berubah jadi monster 'bandot'. Dorongan

Lisbeth yang semakin agresif membuatku sampai menyentuh ke white board, didorongnya aku sambil mulai menurunkan zipper-ku ke bawah, dan mengeluarkan si 'bandot' dari celana dalamku.

Tidak tahu kenapa, kelakuannya yang agresif ini membuatku menjadi cepat terangsang, dan gilanya ciumannya kini turun ke leherku, lidahnya menyapu semua bagian leher samping dan depanku. Tangan kirinya lembut mengusap dadaku, dan tidak berapa lama bajuku sudah tidak terkait kancing lagi. Dengan cepat jilatan lidahnya beralih membasahi putingku.

"Gggffgh..! Kamu sangar Lis.. terusin Lis.. Iyan punya kamu.. ambil semua Lis..!" desahku lucu juga yah..?
"Wee.. apaan nih..?" Lisbeth memegang tanganku langsung ditujukan ke dalam roknya.
"Vaginanya.. walalahh.."
"CD kamu mana..?" Gila, aku langsung dapat merasakan vaginanya di tanganku. Kuusap pelan klitorisnya, desahannya membuatku sangat nafsu.
"Iya.. iya di situ Yan.. kencengin lagi Yan.. aah..! CD-ku buat kamu Yan.. aagghh.. vaginaku buat kamu.. aahh.. perkosa aku Yan.. hhgg..!" desahnya tidak karuan.
"Duh, nih anak ribut banget..!" batinku.

Kusambar bibir Lisbeth, kukulum sambil kuputar badan kami berdua. Kurebahkan dia di meja dosen (benar-benar dosa nih sama dosen), kusingkap roknya, dan ternyata..

"Kalian nih bener-bener kompakan yah..? Tatto kalian berdua bikin aku nafsu.." Kelakuannya kompak sekali, sampai ke tatto-tatto-nya. Mereka berdua nih memang benar-benar deh.

Lidahku langsung menyapu ke dalam kewanitaan Lisbeth sambil kusibakkan melebar labianya (dosa deh buat semua cowok yang hobbynya bikin kendor labia cewek, merusak vagina saja.. bikin tambah 'melar'. Hehehe). Kujilati vaginanya habis-habisan, ku-explore dengan menghisap klitotisnya.

"Yaann.. aku dapet.. Lis dapet Yaann, terus iseepp kenceng lagi Yan..!"
"Aaahh.. hhmmpp.. hhgg.." vaginanya bergetar, berdenyut, dan keluar juga cairan kenikmatanya.
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
Jebol pertahanan tubuh Lisbeth oleh orgasme pertamanya. Kuhisap habis semua lendir yang keluar dari vaginanya yang terus berdenyut, dan juga kelakuannya lebih over daripada Diana cewekku.

Tangan dia sampai memukul-mukul meja.

"Waduh nih kalo ada orang di luar curiga gimana juga.."? batinku.

Waktu kulihat ke atas, duhh.. ternyata itu baju sudah kesingkap kelihatan payudara yang sudah menjulang tinggi putingnya. Kutangkap tangannya, kuletakkan ke rambutku, dan langsung kuciumi payudara dan puting merah jambunya. Tangan kiriku merambat naik ke arah payudaranya, kutambah kenikmatan Lisbeth dengan remasan dan jilatanku secara merata di payudaranya.

Aku juga tidak hanya membiarkan vaginanya menganggur. Kugesekkan kejantananku mengikuti belahan vaginanya yang masih berdenyut-denyut seperti menghisap penisku biar cepat memasukkan vaginanya. Nafas Lisbeth tidak karuan lagi waktu kumulai memasukkan pelan kepala penisku ke dalam kewanitaannya.

"Iyan masukin yah..?" sambil mulai kuturunkan pinggulnya mengikuti meja dosen yang innocent banget.
"Deeper please Yaan.. aku udah pengen Yan.. ghh..!"

Waktu mulai kumasukkan kepala 'bandot'-ku lebih dalam lagi, tiba-tiba saja sebuah tangan kecil halus menahan si 'bandot' masuk lebih dalam lagi, dan saat kubangun dari kuluman puting dan payudara Lisbeth, "Dianae..!" terkejut sekali aku melihat mata Diana yang persis preman terminal yang mau 'palakin' duit anak-anak bau kencur (hehe.. abis itu mata sangar banget).

"Ini sekarang udah jadi punya Diana.. nggak ada yang boleh ngerasain sebelom Diana.. itu juga termasuk kamu Chie (Diana panggil Lisbeth.. Chie-chie)..!"

Aku bingung juga, nih anak mau 'ngelabrak' apa mau ikutan sih, habis omongannya meragukan sekali.

"Iyan ini yang buat kamu tinggalin aku sendiri di HIMA yah..? Udah dapet yang lain..?"
"PLAAkk..! {{{STEREO}}}" Waduh nih pipi jadi sasaran tamparan Xena 'The Princess Warrior'.
"Chie tega kamu Chie..!"

Pikiranku waktu itu harus berputar cepat untuk mengatasi masalah ini. Langsung kudorong Diana duduk di kursi dosen, kusingkapkan rok hitamnya.

"Hah..? Apa-apaan nih..?" batinku heran juga.

Vagina Diana juga sudah tidak ada celana dalamnya, dan juga sudah basah sekali.

"Diana..?" sempat heran juga ketika kutanya soal vaginanya.
"Itu punya kamu sayang.. udah aku siapin, dari tadi aku udah di dalem kelas ngeliat kalian bedua. Hihihi, aku ama Chie udah janjian kerjain kamu, kita bedua dari dulu udah punya commit sayaang.. satu kudu buat bedua.."

Heboh juga aku kalau tahu mereka berdua seperti ini. Aneh sekali perjanjian seperti itu.

"Dari tadi aku udah masturbasi di belakang kamu Yan, Chie aja udah tahu aku, kamu aja yang keastikkan dapet barang baru sampe cuekkin keadaan.." kata Diana sambil tersenyum mengejek.

Mereka berdua hanya tersenyum saja melihatku yang lagi tertegun tidak tahu mau marah, senang, excited atau apalah namanya melihat dua cewek yang sama sifatnya, sama tatto-nya (hehehe), dan mereka juga sama-sama jadi fans-nya 'Power Rangers'-ku.

"Iyan sayang, kamu ambil aja yang jadi punya kamu sayang.." kata Diana sambil meraih tanganku dan mengusap-usap vaginanya yang sudah becek sekali.

Tangannya meraih penisku dan disiapkannya untuk penetrasi di kewanitaannya.

Kuraih tubuh Diana dalam gendonganku, kusandarkan dia di white board. Tangan Diana memeluk leherku sambil aktif mengulum mulut dan lidahku di dalam. Setelah kusingkapkan semua kaos ketat biru lepas dari tubuhnya, sambil menyangga pantat Diana dengan tangan kiriku mulai kuurut pelan bentuk 'cute' penisku. Kuselipkan di antara pangkal paha Diana, setelah tepat, mulai kudorong pelan masuk ke dalam vaginanya yang tidak tahu kenapa terus-terusan berdenyut-denyut gitu yah?

"Honneeyy..! Aaahh..!" desahnya.
"Is this the real of my girl..?" batinku.

Walalahh.. ternyata dia juga tidak kalah agresif dengan temannya Lisbeth. Kukulum bibir dia, kuhisap agak brutal juga sih, nah habis teriakannya juga bahaya sekali kalau tidak diredam.

Dia mengerang meregang saat secara pelan meresapi proses penetrasi yang sengaja kubuat lambat.

Setelah kepala 'bandot'-ku masuk, kugesekkan pelan keluar masuk. Kumasukkan sedikit lagi, kugesekkan lagi. Sengaja memang kubuat dia makin penasaran dengan memperlambat seluruh proses penetrasiku.

"Feel the art, feel the beauty, feel it slowly my dear.."
"Iyaann, pleasee.. jangan siksa akuu.. aagh.. jahaatt kamu.. masukkin semua sayang.. hhgg..!" katanya jengkel sambil tangannya menggapai pantatku memaksa untuk lebih dalam lagi penisku menjelajah vaginanya.
"Chiiee.. bantuiinn agghh..!"

Weheheh.. kalian pernah tahu tidak, penetrasi minta bantuan sama temannya (si Diana nih ada-ada saja deh).

Dan,

"Jjjlleebb..!"
"Hhhgghh.. aahh.. Yaan..!"
"Setaan..!" si Lisbeth benar-benar bantuin temannya, dia langsung dorong pantatku menghantam keras pangkal paha Diana.
"Aku dapet.. aku.. aaghh.. Iyaann..!"

Meskipun aku lagi terdiam meresapi 'the beauty of penetration' yang dirusak oleh Lisbeth, tapi kok bisa-bisanya si Diana dapat orgasm pertamanya yah. Bergerak memutar kumainkan vagina Diana dengan penisku di dalam sambil kutambah sensasi orgasmnya dengan menjilat, menghisap puting dan seluruh dadanya diikuti keringat yang membuat tubuhnya licin merangsang.
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
"I think this is the coolest sillhoute of Girl's breast." batinku.
"Kamu bikin aku kelabakan terus mulai pertama kenal..?" sambil Diana cium hidungku dan sedikit mengatur nafasnya.

"Chie kita kerjain nyoo..!" kedip mata Diana dibalas mata sapi si Lisbeth, sepertinya aku akan dikerjai mereka nih.
"Ready to go honey..?"
"Mo kemana..?" tanya Diana.
"Mo ini neh..," langsung cepat kutekan dalam-dalam kejantananku ke vagina Diana.
"Yaann.. aahh.. ngiluu Yaann.. stop Yan.. stoop..!"
"Katanya mo kerjain Iyan? Mana? Kok gantian dikerjain..?" Jelek juga yah.., aku balas dendam seperti ini.
"Iya hhgg.. abis kamu cepet banget nggak permisi dulu ama yang punya.. Aaagghh..! Iyaann..!" selesai ngomong seperti iyu kuhujamkan cepat lagi penisku menerobos vagina Diana.
"Iyaann.. aah.. sshh.. hhmm.. Iya.. iyaa di situ Yan.. yang kenceng lagi.. nakal.. nakal kamu Yan..!"

Astaga, aku tidak menyangka si Lisbeth, dia turunkan celanaku sampai habis. Dia jongkok di bawah pantat Diana sambil menghisap gantian buah testisku dan vagina Diana bergantian.

Sempet senyum juga sih waktu Lis bilang,

"Aaduuhh!! aduuhh!!"

Salah sendiri, siapa suruh di bawah kaya gitu. Kepala dia sering terbentur pangkal paha Diana yang bergerak liar merespon gerak intens-ku merojoh dari mulai pelan setengah masuk sampai kuamblaskan semua penisku dengan sekuat tenaga. Huaa..! mulutku tidak dapat diam mengerjakan dada berkeringat Diana sambil sesekali kubuat tanda merah di sekitar puting lancipnya.

"Honeeyy.. honeeyy.. honeeyy..!" bayangkan saja seirama keluar masuknya si 'bandot', Diana teriak dengan suara cemprengnya seperti itu, dan di bawah cuek saja Lis dengan kerjaan barunya.

Kontras sekali nih suara. Suara cempreng Diana, bunyi kecipak kemaluanku di vagina Diana, dan lucunya ditambah dengan suara aduh-aduh dan kecapan lidah si Lis di testisku.

Sekitar 5 menit aku terus menggempur semua isi vagina Diana dengan kemaluanku, dan sekitar itu pula Lisbeth tidak bosan-bosannya mengulum, menjilat sambil sesekali memijat buah testisku. Hmm.. capek juga ternyata dengan model berdiri seperti ini. Kurengkuh tubuh Diana tanpa melepas kemaluan kami berdua, lalu kurebahkan kembali tubuh mulus berkeringat itu di meja dosen yang langsung protes dengan jeritnya.

"KRRIIEETT..! {{{STEREO}}}"

Kulumat kembali bibir Diana, kukecup juga leher jenjang tak berdosanya, dan langsung turun merambat ke arah payudara seiring keluar masuknya penisku.

"Cuu.. rrang..!" teriak Lisbeth. Huahaha dengan pindah posisi seperti ini ternyata dia tidak dapat memuaskan nafsunya ke testisku. Nah memang ngilu sekali kalau testis dipijat terus seperti itu kan?

Habis ngomong seperti itu, segera si Lis merapatkan tubuhnya ke punggungku yang agak sedikit condong ke bawah menjilati puting basah si Diana. Tidak kurang akal Lis menjilati leher, sampai punggungku. Lumayan susah juga dia melakukan itu gara-gara tubuh yang terus tidak berhenti menggoyang tubuh mulus di bawah.

Gila aku merasa seluruh kemaluanku dipijat sangat kuat oleh otot vagina Diana. Aku mempercepat tempo goyangan pinggulku, karena aku merasa tidak lama lagi Diana akan mendapatkan orgasmenya sekali lagi, dan aku akan mendapatkan menu yang lainnya lagi di atas punggungku hehe..
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
Tidak berapa lama kemudian, nafas Diana sepertinya sudah mulai ngos-ngosan. Dia peluk aku erat sekali. Aku semakin bersemangat menaik-turunkan si 'bandot' dengan cepat. Tanganku meremas payudara kanannya dan puting kirinya kuhisap dengan kuat. Dia mulai ribut merintih sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, sesekali dia juga mencium bibirku. Kakinya sudah melingkari pinggangku, si Lis sampai hampir ketendang.

"Ohh.. Yan terus.. iya.. ohh.. lebih dalam.. cepetan lage Yaann.. aarrgghh..!" desah Diana.

Makin lama makin kupercepat gerakanku, membuat gerakan Diana semakin liar menghajar meja dosen kucel itu. Akhirnya kurasakan dia mulai mengejang, kedua kakinya tambah kencang menjepit pinggangku, tangannya memelukku erat-erat, bahkan aku merasa kuku Diana mulai menggores punggungku, waduuhh dapat tatto gratis nih aku.


"Yan.. sedikit lagi.. akhh.. aku dapet Yaann.. kencengan lagi.. tahan dikit lagi.. Ooohh Iyaann.." akhirnya cairan hangat kurasakan membasahi batang kemaluanku disertai teriakkan panjang Diana.

Tubuh Diana kejang-kejang seperti orang kesetanan, matanya tertutup rapat dan mulutnya terlihat setengah terbuka hanya mengeluarkan desisan panjang. Terasa olehku lelehan bahkan pancaran lendir yang keluar dari liang kemaluan Diana menerobos melewati celah-celah sempit di antara dekapan dinding dan bibir kemaluannya yang menjepit batanganku, terus menetes dan mengalir sampai jauh. Aku terus menggenjot vagina becek itu dengan mulut selalu menghisap puting Diana.

"Ampuunn Yaann.. ampuunn.. ngilu.. ngilu, udaahh oohh..!" desahnya.
"Chie tolong chie.. chiee..!" belum habis rintihan Diana, sebuah tangan kecil menjambak rambutku sehingga aku terdongak bangun dari kuluman puting Diana dan juga sebuah bibir lembut dan basah segera mengulum ganas bibirku.
"You're mine now.. It's my turn..!" kata Lisbeth tiba-tiba.

Tubuhku langsung didorong Lisbeth menduduki kursi dosen yang sudah disiapkan di belakangku.

Setelah duduk,

"Lis.. bentar Liss.. aahh..!" kataku.

Dipegangnya batangan 'bandot'-ku dan dihempaskan langsung tubuhnya tanpa kenal ampun melahap semua gagahnya kemaluanku.

"Aaahh.. Yaann gilaa.. nggak bisa masuk semua.. aahh.. penuh banget Yaann.. ngeganjeell.. aadduhh sakit banget Yaann, I like your dick, so big. It's mine.. it's mine..!"

Tiba-tiba saja si Lis langsung mengeluarkan 'bandot'-ku dari terkaman vaginanya. Sambil jongkok dia kulum penisku.

"Kamu di atas yah Yan.. sakit kalo aku di atas.."Lisbeth segera mengambil celanaku, dan merebahkan tubuhnya (enak saja nih anak, celanaku dikotorin terus sama mereka, tadi di toilet, sekarang di lantai buat alas tidur si Lis).

Tapi karena nafsu, aku sudah tidak perduli dengan celanaku lagi. Kulumat bibir Lisbeth, sementara senjataku kugesek-gesekkan mengikuti alur labia mayoranya.

Akhirnya, dengan kesabaran yang sudah mulai hilang, tangan Lisbeth meraih penisku, dimainkan kepala bajanya di area klitorisnya sebentar, dan setelah sampai di pintu kemaluannya, langsung kutekan kuat.

Dengan belum siapnya Lisbeth menerima cepatnya penisku masuk ke vagianya, langsung dia menggeram sambil teriak-teriak,

"Sialan.. bangsat kamu.. aahh.. terus-terus.. iyaa.. aduuhh.. nakal bangeett sih.. oohh Yaann..!"
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
Celah Lisbeth berbeda dengan Diana, lebih hangat dan menggigit (tentunya aku tidak akan ngomong ke Diana dong, huehee.. jahat nih vagina bisa kaya gini menghajar penisku). Kutahan pantatku, aku menikmati remasan kemaluannya di batanganku. Perlahan kutekan pantatku, senjataku amblas sedalam-dalamnya.

Gigi Lisbeth tertancap di lenganku saat aku mulai menaik-turunkan pantatku dengan gerakan teratur. Remasan dan gigitan liang kewanitaannya diseluruh batanganku terasa sangat nikmat. Kubalikkan tubuhnya ke samping. Senjataku menghujam semakin dalam, kuangkat sebelah kakinya dan kutahan dengan lututku. Batang senjataku amblassampai menyentuh di mulut rahimnya.

Puas dari samping, tanpa mencabut senjataku, kuangkat pantat Lisbeth. Dengan gerakan elastis, kini aku menghajarnya dari belakang. Tanganku meremas bongkahan pantatnya dengan kuat, sementara senjataku keluar masuk semakin cepat. Erangan dan rintihan yang tidak jelas terdengar lirih. Ketika kurasakan ada yang mau keluar dari kemaluanku, segera kucabut senjataku.

"Pllop..!" terdengar suara saat kucabut si 'bandot', mungkin karena ketatnya lubang kemaluan Lisbeth yang mencengkram penisku.
"Achh, kenapa? Kenapa..? Aku sedikit lagi.." protes Lisbeth.

Dia langsung mendorong tubuhku, kini aku telentang di bawah. Dengan liar Lis meraih penisku dan memasukkannya ke dalam lubang sorganya sambil berjongkok.

"Yeeaahh..!" kini dengan buasnya Lis menggoyang dan menaik-turunkan pinggulnya.

Sementara aku di bawah sudah tak sanggup menahan nikmat yang aku dapat dari empotan vagina si Lisbeth, apalagi saat pinggulnya sambil naik-turun digoyangkan juga diputar-putar, dan sesekali memijat penisku seperti menahan pipis (nih cewek lebih pengalaman dari Dianaku nih).

Aku bertahan sekuat mungkin.

"Aaahh.. Lis..!" penisku di dalam kewanitaan Lisbeth berdenyut-denyut tertahan mengeluarkanmuatannya.
"Yaann.. aahh.. penis kamu.. penis kamu.. aahh Yaann aku dapeett..!" Selesai rintihan Lisbeth, mengalirlah cairan kenikmatannya dan disusul spermaku yang memancarkan air kehidupan, membasahi semua liang yang sempit itu. Ambruk tubuh Lis menimpa dadaku.

Dengan tenaga yang ada, aku masih aktif memutar pantat Lisbeth sambil meremas lemah.

"Iyan sayaang.. You are the doctor.. aahh.. udah Yaann ampun deh kamu.. geli Yaann aahh..!"
"Chie-chie..! Chie nggak boleh panggil sayang.. yang boleh panggil sayang cuman aku Chie..!" lemah Diana langsung bangkit dari meja dosen sambil tangan diletakkan di pinggangnya seperti orang mau melabrak, tapi aneh, walaupun seperti mau melabrak tapi sambil tersenyum. Lucu kan tuh gayanya.
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
Kami saling gantian berciuman, menjilati keringat tubuh, bergiliran dan bersamaan. Dan mereka berdua dengan kompaknya saling giliran menjilati penisku yang meskipun enak banget dihisap dan dijilat sama mereka berdua, tapi tetap saja sudah loyo. Lemas sekali, capek kali tuh 'anak kecil' huehe..

Setelah kami mengenakan pakaian, Lisbeth mengeluarkan setumpuk tissue dari tasnya.

"Lis.. please.. jangan Lis, jangan dibersihin.. biar.. jadi kenangan ruangan ini.. kalo masih ada bekasnya bakalan seru kan yang ada di ruangan ini besok, tul nggak..?" cegahku ke Lisbeth yang mau melap bekas air cinta kami bertiga yang berceceran di meja dosen dan dilantai depan kelas mereka.
"Hihihi.. kamu.. nakalnya nggak ketulungan sih," sambil Lisbeth mencium bibirku, tapi segera kutepis wajahnya.

"I belong to her now," sambil kukecup lembut bibir Diana.
"Huuhh..! Nggak ngilerr wee..!" kata Lis sewot.

Pukul 18.00. Akhirnya kami bertiga menuju pelataran parkir. Astaga, mengantarkan mereka berdua pulang nih, tapi it's O.K, sudah dibayar di muka kok angkosnya huehehe..

Pembaca tahu tidak..? Besoknya kami hanya ketawa-tawa lirih waktu seisi kelas Diana (termasuk dosennya) pada geger gara-gara melihat di depan kelas dan meja dosennya ada cairanwasiat untuk mereka. Hahaha.. buat Pak dosen kalau membaca tulisan saya ini, (kalo masih ingat juga sih),

"Dengan tanpa mengurangi rasa hormat saya.., sorrie banget yah Paakk..!"

Untung kami sudah lulus dari kampus Bapak, kalo tidak, waa..? Kayanya bapak juga bakalan mau cobain dua cewekku itu. Huahaha..

***

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa, tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru Foto Hot 2016